LINK24NEWS-SIMALUNGUN, Ditandai dengan pengguntingan pita gapura dan bersepeda bersama, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar bersama Bupati Simalungun diwakili staf ahli Debora Hutasoit meresmikan rest area di desa wisata Sait Buttu Saribu, Kecamatan Pematang Sidamanik, Jumat (31/1/2025).

“Rest area ini selain merupakan sarana bagi wisatawan untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan hamparan kebun teh, serta juga sebagai tempat pusat informasi mengenai tempat-tempat wisata yang ada di Desa Wisata Sait Buttu Saribu. Gapura yang tadi telah kita resmikan juga, berfungsi sebagai penanda pintu masuk desa wisata sait buttu saribu, dan informasi singkat mengenai lokasi-lokasi wisatanya,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Muqorobin.
Sambung Muqorobin mengatakan Desa Sait Buttu Saribu sebagai salah satu Desa Wisata yang berada di sekitar Danau Toba, memiliki potensi yang cukup besar. Wilayah Nagori Sait Buttu Saribu, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun sebagai salah satu wilayah yang memiliki akses menuju Kawasan Wisata Danau Toba.
“Dengan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan ke Danau Toba, wisatawan juga dapat mampir ke Desa Sait Buttu Saribu ini,” ucap Muqorobin.

Sait Buttu, menurut Muqorobin, memiliki keunggulan yang dapat menarik wisatawan. Di mana topografi wilayah Nagori Sait Buttu Saribu yang merupakan dataran tinggi pada ketinggian berkisar 800 mdpl, memiliki potensi pariwisata yang cukup besar
antara lain berupa usaha ekonomi produktif, perkebunan kopi, perkebunan teh PTPN IV dan kawasan hutan pinus.
Kegiatan peternakan yang dilakukan
masyarakat berupa ternak kambing dan ayam. Tanaman hortikultura yang dikembangkan antara lain cabai merah, cabai rawit, tomat, jagung, jamur tiram dan jahe yang dibudidayakan oleh sebagian masyarakat. Usaha home industri yang ada antara lain kripik keladi (talas), kripik pisang, peyek dan klanting. Selain usaha tersebut diatas juga terdapat usaha Cafe atau warung kopi.
Lanjut Muqorobin, Bank Indonesia Pematangsiantar sejak awal tahun 2020 telah menginisiasi Nagori Sait Buttu Saribu menjadi mitra strategis dalam rangka pengembangan ekonomi desa.
Berbagai potensi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan unit usaha yang dikembangkan antara lain Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Buttu Asri, Kelompok Pegiat Peternakan Madu TAKOMA, Bank Sampah SIMPATIK / Kerajinan Limbah, Buttu Coffee dan Badan Usaha Milik Nagori (BUMNAG) Buttu Saribu Jaya.
Berbagai dukungan yang diberikan dalam pengembangan Nagori Sait Buttu Saribu yaitu pemberian sarana dan prasarana produksi Penangkaran Lebah Madu Takoma, Pembangunan Gudang Bank Sampah, Pelatihan Peningkatan kapasitas Pelaku Pariwisata Desa dengan menghadirkan Narasumber Pegiat Wisata Nasional SUGENG HAANDOKO dari Desa Wisata Nganggeran Kab. Gunung Kidul, Provinsi DIY. Kemudian promosi Desa Wisata melalui berbagai kegiatan seperti kegiatan Pasar Tani Kopi. Dan di tahun 2024 yang lalu, kami masih tetap memberikan dukungan pengembangan wisata kepada Desa Wisata Sait Buttu Saribu, yaitu antara lain:
a. bantuan kepada Pokdarwis Buttu Asri berupa peralatan kebersihan, sepeda onthel dan MTB yang digunakan sebagai paket wisata kepada pengunjung, gapura, dan papan informasi.
b. bantuan kepada Bumnag Buttu Saribu Jaya berupa pemugaran halaman rest area dan mesin kopi.
c. bantuan kepada Bank Sampah Simpatik berupa mobil pick up, yang digunakan untuk mengumpulkan sampah dan distribusi hasil pengolahan sampah.
Sementara itu, staf ahli Pemkab Simalungun Debora Hutasoit turut mendukung desa Sait Buttu Saribu menjadi daerah wisata, yang dapat mendongkrak pendapatan asli daerah serta perekomian rakyat sekaligus mengangkat kesejahteraan masyarakat setempat.
Dalam kegiatan itu juga, salah satu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Slamet Riyadi menyadari bahwa desa Sakit Buttu Saribu berubah signifikan.
Di mana 6 tahun lalu, Sait Buttu Saribu hanya menjadi daerah lintasan, namun sekarang telah menjadi tempat destinasi baru yakni daerah edukasi dan tempat wisata nyaman, yang udaranya sejuk dan cocok menikmati berbagai ragam kuliner.
Dengan adanya rest area ini, data kunjungan di daerah ini sangat siginifikan. Pengunjung tertarik mendengarkan musik dan melihat suasana sejuk sembari minum kopi.
“Cukup banyak wisatawan yang datang, bahkan dari negara Jepang, negara Malaysia. Bahkan kemarin ada anak gadis yang liburan sendiri dan nginap di home stay untuk menghilang galau,” ucap Slamet sembari menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung Desa Sait Buttu Saribu menjadi desa wisata.
Editor : Franki Siburian


































































