14 Siswa/i SMA Swasta Teladan Pematangsiantar Lulus SNBP Tahun 2026, Diantaranya Universitas Airlangga

- Advertisement -

LINK24NEWS-SIANTAR, Sebanyak 14 siswa/i SMA Swasta Teladan Pematangsiantar lulus ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lewat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2026.

Kelulusan ini sebagai bukti nyata, bahwa SMA Swasta Teladan Kota Pematangsiantar mampu bersaing dan memiliki kualitas melahirkan sumber daya manusia pekerja keras, pemikir, pantang menyerah dan mengedepankan etika dan moral menuju Indonesia Emas.

Kepala sekolah SMA Swasta Teladan Kota Pematangsiantar, Sangkot Sitohang, S.Si.,M.Pd mengatakan bahwa pretasi ini adalah kerjasama team antara guru, siswa, lingkungan sekolah dan orang tua.

Apalagi siswa yang lulus secara konsisten belajar giat dan mempertahankan nilai akademik. Capaian itu merupakan sebuah kerja keras.

“Para siswa yang mempertahankan nilai akademiknya dan berprestasi tentu memiliki tujuan untuk melangkah ke depan. Saya yakin, saat di bangku perkuliahan nanti cepat menyesuaikan dan meraih prestasi lainnya di kampus,” ucap Sangkot, Rabu (1/4/2026).

Ia juga memberi semangat kepada anak didiknya yang lulus, bahwa banyak beasiswa yang dapat membantu perkuliahan. Yang terpenting kita proaktif mencari tahu baik kepada alumni yang telah lulus maupun dosen.

“Pasti Tuhan beri jalan. Selagi ada kemauan maka akan dibukakan jalan. Selalu berdoa dan minta restu orang tua,” katanya seraya menegaskan IPK harus stabil dan berprestasi jika mau mengambil beasiswa.

Sangkot berpesan kepada anak didiknya untuk selalu menjaga nama baik sekolahnya. Bagaimana pun, menjaga sikap dan tindakan merupakan tanggung jawab diri sendiri.

“Jadikanlah nasehat orang tua dan guru sebagai pemicu prestasi dalam mengharumkan keluarga masing-masing. Pastinya jika anak didik sukses, SMA Swasta Teladan pun ikut bangga,” ucap Sangkot seraya berharap anak didiknya kelas XII menjadi sukses di dalam kehidupan sehabis lulus dari sekolah.

Terhadap anak didiknya yang belum lulus, jangan berkecil hati dan tetap semangat. Masih banyak kesempatan untuk masuk ke PTN. Baik melalui SNBT, mandiri, kedinasan dan swasta.

“Maju Bersama Hebat Semua,” ucap Sangkot.

Sementara itu Romaito Ester Trivany Silaban, Kelas XII-1, yang diterima di Ilmu Politik, Universitas Airlangga
Jalan Karsim mengaku senang atas kelulusannya.

Begitu juga dengan respon orang tuanya mengaku bangga, namun saat komunikasi lebih lanjut ada kekuatiran dari orang tua mengenai biaya baik itu UKT dan transportasi pesawat.

Ester kemudian menenangkan orang tuanya akan berupaya mengambil beasiswa, berusaha seirit mungkin dan bekerja sembari kuliah.

“Dua kakak juga belum bekerja jadi pengeluaran banyak,” ucap Romaito.

Romaito yang selalu langganan meraih juara mengagumi pendidikan di SMA Swasta Teladan Pematangsiantar. Disiplin siswa ditegakkan tanpa pandang bulu, sebagai bekal kemandirian siswa nantinya.

“Banyak kegiatan yang menunjang siswa/siswi untuk meriah prestasi. Di jalur akademik dan non akademik, guru-guru SMA Swasta Teladan selalu mendukung penuh,” kata Ester yang juga aktif di OSIS.

Ester juga menegaskan, bahwa lingkungan sekolah sangat bersahabat tidak ada sekat antara junior dan senior, tidak ada bullying. Bahkan siswa ditanamkan harus peduli dengan sesama.

Tidak lupa Romaito berpesan kepada adik-adik kelasnya untuk giat belajar. Berjuang secara konsisten untuk meraih prestasi, jangan berpatokan dengan satu tujuan namun menyiapkan plan-plan selanjutnya.

Begitu juga Valencia Rizky Lumbantobing, XII-1 yang diterima di Teknik industri, Universitas Malikussaleh mengaku senang dengan kelulusan tersebut. Sebagai anak Yatim, kabar gembira ini dirasakan ibunya.

“Jujur orang tua senang, mengenai biaya sangat diringankan karena menerima KIP,” katanya.

Valencia mengingatkan proses belajar giat dalam mempertahankan prestasi. Apalagi guru-guru memberikan support penuh dalam pelajaran Fisika, Matematika.

“Saya harus mempertahankan prestasi untuk diterima SNBP inu,” katanya.

Dia juga membagi pengalaman selama bersekolah di SMA Swasta Teladan, hal yang paling seru adalah pertemanan. Tidak ada jarak, interaksi tidak ada yang kaku. Ditambah guru-guru selalu memberikan motivasi untuk kita mengejar prestasi.

“Guru-guru selalu support kita, latih kita dengan memberikan soal-soal yang relevan,” katanya.

Selain itu, siswa juga diharuskan menjaga perilaku selama di sekolah dan diluar sekolah. Disiplin dan adanya larangan tawuran merupakan suatu keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar.

“Jika sudah pulang sekolah diharuskan pulang dan tidak bisa keluyuran menggunakan seragam sekolah. Jika kedapatan, maka akan diberikan surat peringatan,” katanya.

Terhadap adik-adik kelasnya, dia mengingatkan jangan malas untuk belajar. Mulai dari sekarang menyiapkan kemana tujuan melangkah, dan rajin mengikuti lomba untuk menambah sertifikat.

“Buat adik-adik jangan malas. Teruslah belajar giat,” ujarnya. (Fra)