Beranda Kesehatan Apotek PRB di Pematang Siantar Tingkatkan Pelayanan Obat untuk Pasien JKN

Apotek PRB di Pematang Siantar Tingkatkan Pelayanan Obat untuk Pasien JKN

- Advertisement -

LINK24NEWS-SIANTAR, Apotek Pelayanan Program Rujuk Balik (PRB) di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Pematang Siantar berkomitmen meningkatkan kualitas layanan obat bagi pasien Program Rujuk Balik (PRB) Program JKN.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Pematang Siantar, Samira dalam pertemuan yang membahas upaya pencegahan dan kecurangan dan anti fraud dalam pelayanan PRB, Senin lalu (14/11/2022).

“Melalui pertemuan ini, kami mendorong setiap Apotek PRB untuk selalu memastikan ketersediaan stok obat, meningkatkan kedisiplinan pasien lewat telepon atau percakapan daring melalui Whatsapp, mengantarkan obat PRB ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), serta saling mendukung dalam penyediaan dan pengadaan obat PRB,” kata Samira.

Ia pun mengingatkan kembali tentang upaya pengendalian pencegahan kecurangan pada ruang lingkup pelayanan obat. Menurutnya, pelayanan obat di Apotek PRB masih perlu dioptimalkan. Berdasarkan data BPJS Kesehatan, masih ada kesenjangan yang cukup besar antara pasien PRB yang aktif di FKTP dengan yang mengakses layanan obat di Apotek PRB. Diharapkan dengan adanya pertemuan ini, kualitas hidup pasien PRB dapat meningkat.

“Secara teknis, Apotek PRB diminta untuk mengisi daftar ketersediaan stok obat online yang dapat diakses bersama sehingga setiap penanggung jawab ikut mengawasi stok obat. Selain itu, Apotek PRB juga akan mengingatkan peserta JKN untuk disiplin mengonsumsi dan mengambil obat dengan membentuk grup percakapan daring yang beranggotakan pasien PRB. Kita juga bentuk grup percakapan daring yang isinya penanggung jawab rumah sakit, apotek PRB, FKTP dan BPJS Kesehatan untuk mempermudah koordinasi, karena kunci keberhasilan PRB adalah koordinasi antara pihak-pihak ini,”ujar Samira.

Apoteker Penanggung Jawab Apotek Kimia Farma, Zulfajri menyampaikan bahwa dalam implementasi PRB masih terdapat tantangan yang ditemui dalam penggunaan aplikasi pengadaan obat e-Catalog Kementerian Kesehatan.

“Namun ini hanya karena kurangnya pemahaman bersama dalam penggunaan aplikasi pengadaan obat e-Catalog dengan menggunakan akun masing-masing Apotek PRB. Ke depannya tentu kami berupaya mengoptimalkan pemahaman pengguna aplikasi pengadaan obat e-Catalog melalui pendalaman informasi,”ujar Zulfajri.

Editor : Franki Siburian