Beranda Sumatera Utara Kepala SMAN 1 Dolok Panribuan Didemo Guru dan Siswa, Diduga Arogan

Kepala SMAN 1 Dolok Panribuan Didemo Guru dan Siswa, Diduga Arogan

- Advertisement -

LINK24NEWS-SIMALUNGUN, Proses belajar mengajar di SMAN 1 Dolok Panribuan di bawah naungan Wilayah VI Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara terhenti, dikarenakan guru, siswa dan orang tua wali murid melakukan unjuk rasa terhadap kepala sekolah Rismauli Hutabarat, agar segera mundur dari jabatannya.

Unjuk rasa yang digelar guru, siswa-siswi beserta orang tua wali murid berlangsung mulai pagi hingga siang, di halaman SMAN 1 Dolok Panribuan, jalan Parapat Tiga Dolok, kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Kamis (20/7/2023).

Horas Manullang perwakilan dari guru menyampaikan tuntutannya dihadapan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Sumut dan masyarakat, hanya satu “ganti Kepala SMAN 1 Dolok Panribuan Rismauli Hutabarat”.

Pasalnya ada 4 poin yang menjadi alasan, agar kepala sekolah tersebut diganti. Poin 1, berkaitan dengan Rismauli Hutabarat selaku kepsek perlakuannya diduga arogan dan otoriter, kenapa karena dia sering mempermalukan guru di depan siswa.

Sering menekan dan mengancam guru-guru, mengadu domba antar kami sesama guru-guru selaku tenaga pendidik disekolah ini. Bukan hanya itu saja, melakukan kata-kata kasar atau tidak pantas baik secara langsung maupun melalui whatsapp serta melakukan perintah kepada guru sesuai dengan keinginannya.

Sambungnya, operator sekolah ibu E. Situmorang sering diintimidasi dan difitnah, contoh fitnah yang dilakukan kepsek bahwa data sudah dihapus oleh operator tersebut. Kemudian, kami menduga ada guru yang jatuh sakit karena kepsek sering mencari kesalahan. Selanjutnya, pengaturan guru honorer sesuai dengan selera kepsek atau kedekatan dengan kepsek bukan berdasarkan lamanya bekerja.

Lanjutnya lagi, kepsek sering membuat program secara tiba-tiba, contoh pada hari yang sama berlangsungnya pemberkatan pernikahan salah satu teman kami. Tetapi di hari yang sama, juga langsung dilaksanakan kegiatan workshop tanpa ada perencanaan sebelumnya.

Kemudian, “pemberhentian guru PJOK di sekolah ini dengan kurun lama bertugas selama dua bulan dengan alasan tidak linier, padahal banyak guru tidak linier kenapa tidak diberhentikan”.

Poin kedua, tidak disiplin dalam penggunaan waktu, kalau dia tidak terlambat sering marah-marah kepada guru dihadapan siswa. Kemudian pada hari Sabtu, tidak masuk sekolah dengan alasan ada banyak tugas diluar sekolah. Kemudian, jadwal dalam kegiatan sering terganggu dan tidak tepat waktu karena keterlambatan kepsek.

Ketiga, bersangkutan dengan dana, yang bersangkutan dengan partisipasi siswa seperti kegiatan Natal, Pensi tidak ada dalam pertanggunjawaban. Belanja kebutuhan setiap kegiatan, dilakukan kepsek sendiri tanpa melibatkan panitia yang sudah dibentuk.

Keempat, biaya buku perpustakaan yang hilang dibuat siswa. Siswa harus mengganti dengan uang tunai yang tertera dalam RKAS BOS.

“Siswa tidak boleh mengganti buku yang hilang dengan buku yang sama harus membayar uang tunai sebesar Rp.120.000. Selanjutnya uang persembahan dalam kerohanian dikelola sendiri oleh kepsek, padahal ada bendahara dan guru agama tetapi tidak dilibatkan,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, kepala Dinas Pendidikan wilayah Cabang VI, R. Zuhri Bintang menyampaikan permasalahan yang ada di SMAN 1 Dolok Panribuan sudah kita tampung dan akan kita lakukan evaluasi.

Dihadapan guru dan siswa R. Zuhri mengatakan “laporan ini alangkah baiknya laporan itu ada yang tertulis, tertera tanda tangan sebagai bahan pertimbangan kita,” katanya.

“Kemudian apa yang disampaikan guru, siswa, orang tua wali murid serta alumni jangan terbawa dalam masalah ini,” ujarnya. ucapnya

R. Zuhri menyarankan kepada guru dan siswa-siswi SMAN 1 Dolok Panribuan, mulai besok guru sebagai tenaga pendidik tetaplah mengajar disekolah seperti biasa.

“Besok proses belajar mengajar tetap dilaksanakan seperti biasanya,” ujarnya.

R.Zuhri menegaskan masalah yang ada akan segera kita tuntaskan secepatnya.

“Kalau memang nantinya ada kesalahan-kesalahan kita temukan, kita akan lakukan tindakan secara tegas,” ucapnya.

Sementara ketika dikonfirmasi dengan  Kepala SMAN 1 Dolok Panribuan, Rismauli Hutabarat melalui aplikasi WA, Kamis (20/7/2023) sekira pukul 18.08 Wib tidak menanggapi. Begitu juga panggilan WA tidak mengangkat.

Penulis : Wandi Berutu