Pasca kebakaran Gedung IV Pasar Horas Kota Pematangsiantar yang terjadi pada tahun lalu, pedagang terpaksa berjualan di tenda darurat yang terletak di jalan Merdeka persis depan gedung yang terbakar.
Pemko Pematangsiantar kemudian melakukan perobohan gedung bekas kebakaran, untuk mengembalikan pedagang ke dalam. Apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru, arus lalu lintas dipastikan akan macet total bilang tidak ditangani segera.
Oleh karena itu, relokasi pedagang eks Gedung IV Pasar Horas Pematangsiantar ke Jalan Merdeka Bawah dijadwalkan selesai Selasa (30/9/2025). Relokasi mulai dilakukan Sabtu (27/9/2025). Relokasi pedagang terkait rencana perobohan Gedung IV Pasar Horas pasca terbakar tahun lalu.
Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Horas Jaya (PHJ) Kota Pematangsiantar Bolmen Silalahi, SP, Sabtu (28/9/2025) kepada wartawan mengatakan, di hari pertama relokasi, Sabtu (27/9/2025) malam pihak PD PHJ, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Perhubungan (Dishub) telah standby di lokasi. Namun memang belum ada pedagang yang melakukan relokasi.
“Penyebabnya, pedagang belum ada persiapan untuk pindah di hari pertama. Selain itu, ada pedagang yang merasa ragu karena adanya isu unjuk rasa,” terang Bolmen.
Lebih lanjut Bolmen mengatakan, lapak di lokasi relokasi, Jalan Merdeka Bawah, tersedia 272 unit, yang batasnya empat ruko sebelum Perguruan/Masjid Muhammadiyah,” sebut Bolmen.
Para pedagang, lanjutnya, yang sudah menerima nomor ada 264 dari data pedagang sebanyak 271.
“Ukuran lapak relokasi 2 meter x 1,8 meter,” ucap Bolmen.
Bolmen juga memohon bantuan Dishub Pematangsiantar agar lapak untuk relokasi pedagang bisa steril dari parkir mobil dan sepeda motor, terutama di hari Senin (29/9/2025) dan Selasa (30/9/2025), mengingat di lokasi tersebut juga terdapat kafe.
Sedangkan kepada PT PLN, Bolmen berharap instalasi listrik segera dipasang. Begitu juga instalasi air oleh Perumda Air Minum Tirta Uli.
“Minimal dua hari ini agar instalasinya sudah ada terlihat. Sebab sudah menjadi isu kalau lapak relokasi tidak ada sarana listrik dan air,” ucap Bolmen.
Dalam kesempatan tersebut, Bolmen mengatakan pihak PD. PHJ menyediakan kereta dorong dan unit kendaraan Viar yang sudah dimodifikasi untuk membantu pedagang mengangkut barang dagangannya. Selain itu, ada pekerja sebanyak 20 orang yang akan membantu para pedagang yang diambil dari pihak ketiga.
“Diperkirakan hari Senin dan Selasa menjadi puncak aktivitas relokasi pedagang,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pematangsiantar Junaedi Antonius Sitanggang, S.STP.,M.Si dalam Surat Nomor 002/100.1/5791/IX-2025 menjelaskan relokasi pedagang ke Jalan Merdeka Bawah merupakan kesepakatan bersama antara pedagang dengan Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar.
Kemudian, relokasi pedagang paling lama selesai tanggal 30 September 2025. Terakhir, PD.PHJ bertanggung jawab dalam membantu pedagang memindahkan kios sesuai zona yang telah ditentukan.
#Pemko Bicara Hati ke Hati dengan Pedagang
Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi SH MKn memerintahkan Sekretaris Daerah Junaedi A Sitanggang, S.STP.,M.Si untuk menjalin komunikasi hati ke hati dengan pedagang. Sehingga proses relokasi ke tempat baru berjalan lancar dan memberi rasa nyaman, aman dan damai ke semua pihak.
