



LINK24NEWS-SIANTAR, Direktur Narkoba Polda Sumatera Utara, Kombes Pol C. Wisnu Adji bungkam ketika dikonfirmasi maraknya peredaran narkoba di Kota Pematang Siantar.
Lokasi yang diduga kuat tempat transaksi narkoba seperti jalan Melati perbatasan Kecamatan Siantar Barat dan Siantar Sitalasari atau Teratai dan samping Bajigur belum mendapatkan tanggapan dari Direktur Narkoba Polda Sumut tersebut.

Hal ini berdasarkan konfirmasi dari awak media link24news tanggal 13 Agustus 2022 dengan mengirimkan gambar Jalan Melati atau Teratai. Namun hingga Selasa (23 Agustus 2022) hingga pukul 10.12 Wib belum mendapatkan jawaban.
BACA JUGA : https://link24news.com/pulo-kumba-tutup-diduga-transaksi-narkoba-terangan-terangan-di-jalan-tuan-rondahaim-kecamatan-siantar-martoba
Kemudian konfirmasi kembali dilayangkan pada tanggal 22 Agustus 2022 sekira pukul 13.43 Wib. Awak media mempertanyakan dugaan penyalahgunaan narkoba yang terang-terangan di Kota Pematang Siantar seperti di Jalan Wahidin belakang Pajak Horas atau disebut Bangsal. Lokasi lainnya jalan Melati atau Teratai perbatasan Kec.Siantar Barat dan Siantar Sitalasari. Kemudian Bajigur yang bisa masuk dari jalan Tusam dan Jalan Kiki Novika Sari.

Namun pertanyaan tersebut belum mendapatkan jawaban dari Direktur Narkoba Polda Sumut hingga 23 Agustus 2022 sekira pukul 10.12 Wib.
Gregorius Purba warga Kota Pematang Siantar menyoroti aktivitas dugaan transaksi narkoba di Kota Pematang Siantar.
Teranyar Gregorius Purba mengunggah dugaan transaksi jual beli sabu-sabu di Kota Pematang Siantar. Tepatnya di Jalan Wahidin belakang Pasar Horas Gedung 4.

“Ini lah video singkat jual beli shabu2 di kota kami Siantar. jln wahidin blkg pasar horas gedung 4. srg di sebut bangsal. samping rel kreta api. di tempat parkiran kreta ada 2 “kenjiro” jal* dan *reng. lbh rame org belanja shabu2 dr pd org belanja ikan di sebelah nya.
Klo pak polisi perlu drone bs kt pinjami kok,”demikian unggahan dalam akun Facebook Greg Prb Manorsa.
Awak media telah mendapatkan persetujuan untuk mengutip postingan Gregorius Purba tersebut.
Gregorius kemudian mempertegas bahwa dugaan transaksi narkoba di Bangsal dan Teratai diduga dikendalikan Dhln dan Umr.
Editor : Franki



































































