LINK24NEWS-SIANTAR, Kepala dinas ketahanan pangan dan pertanian Kota Pematangsiantar yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Drs.L.Pardamean Manurung, M.AP bungkam saat dikonfirmasi apakah telah melakukan PHO terhadap Penyedia atau pemborong atas 4 pekerjaan fisik Tahun 2024.
Baca Juga : https://link24news.com/jaringan-irigasi-tingkat-usaha-tani-di-beberapa-bagian-sudah-rusak-kadis-l-pardamean-manurung-jawab-ini/
Konfirmasi awak media tersebut dilayangkan pada tanggal 28/12/2024, namun hingga Rabu (8/1/2025) kadis tersebut tidak menanggapi konfirmasi tersebut.
Adapun 4 paket kegiatan fisik tersebut dengan metode penunjukan langsung dikerjakan CV. PASMA JAYA sebanyak 2 paket dan CV. GIRA MANDIRI KONSTRUKSI sebanyak 2 paket.
1. Jaringan irigasi tingkat usaha tani D.I Bahkora – II areal persawahan Sipahutar-Bakaran Batu Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Siantar Marihat dengan penyedia jasa CV. PASMA JAYA nilai kontrak Rp 199.690.000.
2. Jaringan irigasi tingkat usaha tani D.I Bahkora belakang kandang ayam lanjutan kelurahan Mekar Nauli, Kecamatan Siantar Marihat dengan penyedia jasa CV. PASMA JAYA nilai kontrak Rp 199.600.000.
3. Jaringan irigasi tingkat usaha tani D.I Bahkora II Dusun Suka Selamat Kiri Bawah Kel.BP Nauli, Kec. Siantar Marihat dengan penyedia jasa CV. Gira Mandiri Konstruksi nilai kontrak Rp 199.700.000.
4. Jaringan irigasi tingkat usaha tani D.I Sibatu batu areal persawahan batu V kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari dengan penyedia jasa CV. Gira Mandiri Konstruksi nilai kontrak Rp 199.700.000.
Dalam konfirmasi PHO tersebut, apakah PPK telah melakukan pengukuran lebar dalam, lebar luar, pondasi dan volume dari titik nol terhadap pekerjaan yang dilakukan penyedia.
Kemudian dikonfirmasi apakah PPK telah melakukan pemeriksaan timbunan tanah urug, apakah telah memeriksa ketebalan lantai atau mengujinya. Dan terakhir apakah PPK telah memperhatikan Penyedia yang tidak memenuhi spesifikasi teknis.
Baca Juga : https://link24news.com/diduga-lalai-awasi-jaringan-irigasi-tingkat-usaha-tani-kadis-sekaligus-ppk-l-pardamean-manurung-akan-ditindaklanjuti-ke-aph/
Hanya saja, PPK L. Pardamean Manurung yang seorang ASN dan menjabat kepala dinas diduga tidak sadar anggaran proyek tersebut bersumber dari negara dalam hal ini APBD Kota Pematangsiantar. Dengan kata lain, proyek tersebut bukan dibiayai dengan anggaran pribadi atau kantong pribadi.
Diketahui PHO berarti serah terima sementara pekerjaan. PHO merupakan tahap dalam proyek konstruksi di mana kontraktor/penyedia menyerahkan proyek secara sementara kepada pemilik atau dinas setelah pekerjaan utama selesai.
PHO dilakukan untuk memastikan bahwa proyek telah mencapai tingkat penyelesaian yang cukup untuk digunakan atau dievaluasi.
Melakukan pemeriksaan, uji coba, atau penggunaan terbatas.
Menjamin kualitas proyek.
Sebelumnya diberitakan salah satu proyek fisik di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Pematangsiantar diragukan kualitas dan sebaiknya ditindak lanjuti ke aparat penegak hukum.
Pasalnya pekerjaan pembangunan jaringan irigasi tingkat usaha tani DI Bahkora belakang kandang ayam lanjutan kelurahan Mekar Nauli, Kecamatan Siantar Marihat dengan penyedia jasa CV. PASMA JAYA Rp 199.600.000 didapati beberapa bagian yang sudah rusak, Selasa (7/1/2025).
Lantai beton yang baru dicor saat akhir Desember tahun 2024, malah di beberapa titik sudah rusak dan berlubang. Diduga kualitas campuran lantai beton tersebut perlu diuji oleh PPK bersama konsultan pengawas.
Adanya kerusakan ini diduga kuat lemahnya pengawasan oleh PPK dan konsultan pengawas dalam kegiatan tersebut.
Kerusakan juga terlihat di plesteran permukaan pasangan batu di beberapa titik lokasi. Proyek yang dibiayai APBD Kota Pematangsiantar ini, plesteran sudah terkelupas. Pekerjaan jaringan irigasi tani ini seharusnya mendapat pengawasan ekstra untuk menjamin kualitas pekerjaan.
Selain itu, ditemukan juga bekas galian pasangan batu belum ditimbun dengan tanah urug.
Kepala dinas ketahanan pangan dan pertanian Kota Pematangsiantar yang juga menjabat PPK, Drs.L.Pardamean Manurung, M.AP ketika dikonfirmasi mengatakan apakah siap berurusan dengan APH dengan kondisi pekerjaan di lapangan?, Kadis tersebut mengaku akan menghubungi pelaksana proyek.
“Segera km hubungin pelaksana proyek y ky,” tulis Pardamean melalui WA.
Sementara konfirmasi dengan konsultan pengawas Torang Tampubolon masih centang satu.
Editor : Franki Siburian


































































