
LINK24NEWS-SIANTAR, TM br Sitohang, merupakan salah satu pelanggan PLN Prabayar atau kerap disebut listrik pintar sejak 2015 lalu.
Selama menjadi pelanggan listrik Prabayar, berbagai manfaat dirasakan pensiunan guru tersebut dalam hal kebutuhan listrik rumah tangga.
Seperti tidak harus repot-repot membayar tagihan listrik ke kantor PLN dan loket-loket yang telah bekerjasama dengan PLN. Sehingga mengurangi beban waktu, biaya, pikiran terutama bebas antrian.
Mengapa demikian, bila dirunut kebelakang, puluhan tahun ia membayar tagihan listrik dengan mendatangi kantor PLN atau loket-loket yang bekerjasama dengan PLN. Saat itu, ia merupakan pelanggan Paskabayar.
Dari kediamannya di jalan Melanthon Siregar lingkungan Tapian Nauli Kota Pematang Siantar, tentunya memakan jarak, biaya, waktu dan tenaga hanya untuk membayar tagihan listrik ke kantor PLN yang beralamat di Jalan MH.Sitorus dan loket resmi yang berada di jalan Porsea samping kantor PDAM Tirtauli (sekarang sudah berganti nama Perumda Tirtauli).
“Puluhan tahun membayar tagihan listrik dengan mendatangi kantor PLN atau loket. Hal yang sudah sering dihadapi adalah antrian. Hal ini tidak praktis dan memakan waktu,”kenang boru Sitohang, Jumat (10/2/2023).
Selain itu, saat menjadi pelanggan Paskabayar, dirinya seakan diajarkan untuk menunggak. Pasalnya, tagihan listrik satu bulan, dua bulan hingga tiga bulan kerap diabaikan karena tidak adanya pembatasan penggunaan.
“Dulu mau tagihan sebulan, dua bulan dan tiga bulan cuek sehingga pembayaran membengkak. Hal ini karena tidak adanya pembatasan pemakaian saat menjadi pelanggan Paskabayar,”ujarnya.
Makanya, sejak membangun rumah dan pindah yang jaraknya 100 meter dari kediaman lama, ia memutuskan beralih menjadi pelanggan Prabayar atau Listrik Pintar pada tahun 2015.
Selama kurang lebih 8 tahun, kenyamanan itu sudah melekat. Tidak ada lagi tunggakan, tidak ada lagi antrian dan tidak ada lagi surat tagihan. Semuanya serba mudah di tengah perkembangan teknologi.
Dengan memakai listrik Prabayar, kebutuhan listrik disesuaikan dengan penggunaan. Di mana pelanggan mengendalikan sendiri penggunaan listriknya sesuai kebutuhan dan kemampuan.
“Sebagai pelanggan Prabayar, kita memakai listrik dengan seperlunya. Karena saat mengisi token, kita sudah tahu berapa Kwh dalam meter listrik tersebut. Sehingga alat-alat elektronik yang tidak penting, tidak difungsikan untuk menghemat pemakaian,”ucap boru Sitohang dengan merinci nomor meter prabayar (MPB) 56402342283, seraya menerangkan pembelian token sangat mudah bisa melalui indomaret, alfamart, aplikasi online shop, mobile banking dan lainnya.
Ditambahkan boru Sitohang, selama menjadi pelanggan listrik pintar, dirinya tidak pernah tertimpa musibah dan memastikan penggunaannya aman.
“Puji Tuhan, selama pelanggan Prabayar belum pernah tertimpa musibah. Semoga Tuhan melindungi kita semua,”ajaknya kepada masyarakat untuk beralih ke pelanggan Prabayar.

Sementara Heryanto Siburian, Assisten Manager Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan PT. PLN UP3 Pematang Siantar mengatakan hingga saat ini pelanggan Prabayar sebanyak 305.654. Sedangkan pelanggan Paskabayar 361.093.
Dengan perbandingan tersebut, PLN UP3 Pematang Siantar terus berupaya mensosialisasikan kepada masyarakat tentang manfaat listrik pintar.
Di Kabupaten Simalungun, kata Heryanto Siburian, ada Kecamatan yang telah beralih ke listrik pintar dengan pencapaian diatas 80 persen pada tahun 2022. Yakni Kecamatan Gunung Maligas. Hal ini tidak terlepas adanya dukungan dari tokoh masyarakat dan kesadaran masyarakat itu sendiri.
Sehingga selama tahun 2022, total pelanggan di lingkungan PLN UP3 Pematang Siantar yang beralih ke pelanggan Prabayar sebanyak 18.075.
Ditambahkan Heryanto, dalam setiap sosialisasi pihaknya menekankan bahwa peralihan Paskabayar ke Prabayar adalah gratis atau tidak dipungut biaya.
Pelanggan hanya dikenakan syarat melunasi rekening listrik terakhir terlebih dahulu.
“Untuk biaya pemasangan dan biaya material gratis, pelanggan hanya membayar token perdana sebesar Rp 20.000 yang akan dientri di Kwh meter Prabayar,”ucap Heryanto seraya menekankan tidak ada pemutusan bila pelanggan lupa membayar atau mengisi token.
Disamping itu, dengan beralih ke listrik Prabayar tarif listrik pelanggan tidak berubah. Sehingga Rp/Kwh antara saat masih menjadi pelanggan Paskabayar dan setelah beralih ke pelanggan Prabayar masih tetap sama.
“Masyarakat tidak perlu takut beralih ke pelanggan Prabayar. Pemakaian aman, nyaman, anti ribet. Pelanggan cukup menghubungi petugas PLN di kantor terdekat atau dapat mengakses PLN Mobile dengan mendownload dari Play Store melalui handphone android,”tutup Heryanto sekaligus mengimbau pelanggan untuk tidak mencuri listrik.
Penulis : Franki Siburian


































































