
LINK24NEWS-SIMALUNGUN, Kota Parapat merupakan salah satu akses menuju ke Danau Toba telah memiliki ikon baru sebagai daya tarik wisatawan yakni Pantai Bebas Parapat dan Ruang Terbuka Publik (Pantai Atsari).
Pemerintah telah menuntaskan menata kedua lokasi tersebut dengan menghabiskan anggaran puluhan Milyar.
Kawasan ini diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo pada tanggal 2 Februari 2022 lalu.


Baru-baru ini Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno berkunjung ke kawasan tersebut sekaligus membuka acara Pertunjukan Seni Destinasi Super Prioritas ‘PENTAS’ yang bertujuan untuk mengembangkan destinasi wisata Danau Toba dan menggeliatkan pariwisata ekonomi kreatif di kawasan Danau Toba.
Baca juga : https://link24news.com/pt-wika-sempat-menunggak-rtp-pantai-bebas-parapat-dan-pantai-atsari-diputus-listrik-selama-2-hari
Namun sangat disayangkan, ikon baru kebanggaan masyarakat Parapat setelah kunjungan Menparekraf ini nampak gelap gulita. Warga nyaris tidak ada yang berkunjung ke kawasan ini karena takut dengan kondisi yang tidak bersahabat tersebut.
Hal ini terjadi karena penanggungjawab Pantai Bebas dan Ruang Terbuka Publik belum membayar tagihan rekening listrik bulan Maret 2022. Informasi dari PLN Parapat, pemutusan aliran listrik dilakukan pada hari Kamis (24/3/2022) oleh PLN ULP Parapat.
“Kami sudah menghubungi pihak-pihak terkait untuk penyelesaian tagihan namun belum ada pelunasan. Sehingga untuk sementara kami putus aliran listriknya. Penyalaan kembali akan kami lakukan setelah tagihan rekening listrik dibayar,”ucap Manager PLN ULP Parapat Janno E Marbun kepada awak media link24news, Minggu siang (27/3/2022).
“Sekarang ini, tagihan rekening listrik PLN dapat dibayar mulai tanggal 2 sampai batas akhir pembayaran yakni tanggal 20 setiap bulannya, agar terhindar dari pemutusan aliran listrik. Pembayaran semakin mudah dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh dari gawai/smartphone pelanggan,”jelas Janno E Marbun.
Ketika ditanyakan apakah kedua lokasi tersebut penanggung jawabnya PT Wika, Janno membenarkan.
“PT Wika dan perwakilan kementrian PUPR di Parapat telah kita beritahukan. Listrik akan kita sambung kembali setelah pembayaran dilakukan,”kata Janno seraya merinci tagihan listrik sebesar Rp 9 Juta.
Perlu diketahui pemutusan aliran listrik di Pantai Bebas Parapat dan Ruang Terbuka Publik (Pantai Atsari) terjadi kedua kalinya. Sebelumnya pada bulan Februari 2022, PLN ULP Parapat melakukan pemutusan listrik karena terlambat membayar tagihan.
Editor : Franki Siburian


































































