Seorang Wanita Tabrak Ruang SPKT Polres Pematangsiantar, Sedikit Berbeda Pemahaman Agamanya

- Advertisement -
FAM saat diamankan Polisi usia menerobos dan menabrak pintu depan ruang SPKT Polres Pematangsiantar.

LINK24NEWS-SIANTAR, Seorang Wanita bercadar inisial FAM (28) menerobos dan menabrak kantor Polres Pematangsiantar hingga pintu masuk ruang SPKT pecah.

Ia menerobos dengan mengendarai sepeda motor BK 5856 TAK warna pink. Setelah kejadian itu, FAM langsung diamankan untuk diinterogasi. Polisi juga memeriksa kediaman FAM di Jalan Hok Salamuddin No.59 Kelurahan Siantar Estate, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak turun ke markas Polres Siantar pada Senin malam sekira pukul 20.30 Wib.

Kapolda membenarkan FAM menerobos markas Polres Siantar di Jalan Sudirman, Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar pada Senin pagi (20/3/2022) sekira pukul 07.30 Wib.

Lebih lanjut Kapolda menjelaskan, FAM datang mengendarai motor matic dari arah Jalan Sutomo, saat polantas melaksanakan pengamanan lalu lintas pagi hari.

FAM diduga hendak menabrak petugas Polantas lalu kemudian melarikan diri dan menerobos markas Polres Pematangsiantar hingga menabrak ruangan SPKT.

“Sempat tadi mau menabrak anggota yang melakukan pengaturan (Lalu lintas) namun tidak terjadi. Yang bersangkutan ketika dikejar langsung lari menuju Polres, masuk ke Polres pada akhirnya menabrak ruang SPKT,” kata Irjen RZ Panca kepada wartawan di Polres Pematangsiantar.

Pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap FAM. Kemudian meminta keterangan sejumlah pihak termasuk orang tua FAM yang hadir di Polres Siantar.

Hasilnya, FAM berstatus menikah dua kali dan selama ini tinggal bersama kedua orangtuanya. FAM sedikit berbeda pemahaman agamanya dari orang tuanya sejak mengenal suami keduanya.

Selain itu, dari keterangan yang didapat dari orang tua FAM, perilakunya juga berubah hingga cara berpenampilan.

Belum lama ini, FAM ingin menikah ketiga kali pasca ditalak oleh suami keduanya. Rencana pernikahan ketiga ini merupakan permintaan dari suami keduanya itu.

Namun, kata Irjen RZ Putra, permintaan pernikahan tersebut tidak diterima oleh orang tua FAM.

“Ini menjadi permasalahan bagi keluarga sendiri dan makin meningkat ketika yang bersangkutan meminta untuk menikah untuk ketiga kali, setelah ditalak suami kedua,” ucapnya.

Lebih lanjut Irjen Panca, perubahan perilaku semakin memuncak saat FAM mulai berpisah dengan suami keduanya. Polisi pun akan melakukan pendalaman terhadap latar belakang kepada suami kedua FAM.

“Memang rajin melaksanakan ibadahnya. Namun dalam sehari-hari juga sering mendengarkan ceramah dari YouTube dan meminta kepada orangtuanya untuk mendengarkan. Menurut orang tuanya ini perilaku yang berbeda dari sebelumnya,” jelasnya.

Kapolda menambahkan pihaknya telah memeriksa kamar FAM namun tidak menemukan adanya benda-benda yang berkaitan dengan jaringan Terorisme.

“Karena barang-barang dia sudah diserahkan kepada orang-orang sesuai dengan pemahaman dia. Jadi tidak ada barang-barang hanya ada buku Alquran,” ucapnya.

Pihaknya saat ini sedang mendalami apa penyebab FAM hingga berperilaku berubah drastis, dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Psikologi Polda Sumut.

Namun diketahui keseharian FAM selama ini sering beribadah dan berdzikir.

“Kita berharap dapat mendalami konstruksi peristiwa dalam benak yang bersangkutan. Saat ini kita coba mendalami penjelasan yang bersangkutan lebih dalam,” katanya.

“Yang jelas kita tidak temukan buku-buku yang berkaitan dengan teroris di rumah yang bersangkutan,”ujarnya.

Ketua MUI Kota Pematangsiantar M Ali Lubis mengatakan peristiwa pagi itu sempat mengejutkan warga Siantar.

Ali memaklumi kondisi FAM yang sedikit terganggu pasca ia mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu. Kejadian itu, kata dia membuat cara berpikir FAM kurang sempurna.

“Tadi kita sudah sampaikan kepada orang tuanya, bahwa kita dari MUI siap memberikan tausiyah, wejangan supaya tidak menyimpang dari ajaran berbangsa dan bernegara,” ucapnya.

Sementara Ibu FAM yang hadir di Polres Pematangsiantar menangis histeris dan meminta maaf kepada masyarakat atas peristiwa yang dilakukan anaknya.

“Saya mohon maaf kepada masyarakat yang telah mengganggu, anak saya silap, saya minta maaf karena kami juga keluarga Polisi, anak kami sudah melakukan di luar pemikiran kami,” ucapnya.

Editor : Franki Siburian