
LINK24NEWS-SIANTAR, Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan telah memberikan banyak manfaat dan dampak positif bagi dunia kesehatan nasional, terutama untuk peserta JKN-KIS.
Prinsip gotong royong yang dijunjung tinggi oleh BPJS Kesehatan bukan tanpa tujuan. Prinsip ini menggambarkan di saat seseorang dalam kondisi sehat, iuran yang dibayarkan dipergunakan bagi saudara-saudara yang sedang sakit.
Salah satu peserta yang telah merasakan manfaat dari Program JKN-KIS ini ialah Faisal (29). Faisal yang saat itu sedang dirawat karena penyakit tifus, menceritakan pengalamannya saat mendapatkan pelayanan kesehatan dengan memanfaatkan program JKN-KIS.
Seperti diketahui bahwa penyakit tifus atau demam tifoid (thypoid fever) adalah salah satu penyakit yang sering diderita banyak orang, baik dewasa maupun anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menempel pada makanan atau minuman. Tifus juga dapat disebabkan oleh bakteri salmonella typhi. Bakteri ini biasanya ada dalam air yang terkontaminasi dengan feses dan bisa menempel pada makanan atau minuman yang sering di konsumsi.
“Saat itu, saya merasa tidak enak badan. Saya pikir hanya sakit biasa saja, tapi seiring berjalannya waktu kondisi badan saya semakin drop. Memang akhir-akhir ini pola makan dan istirahat saya mulai terganggu. Akhirnya, tanpa pikir panjang, saya memberanikan diri untuk berobat,” kata Faisal.
Semenjak terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, Faisal mengaku bahwa dirinya sudah tidak dapat menghitung lagi manfaat yang didapatkannya dari Program JKN-KIS. Semua manfaat diperoleh tanpa ada kendala serta tanpa ada iuran biaya sedikitpun.
Pada akhir perbincangan, Faisal berharap ke depannya Program JKN-KIS dapat menjadi program yang semakin baik dan berkualitas. Karena dirinya yakin tidak sedikit yang sudah merasa terbantu dengan hadirnya program tersebut, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Meskipun sudah ada program JKN-KIS kita harus tetap menjaga kesehatan. Karena kesehatan adalah hal utama yang perlu kita jaga agar produktifitas kita dalam bekerja tidak terganggu,” tutup Faizal.


































































