LINK24NEWS-SIANTAR, Guru-guru ASN Pematangsiantar yang bergabung dalam Forum Komunikasi Guru ASN (FKGASN) Kota Pematangsiantar melaksanakan kegiatan “Suara Guru Berdiskusi”, Kamis (20/3/2025) di cafe 2 de Point Jalan Farel Pasaribu.
Dalam kegiatan diskusi tersebut, para guru bersuara memberikan berbagai pemikiran dalam bentuk kritik kebijakan pendidikan, ide dan usul program perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan di Kota Pematangsiantar.

Menurut Ketua FKGASN Kota Pematangsiantar, Reokoming Tampubolon, SPd didampingi Sekretaris, Riska Pane, SPd mengatakan bahwa dari hasil diskusi, ada puluhan usul program dan kebijakan pendidikan yang nantinya akan direkomendasikan ke Dinas Pendidikan dan Walikota Pematangsiantar.
Proses pengangkatan kepala sekolah dengan assesmen persyaratan dan kompetensi yang transparan tanpa praktik dagang jabatan, menjadi salah satu usul kebijakan yang akan disampaikan kepada Walikota Pematangsiantar.
Selanjutnya Reokoming Tampubolon menyampaikan bahwa guru-guru Kota Pematangsiantar mengharapkan, Walikota Pematangsiantar harus bijaksana menempatkan ASN yang punya latar dan kompetensi pendidikan yang prima dalam menduduki jabatan di lingkungan Dinas Pendidikan.
“Kemudian FKGASN juga meminta agar Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan tidak terlalu membebani anggaran kegiatan dari dana Bos, agar kepala sekolah bisa fokus menggunakan dana Bos untuk keperluan peserta didik di sekolahnya,” ujar ketua FKGASN seraya berharap agar para guru-guru tetap solid untuk memperjuangkan kepentingan guru dan memberikan kontribusi pemikiran untuk kemajuan pendidikan di kota Pematangsiantar.
FKGASN juga akan merekomendasi beberapa usulan kebijakan, seperti pemberlakuan jam masuk sekolah yang berbeda untuk beberapa sekolah, guna menghindari kemacetan di Kota Pematangsiantar. Pelaksanaan Olimpiade antar siswa, pemberian reward kepada guru melalui kegiatan lomba guru berprestasi, menata ulang penempatan guru ASN agar tidak ada lagi guru berlebih di satu sekolah, hingga menuntaskan pengangkatan guru honor di sekolah negeri menjadi P3K.
Ditambahkan Sekretaris FKGASN Riska Pane, pihaknya meminta Dinas Pendidikan harus segera memikirkan solusi kekosongan operator sekolah, setelah adanya pengangkatan namum di tempatkan ke unit kerja lain. Penyeragaman waktu penerimaan siswa baru baik itu sekolah negeri dan swasta, memperjelas status dan SDM tenaga pendidik sekolah dalam pemberian pelajaran muatan lokal, hingga percepatan penyaluran hak guru seperti THR, tunjangan profesi dan tamsil 100 persen TPG tahun 2025.
“Ia juga mengingatkan agar Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar juga peduli dengan nasib organisasi guru, PGRI di Kota Pematangsiantar agar segera diaktifkan dengan mengangkat kepengurusan yang baru dari unsur guru-guru Kota Pematangsiantar,” kata Riska.
Terlihat dalam diskusi itu, para guru bersemangat dalam diskusi memberikan ide pemikiran yang konstruktif untuk kemajuan pendidikan di Kota Pematangsiantar.
“Guru Siantar bergerak, guru Siantar bersuara” menjadi yel – yel mereka.
Sementara Kepala dinas pendidikan Kota Pematangsiantar, Muhammad Hamdani Lubis, SH mengatakan semua masukan sangat baik.
“Semua masukan sangat baik utk penyelenggaraan pendidikan yang lebih baik,” jawabnya.
Editor : Franki Siburian


































































