SMA Swasta Teladan Kota Pematang Siantar Sukses Selenggarakan Pesta Rondang Bittang, 3 Tema P5 Terlaksana

- Advertisement -

LINK24NEWS-SIANTAR, SMA Swasta Teladan Kota Pematang Siantar sukses menggelar Pesta Rondang Bittang sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), Rabu (21/6/2023).

Di mana Pesta Rondang Bittang, termasuk salah satu tema P5 yakni Kearifan Lokal. Dengan begitu, ada tiga dari tujuh tema P5 yang telah dilaksanakan SMA Swasta Teladan Kota Pematang Siantar. Yakni Suara Demokrasi, Kewirausahaan dan terakhir Kearifan Lokal. 

BACA JUGA : https://link24news.com/sejarahsma-swasta-teladan-pematang-siantar-terapkan-pemilu-dalam-memilih-pengurus-osis

Kepala sekolah SMA Swasta Teladan Kota Pematang Siantar, Sangkot Sitohang, S.Si M.Pd menjelaskan  pelaksanaan tema Suara Demokrasi yang telah terlaksana yaitu pemilihan ketua OSIS. Pada pemilihan ketua OSIS ini, para siswa menerapkan sistem Pemilu. 

Kemudian tema Kewirausahaan, anak didik dipersiapkan setelah lulus dari jenjang SMA, dapat berwirausaha. 

Dan terakhir tema Kearifan Lokal, di sini SMA Swasta Teladan Kota Pematang Siantar memilih budaya Simalungun. 

Baca Juga : https://link24news.com/hebat-dua-pelajar-sma-swasta-teladan-pematangsiantar-juara-i-dan-juara-ii-olimpiade-sains-nasional-tingkat-kota

“Tujuannya agar budaya itu tidak tertinggal. Sehingga pelajar tetap mengikuti dan membudayakan kebudayan Simalungun tersebut. Kenapa budaya Simalungun, karena kita tinggal di daerah Simalungun,”ucap Sangkot. 

Tari tor-tor sombah
Teks Video : guru-guru kenakan baju adat Simalungun. Siswi kelas X bawakan tor-tor Sombah

Dirinci Sangkot Sitohang, adapun panitia Pesta Rondang Bittang adalah siswa-siswi kelas X, yang nota bene baru tamat dari jenjang SMP. Sedangkan bapak/ibu guru pembimbing P5 adalah pengarah.

“Kami sangat bangga dengan anak didik kelas X, baru tamat SMP tetapi sudah bisa berinovasi. Mereka sudah bisa memberikan aspirasinya di P5. Inilah kelebihan kurikulum Merdeka,”ujar Sangkot.

Tak lupa Sangkot Sitohang mengucapkan terima kasih kepada anak didik yang terlibat dalam Pesta Rondang Bittang, kepada para guru pembimbing, orang tua dan lainnya. 

“Kepada anak didik kelas X teruslah berinovasi, lebih kreatif lagi ke depan. Meski P5 tidak ada di kelas XI dan XII, kami yakin adek-adek sudah memiliki modal untuk terus berinovasi dan mengembangkan diri,”katanya. 

teks poto : para guru SMA Swasta Teladan Kota Pematang Siantar mengenakan baju adat Simalungun bersama Panitia Pesta Rondang Bittang. Turut perwakilan orang tua siswa.

Sementara Kepala Cabang Dinas Wilayah VI, Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, Drs. R. Zuhri Bintang, M.AP mengapresiasi kegiatan Pesta Rondang Bittang tersebut.

Hal ini, lanjut R. Zuhri, merupakan bagian dari kurikulum Merdeka, di mana anak didik diajak melestarikan dan mencintai budaya Simalungun. Dengan begitu, anak didik diajarkan warisan leluhur. 

Pada kesempatan itu, R Zuhri menegaskan hanya beberapa sekolah di Wilayah VI yang mengadakan kegiatan seperti ini. Dia sangat mengapresiasi SMA Swasta Teladan Kota Pematang Siantar yang telah mengimplementasikan kurikulum merdeka dengan baik dan tuntas.

Teks poto : drama asal usul Simalungun

Kacabdis Wilayah VI itu juga berpesan kepada anak didik, untuk menyiapkan diri mewujudkan generasi emas 2045. Sebagai generasi penerus bangsa, anak didik dituntut memberikan terbaik kepada bangsa.

“Tidak hanya kepala sekolah atau bapak ibu guru yang bertanggung jawab dalam mewujudkan generasi emas 2045. Tapi semua lapisan masyarakat harus terlibat, sehingga masa depan anak-anak didik terarah. Apalagi peran orang tua sangatlah penting dalam membina karakter mereka,”ujarnya.

Teks poto : Fashion Show mengenakan baju adat Simalungun

“Dengan kurikulum merdeka, guru tidak lagi menjadi sosok yang menakutkan seperti zaman dulu. Tapi sosok guru harus menjadi sosok yang menyenangkan dan dapat memotivasi para siswa,”tambahnya.

Ketua Panitia Gideon Saragih mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu guru, yang telah mengarahkan hingga terlaksana kegiatan puncak ini.

Teks poto : Vokal Group

Adapun Pesta Rondang Bittang untuk mengenal lebih banyak budaya Simalungun dan melestarikan budaya Simalungun. 

“Menambah kekayaan dalam hal pengetahuan Simalungun, yang patut kita jaga dan lestarikan,”ujar Gideon sembari mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pesta Rondang Bittang ini sangat diapresiasi orang tua siswa. Seperti disampaikan Riana Magdalena Saragih, S.Th, mengaku bangga dan senang menyekolahkan anaknya di SMA Swasta Teladan Kota Pematang Siantar, karena anaknya diajari berinovasi dan kreatif serta memahami akan pentingnya mencintai kearifan lokal.

Riana berharap agar SMA Swasta Teladan Kota Pematangsiantar dapat semakin dicintai masyarakat dan menjadi panutan.

Tampak hadir Apul Situmorang SPd, MM, Kordinator Pengawas SMA Kota Pematang Siantar didampingi Mangihut Situmorang, MPd Pengawas Manajerial.

Adapun rangkaian kegiatan pada Pesta Rondang Bittang di SMA Swasta Teladan Kota Pematang Siantar yakni :

Vokal group :

X-2 ( Sipukka Huta)

X-1 (Tolu sahundulan)

X-4 (Pos ni uhur)

X-3 (Lakkahon ma inang)

X-6 (Inangku na bujur)

X-5 (Horas sayur matua)

Tari :

X-5 (Serma  dengan-dengan)

X-3 (Tor-tor somba)

X-6 (Tolu sahundulan)

X-1 (Sitalasari)

X-4 (Tari kreasi)

X-2 (Haroan bolon)

Drama “Asal-usul Simalungun”

“Fashion show sebagai simbolik pengenalan legenda Simalungun dan Pengantin Simalungun”

Dan stand Dayok Na Binatur. 

Editor : Franki Siburian