

LINK24NEWS-SIANTAR, Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) umum Kota Pematangsiantar pada periode Juni 2022 mengalami inflasi sebesar 1,36% (mtm) atau secara tahunan mengalami Inflasi sebesar 5,71% (yoy).
Catatan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi periode Mei 2022 sebesar 0,62% (mtm). Demikian siaran pers dari Unit Data Statistik dan Kehumasan (UDSK)
KPw BI Pematangsiantar yang diterima awak media, Senin (4/7/2022).
Dijelaskan tekanan Inflasi pada periode Juni 2022 disebabkan oleh peningkatan harga cabai merah, bawang merah, dan mobil. Harga cabai merah naik sebesar 202,51% (mtm) dengan andil Inflasi sebesar 1,14%.
Sementara harga bawang merah dan mobil masing-masing naik sebesar 37,57 % (mtm) dan 6,75% (mtm) dengan andil Inflasi masing-masing sebesar 0,32 % dan 0,16 %.
“Kenaikan harga Cabai Merah di Bulan Juni tak terlepas dari pengaruh gagal panen yang terjadi di beberapa sentra produksi nasional. Sehingga sebagian pasokan dari komoditas cabai merah di Simalungun dan sentra produksi Sumut lainnya tidak hanya didistribusikan ke Pematangsiantar namun juga harus memenuhi permintaan Medan dan wilayah lainnya,”terangnya.

Kelangkaan pupuk bersubsidi dan tingginya curah hujan juga masih menjadi kendala penyebab penurunan tingkat produksi cabai merah. Selain itu, kondisi di Kab. Simalungun sebagai salah satu sentra produksi cabai merah juga sedang menjalani akhir masa panen cabai, sehingga sisa pasokan cabai sedang menipis.
Kenaikan harga bawang merah juga tidak terlepas dari tingginya curah hujan sehingga banyak sentra-sentra produksi bawang merah di Jawa mengalami gagal panen dan menyebabkan menipisnya pasokan bawang merah. Sementara kenaikan harga mobil dipengaruhi oleh pengurangan relaksasi PPnBM mobil LGCC.
Tekanan inflasi Iebih Ianjut tertahan oleh turunnya harga komoditas daging ayam ras dan sawi hijau. Harga daging ayam ras turun sebesar -19,45% (mtm) dengan andil deflasi sebesar -0,23%. Sementara harga sawi hijau turun sebesar -26,89%(mtm) dengan andil deflasi sebesar Penurunan harga daging ayam ras dipengaruhi oleh membaiknya pasokan daging ayam ras dari Lubuk Pakam dan peternak lokal Siantar.
Sementara penurunan harga sawi hijau tidak terlepas dari masih terkendalinya pasokan sawi hijau dari petani.
Berikut Komoditas dengan andil Inflasi terbesar :
- Cabai Merah
Inflasi 202,51% (mtm), Andil 1,14% - Bawang Merah
Inflasi 37,57% (mtm), Andil 0,32% - Mobil
Inflasi 6,75% (mtm), Andil 0,16% - Cabai Hijau
Inflasi 101,08% (mtm), Andil 0,09%
Berikut Komoditas dengan andil deflasi terbesar :
- Daging ayam ras
Deflasi -19,45%(mtm), Andil -0,23% - Sawi Hijau
Deflasi -26,89%(mtm), Andil -0,06% - Ayam Hidup
Deflasi -9,91% (mtm), Andil -0,06% - Bawang Putih
Deflasi -19,10% (mtm), Andil -0,05%
Berdasarkan kelompok pengeluaran,
Kelompok Makanan, Minuman, dan
Tembakau mengalami Inflasi sebesar
3,09% (mtm) dengan andil Inflasi sebesar 1,20%, disusul oleh Kelompok Transportasi yang mengalami Inflasi sebesar 1,31% (mtm) dengan andil Inflasi sebesar 0,16%.
Berdasarkan disagregasi Inflasi, semua kelompok tercatat mengalami Inflasi dimana Kelompok Volatile Food memiliki andil inflasi tertinggi sebesar 1,15% dengan realisasi inflasi sebesar 4,43% (mtm). Sementara kelompok Inflasi inti dan administered price masing-masing mengalami inflasi sebesar 0,24% (mtm) dan 0,25% (mtm) dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,13% dan 0,05%.
Secara tahunan, Inflasi bulan Juni 2022 disumbang oleh Kelompok Volatile Food yang mengalami Inflasi sebesar 12,69% (yoy) dengan andil Inflasi sebesar 3,16%, disusul oleh Inflasi Inti dan Administered Price sebesar 3,43% (yoy) dan 3,28% (yoy) dengan andil Inflasi masing-masing sebesar 1,82% dan 0,72%.
Dalam upaya untuk mengendalikan Inflasi di bulan Juni tahun 2022, TPID Kab/Kota di Wilayah Kerja KPwBl Pematangsiantar telah melaksanakan beberapa program seperti
Sidak Pasar oleh Satgas Pangan Kota
Pematangsiantar ke Pasar Tradisional,
Pasar Modern, dan Distributor Komoditas Utama. Kemudian monitoring harga komoditas melalui PIHPS maupun harga Diskoperindag.
“Selain itu, operasi Pasar akan dilakukan untuk mengendalikan harga cabai merah,”tulisnya. (Rel)


































































