LINK24NEWS-SIANTAR, Kehadiran dr Susanti Dewayani dalam penyampaian visi dan misi di Partai Gerindra Kota Pematangsiantar, memperlihatkan tidak adanya keraguan mempercayakan kembali sebagai Wali Kota Pematangsiantar periode 2024-2029.
Bertempat di cafe Kahayangan, Jalan Melati, Kamis (23/5/2024) dr. Susanti mengatakan bahwa sejak janin hingga wafat, Pemko Siantar berusaha sebisa mungkin hadir dalam seluruh permasalahan warga. Bahkan terhitung Mei 2024, Pemko Siantar berhasil menurunkan angka prevalensi stunting di posisi 7,7 persen.
“Kita berhasil menurunkan angka stunting drastis di mana tahun 2023 di posisi 14,3 persen, kini turun ke posisi 7,7 persen. Kita menjadi daerah terbaik ketiga di Sumut yang berhasil menurunkan angka stunting,” kata Susanti.

Susanti juga melaporkan bahwa Pemerintah Kota Pematangsiantar terus meningkat di inovasi dan kreatifitas dalam memberikan layanan masyarakat, solusi persampahan dan birokrasi yang ringkas untuk kaum investor.
“Sampah yang tadinya dibuang begitu saja, dapat dibuat menjadi seperti bricket arang, paving block, dan tempat duduk. Ini akan memaksimalkan sampah di daur ulang menjadi barang yang memiliki nilai tambah dan memiliki nilai ekonomis tinggi,” ucap Susanti.
Selain itu, Pemerintah Kota Pematangsiantar juga berhasil mencari lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) seluas 4 hektare lebih, untuk memenuhi kebutuhan lahan peristirahatan terakhir bagi masyarakat.
Pencarian lahan ini, sambungnga hampir 23 tahun dilakukan oleh setiap wali kota berbeda di Kota Pematangsiantar, dan baru berhasil pada tahun 2024, di saat dirinya memimpin Kota Pematangsiantar.
“Sekarang sudah proses untuk pemetaan bagi yang Muslim, Kristen, Hindu dan Buddha. Kurang lebih sekarang sedang persiapan seiring pertengahan tahun ini sudah bisa dipakai,” ucap Susanti.
Susanti juga melaporkan bahwa Kementerian Kominfo RI mengapresiasi keberhasilan smart city yang dikedepankan Pemko Siantar dalam memberikan layanan kepada masyarakat, dan sinergitas dengan aparat penegak hukum.
“Kita memiliki CCTV 24 titik di sejumlah persimpangan dan Wifi di 30 titik ruang publik dan rumah ibadah, panti asuhan dan kawasan universitas. Sehingga seluruh masyarakat bisa memanfaatkan seperti mahasiswa, dan yang kebetulan paketnya habis,” kata Susanti.
Susanti juga menyampaikan bahwa di masa ia memimpin, angka pengangguran terbuka di Kota Pematangsiantar berada pada posisi 8,62 persen. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pematangsiantar di 80,6 poin.
“Kita bertahap mengurangi angka pengangguran terutama di Dinas Tenaga Kerja. Kita akan berkolaborasi dengan pelaku usaha dan membina keahlian bagi kaum muda kita, dan kurikulum untuk pelajar SMA kita,” katanya.
Mantan Direktur RSUD Djasamen Saragih juga menyebutkan iklim bisnis yang baik di Kota Pematangsiantar, dengan hadirnya waralaba (franchise) ternama di Kota Pematangsiantar. Kehadiran pelaku usaha ini bakal menyerap SDM dan menjawab kebutuhan masyarakat kota.
“Kita juga akan membuat Mall Pelayanan Publik di Lantai 3 Pusat Perbelanjaan Ramayana, sebagai bagian mendekatkan diri ke masyarakat secara terintegrasi. Nanti di sana ada Samsat, ada layanan Imigrasi, hingga administrasi kependudukan,” ujar Susanti.
Penyampaian visi dan misi dr. Susanti Dewayani mendapat tanggapan dari panelis Ibu Herawati Deviana selaku BKMT yang juga kader Posyandu. Herawati meminta ibu Susanti Dewayani kedepannya memperhatikan kader Posyandu.
Dimana peran kader Posyandu sangat penting dalam penurunan Stunting. Selain itu, ia berharap Wali Kota ada perhatian kepada RT sebagai ujung tombak di tengah-tengah masyarakat.
“Suami saya RT, uang transportnya 375 per 3 bulan. Kalau ada masalah, dicarinya RT. Kami mohon lah ada perhatian terhadap RT dan Kader,” harap Herawati.
Selanjutnya panelis Theo Naibaho dari dari mahasiswa mempertanyakan pengembangan seni dan budaya.
Menjawab hal itu, dr. Susanti mengucapkan terima kasih kepada Ibu Herawati atas dedikasi ketulusan hati ibu di dalam bermasyarakat.
“Pastinya kader Posyandu akan lebih diperhatikan. Terima kasih atas dedikasi ketulusan merawat, melayani anak-anak. Kami akan perhatikan kesejahteraan para kader Posyandu,” ucap Susanti seraya menjelaskan bila ada kemampuan keuangan daerah, akan mengkaji honor RT.
Mengenai pengembangan seni dan budaya, kita sudah mempunya seni budaya heritage tinggal kita mengelolanya. Kita sudah ada wisata heritage, wisata rohani, wisata kuliner yang tumbuh menjamur di Kota Pematangsiantar.
“Rumah tua yang ada di Jalan Vihara merupakan rumah Heritage, akan dijadikan tempat seni. Nanti disana akan menjadi tempat pekerja-pekerja seni,” ucap Susanti.
Editor : Franki Siburian


































