Dalam kunjungan Sekda Junaedi ke pedagang, ia mendengar banyak masukan dari pedagang dan siap merumuskan hal-hal apa saja yang dibutuhkan untuk menempati lokasi relokasi yang baru.

“Tadi ada pedagang bertanya tentang toilet, nanti kita pasti sediakan. Kemudian terkait pemindahan, juga sudah kita sediakan troli sorong untuk mengangkut barang dagangan,” kata Junaedi.
Para pedagang eks Gedung IV Pasar Horas yang selama ini berjualan di pinggir Jalan Merdeka, berangsur-angsur bersedia pindah atau bergeser di Jalan Merdeka Bawah. Relokasi para pedagang tersebut merupakan langkah pemerintah dalam upaya perobohan Gedung IV Pasar Horas yang terbakar tahun lalu.
Junaedi bersama Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD.PHJ) Bolmen Silalahi dan sejumlah pimpinan OPD terkait, berjalan menyisiri lorong lapak berjualan dan berinteraksi langsung dengan pedagang.
Junaedi melakukan pendekatan persuasif kepada pedagang yang awalnya masih bimbang karena khawatir nantinya mereka telantar di lapak baru. Ia pun berusaha meyakinkan para pedagang. Salah satunya, memastikan di lapak baru telah disiapkan fasilitas air dan listrik.
Diterangkan Junaedi, setelah para pedagang direlokasi, maka Gedung IV Pasar Horas ditutup untuk mempermudah proses pembongkaran. Nantinya, setelah gedung dirobohkan dan dibersihkan, maka para pedagang bisa berjualan di lahan eks Gedung IV.
“Jadi setelah gedung diratakan, maka paling lama akhir November pedagang kembali berjualan ke dalam,” ucap Junaedi, Senin (29/9/2025).
Junaedi juga memastikan, paling lama Selasa (30/9/2025) para pedagang sudah bisa pindah untuk proses perobohan.
Setelah mendengarkan penjelasan Junaedi, para pedagang merasa puas dan tidak khawatir lagi. Mereka kompak dan setuju untuk pindah ke lapak baru, Selasa (30/9/2025).
“Syukurlah sudah mendapat penjelasan dari Bapak Sekda, dan kami tidak khawatir telantar lagi,” kata seorang pedagang.
Junaedi memastikan kios para pedagang tidak akan dirusak saat proses pemindahan. Justru akan dibantu oleh personel Pemko Pematangsiantar yang ada di lapangan.
Usai berinteraksi dengan para pedagang, Junaedi mewakili Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, SH.,MKn memimpin apel kesiapsiagaan dalam rangka relokasi pedagang Gedung IV Pasar Horas.
Selanjutnya, Junaedi sempat berkomunikasi dengan para pemilik toko di Jalan Merdeka Bawah. Pemilik toko juga setuju dengan relokasi para pedagang. Kemudian Junaedi bersama OPD terkait meninjau batas lapak pedagang berjualan di Jalan Merdeka Bawah, yakni empat ruko sebelum Perguruan/Masjid Muhammadiyah.
Amatan awak media di sepanjang lapak baru, para petugas Perumda Air Minum Tirta Uli sedang memasang instalasi untuk memenuhi kebutuhan air bagi para pedagang.
Sementara itu, pengendara bernama Sulis berharap perpindahan atau relokasi pedagang mempercepat proses perobohan.
Bagaimana pun, selama ini kemacetan sangat parah dikarenakan pedagang sudah berjualan ke badan jalan. Sehingga ruas jalan menyempit, volume kendaraan sangat banyak.
Dengan dipindahkan pedagang, akan mempercepat proses perobohan sehingga pedagang bisa lagi ke dalam berjualan.
“Langkah Pemko Pematangsiantar sudah tepat, memberikan solusi kepada pedagang dan pengendara terlebih ke masyarakat luas,” katanya. (ADV).


































































