LINK24NEWS-SIANTAR, Salah satu proyek fisik di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Pematangsiantar diragukan kualitas dan sebaiknya ditindak lanjuti ke aparat penegak hukum (APH).
Pasalnya pekerjaan pembangunan jaringan irigasi tingkat usaha tani DI Bahkora belakang kandang ayam lanjutan kelurahan Mekar Nauli, Kecamatan Siantar Marihat dengan penyedia jasa CV. PASMA JAYA Rp 199.600.000 didapati beberapa bagian yang sudah rusak, Selasa (7/1/2025).

Lantai beton yang baru dicor saat akhir Desember tahun 2024, malah di beberapa titik sudah rusak dan berlubang. Diduga kualitas campuran lantai beton tersebut perlu diuji oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersama konsultan pengawas.
Adanya kerusakan ini diduga kuat lemahnya pengawasan oleh PPK dan konsultan pengawas dalam kegiatan tersebut.
Kerusakan juga terlihat di plesteran permukaan pasangan batu di beberapa titik lokasi. Proyek yang dibiayai APBD Kota Pematangsiantar ini, plesteran sudah terkelupas. Pekerjaan jaringan irigasi tani ini seharusnya mendapat pengawasan ekstra untuk menjamin kualitas pekerjaan.


Kepala dinas ketahanan pangan dan pertanian Kota Pematangsiantar yang juga menjabat PPK, Drs.L.Pardamean Manurung, M.AP ketika dikonfirmasi apakah siap berurusan dengan APH dengan kondisi pekerjaan di lapangan?, Kadis tersebut mengaku akan menghubungi pelaksana proyek.
“Segera km hubungin pelaksana proyek y ky,” tulis Pardamean melalui WA.
Upaya konfirmasi juga dilayangkan dengan konsultan pengawas Torang Tampubolon, hanya saja masih centang satu.
Editor : Franki Siburian


































































