

LINK24NEWS-SIANTAR, Menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan kepastian perlindungan pembiayaan kesehatan bagi para pesertanya. Berbagai jenis penyakit dijamin oleh program ini, salah satunya adalah penyakit apendisitis atau penyakit usus buntu.
Penyakit inilah yang sempat dialami oleh Abdullah (13), peserta JKN segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas I. Saat ditemui tim Jamkesnews pada Rabu (10/08), Susilawati (40) ibu dari Abdullah, menceritakan penyakit yang dialami anaknya hingga mengharuskan sang anak menjalani operasi di salah satu rumah sakit di Kota Pematangsiantar.

“Waktu kena radang usus buntu, anak saya bilang perutnya terasasakit seperti kembung dan nyeri. Badannya juga panas demam. Tapi saya biarkan dulu, saya pikir anak saya masuk angin atau penyakit flu saja jadi tidak saya bawa ke dokter. Lama-kelamaan anak saya tidak dapat menahan rasa sakitnya. Akhirnya saya bawa ke UGD di rumah sakit,”kata Susilawati.
Saat tiba di rumah sakit, hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa Abdullah menderita penyakit radang usus buntu sehingga harus menjalani tindakan operasi agar kondisi penyakitnya tidak semakin memburuk. Susilawati mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur atas operasi anaknya yang berjalan dengan lancar.
Ia mengaku bahwa dirinya tidak mengeluarkan biaya untuk tindakan operasi usus buntunya karena anaknya memang telah terdaftar sebagai peserta JKN, sehingga biaya tindakan operasinya dijamin oleh program tersebut.
“Alhamdulillah kemarin operasinya gratis karena ditanggung oleh Program JKN. Pelayanan di rumah sakit juga sangat baik, penanganannya cepat. Kalau harus membayar sendiri pasti berat, karena saya kerja berjualan itu ibaratnya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja,”tutur Susilawati.
Susilawati menyampaikan harapannya agar Program JKN semakin baik dan berkesinambungan. Pasalnya, menurut Susilawati saat ini Program JKN telah menjadi tumpuan bagi banyak masyarakat untuk dapat mengakses pelayanan kesehatan.
“Kalau untuk orang yang mampu mungkin kalau tidak ada Program JKN masih bisa berobat sewaktu-waktu. Tapi kalau untuk orang menengah ke bawah atau yang pas-pasan pasti sulit,”kata Susilawati.
Editor : Franki Siburian


































































