Beranda Sumatera Utara SMA Swasta Teladan Kota Pematangsiantar Torehkan Prestasi, 51 Siswa/i Diterima di PTN...

SMA Swasta Teladan Kota Pematangsiantar Torehkan Prestasi, 51 Siswa/i Diterima di PTN Diantaranya UI, UGM, UNIBRAW

Aisya Diandra Saragi (dua dari kanan) lulus di UI. Berfoto bersama dengan Kepala Sekolah SMA Swasta Teladan Kota Pematangsiantar, Sangkot Sitohang, S.Si.,M.Pd (kanan ujung)
- Advertisement -

LINK24NEWS-SIANTAR, Sebanyak 51 siswa/i SMA Swasta Teladan yang beralamat di jalan Singosari no.3 Kota Pematangsiantar lulus SNBT ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) diantaranya ke UI, UGM, UNIBRAW dan lainnya.

Kelulusan ini melengkapi siswa/i yang lebih dulu menang melalui SNBP sebanyak 14 orang. Sehingga total keseluruhan 65 orang yang diterima di Universitas Negeri yang tersebar di seluruh Indonesia Tahun 2025.

BACA JUGA : https://link24news.com/hebat-dua-pelajar-sma-swasta-teladan-pematangsiantar-juara-i-dan-juara-ii-olimpiade-sains-nasional-tingkat-kota/

Syifa Amalia Hastuti XII-3 siswi SMA Swasta Teladan Kota Pematangsiantar lulus melalui SNBT Tahun 2025 di Universitas Gajah Mada (UGM) jurusan Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian.

Menurut Syifa, kelulusan ini bukan seperti membalikkan telapak tangan. Namun ada proses yang panjang dan menguras tenaga serta pikiran.

Dijelaskan Syifa, saat berada di lokasi sekolah, seluruh guru sangat mendukung dan mengarahkan siswa untuk memilih jurusan di PTN. Bahkan pembelajaran sangat diprioritaskan jika anak didik mau bertanya.

“Guru-guru disini selalu terbuka kalau mau diskusi dan bertanya. Kalau untuk belajar, guru selalu meluangkan waktu. Makanya sangat senang menimba ilmu disini,” ucap Syifa seraya menerangkan tidak ada bullying oleh senior ke junior di sekolah. Guru-guru sangat tegas dengan itu, bahkan kita bertemannya dengan kakak kelas.

Lanjut Syifa, sekolah juga memberikan buku SNBT yang didalamnya ada soal-soal untuk mengasah kemampuan. Setiap siswa diberikan 3 buku SNBT sebagai bahan latihan dirumah.

“Terbantu diberikan 3 buku untuk menghadapi SNBT. Jika sudah selesai kemudian dipulangkan,” ucap Syifa anak kedua yang beralamat di jalan Pdt. J Wismar Saragih.

Disamping pembelajaran di sekolah, dirinya juga mengikuti bimbingan belajar (bimbel) di luar. Hal ini dipadukan, untuk menambah kekayaan soal dan pengetahuan.

Setelah proses dijalani, yang paling penting, kata Syifa, doa restu orang tua. Ia berkeyakinan, segala usaha tanpa restu orang tidak akan berhasil.

Makanya, saat pengumuman kelulusannya orang tua sangat bergembira. Harapan orang tua untuk lulus di PTN sudah terjawab. Tinggal menjaga kepercayaan orang tua dan sekolah saat mengikuti perkuliahan nantinya.

“Bapak dan mama sangat mendukung. Doa restu orang tua wajib untuk kita melangkah,” kata Syifa, Sabtu (31/5/2025).

Siswi SMA Swasta Teladan lainnya, Aisya Diandra Saragi juga diterima di UI jurusan Ilmu Administrasi Niaga tahun 2025. Hanya saja, ia tamat dari sekolah tahun 2024. Aisya mengibaratkan kebahagian yang tertunda.

“Meski seangkatan saya banyak yang masuk PTN, tapi saya yakin ada hikmahnya,” ucap Aisya.

Sementara Kepala Sekolah SMA Swasta Teladan Kota Pematangsiantar, Sangkot Sitohang, S.Si.,M.Pd mengatakan bangga atas prestasi siswa-siswi tersebut.

Raihan ini merupakan dukungan dari guru-guru dan semua pihak yang tidak kenal lelah mengajari siswa.

Tidak lupa, Sangkot menekankan siswa jangan berpuas diri. Pasalnya, setelah mengikuti perkuliahan akan banyak tantangan yang dilalui dan prosesnya tidak mudah. Selalu menjaga nama baik sekolah di perkuliahan nanti.

Lanjut Sangkot, semoga prestasi ini dapat menjadi contoh buat adik-adik kelasnya untuk berprestasi lebih lagi. Belajar yang giat dibarengi doa dan melangkah harus restu orang tua, adalah kunci sukses untuk meraih cita-cita.

Terhadap anak didik yang belum lulus, jangan berkecil hati. Saya yakin ada keberhasilan yang menanti.

“Adik Aisya menjadi contoh. Gagal tahun 2024 namun bangkit di tahun 2025 dan lulus di UI. Semoga menjadi motivasi bagi adik-adik sekalian,” ucap Sangkot sembari mendoakan kesuksesan anak didiknya di perkuliahan dan kehidupan nantinya.

Editor : Franki Siburian