
LINK24NEWS-SIANTAR, Plt. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Pematangsiantar, Masni bungkam saat wartawan mempertanyakan proyek kategori bencana tahun 2020 di dinas PUPR Kota Pematangsiantar yang tidak kunjung cair.
Padahal awak media telah melayangkan konfirmasi melalui WA dan telepon. Masni hanya membaca pertanyaan awak media, terlihat dari centang biru WA tersebut. Meski online, Masni tidak juga membalas pertanyaan awak media bahkan menjawab panggilan WA. Begitu juga melalui sambungan telepon, Masni tidak juga menjawab.
Baca Juga : https://link24news.com/proyek-rp-22-milyar-belum-dibayar-pemko-siantar-punya-nama-pemborong-gigit-jari
Sementara pelaksana CV.Anugerah Pratama Putera, So yang mengerjakan pembuatan tembok penahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjung Pinggir dan drainase dengan pagu Rp 250 juta meminta Pemko Pematangsiantar segera membayarkan proyek tersebut.
“Proyek kita kecil bang, itupun lama cair. Kita sudah pusing menghadapinya,”kata dia, Selasa (12/10/2021).
Dia juga heran proyek yang kecil tersebut, malah lama dibayar. Padahal, berkas pendukung sudah dilengkapi untuk proses pencairan.
Baca Juga : https://link24news.com/proyek-bencana-belum-dibayarkan-pemborong-kecewa-reinward-simanjutak-bilang-begini
“Bingung bang proyek kecil aja lama cair. Ini pun sudah pening. Gimana yang proyek Milyaran punya rekanan lain yang tak kunjung cair, makin peninglah mereka,”kata dia.
Hal yang sama disampaikan rekanan lain yang mengerjakan proyek kategori bencana di Dinas PUPR yakni SP.
“Kita minta jangan berlarut-larut, seluruh berkas sudah dilengkapi. Jangan pemborong yang dirugikan, batas kesabaran pemborong juga ada,”kata dia.
Editor : Franki Siburian


































































