Sebut “Nggak Main Nggak Ada Suara” kepada TS Caleg Fransisco Sibarani, Oknum ASN Pemkab Simalungun Terancam Dilaporkan 

- Advertisement -

LINK24NEWS-SIANTAR, Nining Dachi akhirnya berurusan panjang setelah melontarkan pernyataan “nggak main nggak ada suaranya” kepada salah seorang tim sukses (TS) Fransisco H. Sibarani, S.Si, yang merupakan Caleg Partai Hanura Dapil 1 (Siantar Utara dan Siantar Barat) dari Partai Hanura no urut 1.

Bahkan pihak keluarga akan menempuh jalur hukum dan melaporkan ke Bawaslu terkait sengketa pemilu, karena menyampaikan informasi bohong di tengah perjuangan menggaet hati masyarakat. Kemudian adanya dugaan kampanye hitam.

“Ini jelas merugikan adik saya yang tengah berjuang menyakinkan masyarakat untuk memilih dia. Ini juga menyangkut harga diri keluarga. Kita tidak terima,” tegas Pardamean Sibarani, Abang kandung Fransisco sekaligus ketua tim pemenangan, Jumat malam (9/2/2024).

Pardamean Sibarani mengatakan pernyataan Nining Dachi yang berprofesi ASN Pemkab Simalungun tersebut, membuat tim suksesnya R br Manalu kehilangan semangat. Apalagi tim suksesnya telah bekerja selama 3 bulan mendata masyarakat.

Makanya setelah tim suksesnya melapor menyebutkan “nggak main itu, tadi malam sudah diputuskan ketua Partainya Ronal dikeluarkan suaranya” harus diklarifikasi langsung oleh Nining Dachi.

Teks Poto bawah : Tanda panah Nining Dachi, ASN Pemkab Simalungun

Dalam pertemuan pada Jumat malam (9/2/2024) sekira pukul 19.50 Wib, Nining Dachi membenarkan pernyataan tersebut dihadapan Panwas Kecamatan Siantar Utara. Bahkan Nining Dachi menyebutkan pilihannya kepada caleg Jameston yang harusnya netral sebagai ASN.

Nining Dachi berdalih, ia melontarkan pernyataan tersebut kepada tim sukses R br Manalu karena sudah merasa dekat dan sehari-hari selalu sama. 

“Makanya ketika ditanya ke Fransisconya kakak, kujawab ke Jamestonnya aku karena dekat rumah, satu sarikat. Itu karena sudah dekat dan selalu sama, kalau orang lain yang tanya pasti saya diam,” kata Nining.

Nining menyebutkan itu, karena ia mendengar kabar burung dari warung-warung tanpa menyebutkan secara jelas darimana informasi berasal dan siapa orangnya.

Ketua Panwas Kecamatan Siantar Utara Jhon Purba didampingi anggota Rendy Sujiwo dan David Sumbayak mengingatkan Nining Dachi harus netral karena seorang ASN. 

Dalam persoalan tersebut, Panwas Utara mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan. Mengingat Nining Dachi dan tim sukses R br Manalu satu kampung dan sudah dekat. 

“Kita sarankan penyelesaian secara kekeluargaan,” kata Jhon.

Kemudian anggota Panwas Siantar Utara David Sumbayak menanyakan apakah Nining Dachi bersedia meminta maaf kepada tim sukses dan tim pemenangan. 

Mendengar itu Nining bersedia dan menyampaikan maafnya atas pernyataan tersebut. 

Namun Pardamean Sibarani meminta permintaan maaf itu harus disampaikan di depan orang tuanya, adiknya Fransisco dan keluarga karena telah menyangkut harga diri keluarga.

“Permintaan maaf harus disampaikan di depan orang tua dan keluarga saya,” tegas Pardamean.

Dalam pertemuan tersebut, Nining sepakat untuk hadir dan menyampaikan permintaan maafnya secara langsung pada Sabtu malam (10/2/2024). 

Usai pertemuan, Pardamean Sibarani ketika diwawancarai dengan geram akan menelusuri siapa sumber informasi yang merendahkan harga diri keluarga mereka. Kabar yang beredar di masyarakat bahwa adiknya pada Pileg 2019, 5 tahun lalu “jual suara” makanya bisa langsung bangun rumah harus ditelusuri. 

“Jual suara itu fitnah, apalagi sampai bisa bangun rumah,” tegas Pardamean.

“Kita tidak mau membiarkan informasi liar seperti itu. Biar jadi pembelajaran jangan asal bicara,” tambah Pardamean.

Dalam perhelatan Pileg ini, kata Pardamean Sibarani, adiknya Fransisco H Sibarani, S.SI Caleg Partai Hanura Dapil I (Siantar Barat dan Siantar Utara) nomor urut 1 bersama para tim sukses tengah berjuang keras merebut hati masyarakat. Pihaknya memohon doa dan dukungan masyarakat, agar nantinya dapat memperjuangkan aspirasi untuk kebaikan bersama.

“Doa dan dukungan masyarakat sangat berharga,” tutup Pardamean.

Editor : Franki Siburian