Beranda Sumatera Utara Gagal Tahun 2024, Lulusan SMA Swasta Teladan Aisya Diandra Saragi, Penjaga Paket...

Gagal Tahun 2024, Lulusan SMA Swasta Teladan Aisya Diandra Saragi, Penjaga Paket Ponsel yang Lolos di UI

Aisya Diandra Saragi (dua dari kanan) lulus di UI. Berfoto bersama dengan Kepala Sekolah SMA Swasta Teladan Kota Pematangsiantar, Sangkot Sitohang, S.Si.,M.Pd (kanan ujung)
- Advertisement -

LINK24NEWS-SIANTAR, Gagal dan harus bangkit. Begitulah perjuangan keras seorang Aisya Diandra Saragi, lulusan SMA Swasta Teladan yang beralamat di Jalan Singosari no.3 Kota Pematangsiantar.

Aisya Diandra Saragi saat memberikan motivasi kepada adik-adik kelasnya.

Gagal masuk PTN tahun 2024, Aisya kemudian bangkit dan lolos SNBT Tahun 2025 di Universitas Indonesia (UI) jurusan Ilmu Adminitrasi Niaga.

Aisya, anak dari seorang pengantar gas dan ibu membuka kantin harus mengubur impiannya untuk kuliah di swasta, usai gagal masuk PTN Tahun 2024. Tidak memiliki materi berlebih merupakan alasan yang utama. Penghasilan kedua orang tuanya hanya cukup menyambung hidup.

BACA JUGA : https://link24news.com/sma-swasta-teladan-kota-pematangsiantar-torehkan-prestasi-51-siswa-i-diterima-di-ptn-diantaranya-ui-ugm-unibraw/

Kegagalan tahun lalu sempat membuat dirinya kecewa. Dia membandingkan teman-teman seangkatan yang lulus dan menjalani perkuliahan. Namun, melihat ekonomi keluarga ia harus mengesampingkan egonya.

Aisya warga jalan Nagur Kota Pematangsiantar ini, harus mencari penghasilan usai gagal masuk PTN. Dia sehari-sehari menjaga ponsel paketan, yang gajinya ia tabung sedikit demi sedikit untuk kelak mencoba SNBT Tahun 2025.

“Uang pendaftaran SNBT Rp 250.000 kemarin saya kumpul dari gaji menjaga ponsel,” ucap Aisya.

Tidak memiliki materi berlebih, Aisya harus belajar dari Youtube dan media sosial lainnya untuk melihat soal-soal SNBT dan menambah ilmu.

BACA JUGA : https://link24news.com/hebat-dua-pelajar-sma-swasta-teladan-pematangsiantar-juara-i-dan-juara-ii-olimpiade-sains-nasional-tingkat-kota/

Sembari bekerja menjaga ponsel, Aisya kerap latihan mengerjakan soal-soal agar ia lulus di PTN.

Menurut Aisya, konsisten, banyak latihan dan evaluasi merupakan kunci sukses dirinya diterima di UI.

Hal ini merupakan motivasi yang diberikan Aisya kepada adik-adik kelasnya, yang akan menjalani ujian semester nanti.

Aisya kemudian terbuka kepada adik-adiknya, bilamana dibutuhkan modul-modul latihan yang selama ini ia kerjakan.

“Kakak ini sempat gagal tahun 2024, tapi kakak tidak menyerah. Sambil bekerja menjaga ponsel ya harus latihan ngerjakan soal-soal,” ucap Aisya yang kemudian mendapatkan tepuk tangan dari adik-adik kelasnya, Sabtu (31/5/2025).

Terkait kelulusannya, Aisya mengaku orang tua sangat bangga. Bahkan, orang tua mengusahakan untuk keberangkatan nantinya.

“Saya pasti kejar beasiswa bang. Doakan y bang,” ucap Aisya seraya berterima kasih kepada guru-guru SMA Swasta Teladan yang selalu memberikan semangat.

Kepala sekolah SMA Swasta Teladan Kota Pematangsiantar Sangkot Sitohang, S.Si., M.Pd sangat bangga dengan perjuangan anak didiknya.

Meski gagal tahun 2024, Aisya berhasil bangkit dan tetap belajar meski sembari bekerja sebagai penjaga ponsel.

Perjuangan ini sebagai bukti, bahwa pendidikan lah yang akan merubah segalanya ke arah yang lebih baik. Dia mengejar cita-cita, giat belajar sehingga kelak menjadi kebanggan keluarga.

Perjuangan adik Aisya ini, harus dijadikan motivasi oleh adik-adik kelasnya. Berkreasi di tengah keterbatasan.

“Konsisten, banyak latihan dan evaluasi adalah kunci sukses adik Aisya. Kami mendoakan kesuksesan selama perkuliahan nanti,” ucap Sangkot.

Tidak lupa Sangkot meminta Aisya untuk selalu berdoa dan restu orang tua agar segalanya dilancarkan.

“Jaga diri baik-baik di perantauan nanti,” ucap Sangkot.

 

Editor : Franki Siburian