Beranda Ekonomi dan Bisnis Bank Indonesia Pematangsiantar Tekankan Pemda Jaga Inflasi dan Dorong Perluasan Digitalisasi

Bank Indonesia Pematangsiantar Tekankan Pemda Jaga Inflasi dan Dorong Perluasan Digitalisasi

- Advertisement -

LINK24NEWS-SIMALUNGUN, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) bersama Pemda di wilayah sisi batas labuhan, Rabu (30/4/2025).

HLM ini sebagai forum strategis untuk memperkuat koordinasi, menyamakan visi, dan membangun semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan ekonomi di tingkat lokal.

Kegiatan ini menjadi wadah diskusi tingkat tinggi seluruh peserta dalam satu ruang dialog yang konstruktif dan inklusif. Tidak hanya menyoroti persoalan teknis, HLM ini menekankan pentingnya kepemimpinan, komitmen, serta sinergi antar lembaga untuk memastikan bahwa kebijakan pengendalian inflasi dan digitalisasi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Muqorobin, menyampaikan bahwa pengendalian inflasi perlu hadir dalam bentuk nyata dengan aksi yang implementatif dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Begitu pula dengan digitalisasi, yang bukan semata tentang teknologi, tetapi tentang keberpihakan kepada kemudahan dan kecepatan layanan publik serta inklusi ekonomi yang lebih luas.

Lebih dari sekedar pertemuan koordinatif, HLM ini menjadi momen untuk memperkuat shared purpose antar TPID dan TP2DD sesuai dengan tema yang diusung, yaitu “Penguatan Ketahanan Ekonomi Daerah Melalui Stabilitas Harga dan Inovasi Digital Terpadu”.

Melalui HLM ini, telah dirumuskan komitmen bersama antara Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia untuk pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi, yang meliputi penguatan koordinasi dan kolaborasi dalam berbagai program seperti pasar murah digital dan liga TP2DD.

Kehadiran para pemimpin daerah dan komitmen yang disepakati dalam forum tersebut juga menegaskan bahwa pengendalian inflasi dan digitalisasi bukanlah urusan sektoral, melainkan tanggung jawab bersama.

Dari aspek pengendalian inflasi, pengendalian inflasi pada triwulan l
2025 berada pada rentang yang cukup baik. Ditengah tekanan inflasi
yang terjadi pada periode hari besar keagamaan nasional (HBKN), tekanan inflasi cenderung dapat terjaga dibawah level capaian nasional yang sebesar 1,65%(mtm). Kota Pematangsiantar tercatat mengalami inflasi sebesar 0,86%(mtm) dan Kabupaten Labuhanbatu tercatat mengalami inflasi sebesar 0,59% (mtm). Dengan capaian tersebut, inflasi Kota Pematangsiantar masih dapat terkendali pada rentang target inflasi tahun 2025 yang sebesar 2,5%±1% sementara Kabupaten Labuhanbatu berada diluar target
tersebut.

Kedepan, tantangan pengendalian inflasi masih akan sangat beragam. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu disusun suatu program yang
terintegrasi agar pengendalian inflasi dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

Lanjut Muqorobin, Transaksi digital khususnya QRIS sangat diminati oleh masyarakat saat
ini, kenaikan jumlah transaksi sangat tinggi(250%) dibandingkan triwulan 1 2024. Dan terdapat data transaksi QRIS per Kab/Kota dan kontribusi masing-masing Pemda. Daerah dengan transaksi QRIS terbanyak yakni Kab.Simalungun dengan total 25% dari seluruh transaksi di SISIBATASLABUHAN diikuti Asahan 21,4%.

Kedepan, untuk memperkuat implementasi TP2DD, BI mengusulkan untuk melaksanakan implementasi LIGA TP2DD, yaitu kompetisi antar Pemda untuk mempersiapkan pada ajang championship nasional.

Dalam HLM ini, Bank Indonesia mengumumkan TPID Teraktif Kabupaten Labuhanbatu Selatan, TPID Terkomunikatif Kabupaten Labuhanbatu, TPID Terinovatif Kota Pematangsiantar, TPID Terinspirasitf Kabupaten Simalungun, TPID Terkolaboratif Kabupaten Batubara.

Sedangkan TP2DD Teraktif Kota Pematangsiantar, TP2DD Terkomunikatif Labuhanbatu Utara, TP2DD Terinovatif Kabupaten Asahan, TP2DD Terinspiratif Kabupaten Simalungun, TP2DD Kabupaten Tanjungbalai.

 

Editor : Franki Siburian