LINK24NEWS-SIANTAR, Sebagai calon petahana, Calon Wali Kota Pematangsiantar dr. Susanti Dewayani, SpA ternyata telah mengusulkan dua kali untuk menaikkan intensif tenaga kesehatan, kader posyandu, honor RT/RW.
“Namun sayangnya, dua kali diusulkan dan dua kali juga dicoret. Tapi bapak yang coret,” sebut dr. Susanti dalam pemaparannya dalam debat publik Calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Pematangsiantar yang diselenggarakan oleh KPU Siantar, Senin (4/11/2024) bertempat di Hotel Grand Zuhri, Jalan Medan, Kecamatan Siantar Martoba.
Dua kali dicoret, tidak membuat dr. Susanti merasa putus asa, Wali Kota perempuan pertama ini mengaku untuk bisa ditampung anggarannya tahun depan, ia akan mengajukan lagi agar intensif tenaga kesehatan, kader posyandu, honor RT/RW untuk dinaikkan.
“Kami akan usulkan lagi agar intensif dinaikkan, ini bapak tidak bisa coret lagi,” tutur Susanti.
#Calon Wali Kota nomor Urut 1 dan 2 Salah Menyebutkan Kepanjangan IPM
Sebelumnya, dalam debat publik dengan segmen pelayanan publik, perijinan, kesehatan, pendidikan dan keterbukaan informasi publik. Moderator mengutarakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pematangsiantar yang diukur dari pendidikan, kesehatan dan standar hidup layak.
Kota Pematangsiantar memiliki nilai IPM yang cukup tinggi yakni 80, 46 pada tahun 2023. Namun angka yang sangat tinggi ini masih perlu peningkatan sebagai upaya untuk meningkatkan SDM di kota Pematangsiantar.
Dalam hal ini, moderator memberi pertanyaannya yakni apa langkah konkret yang hendak dilakukan paslon, untuk lebih meningkatkan angka IPM di Kota Pematangsiantar.
Menanggapi hal ini, dr. Susanti Dewayani, SpA Calon Wali Kota nomor urut 3 menyampaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kota Pematangsiantar tertinggi nomor dua di Sumatera Utara. Dan ini tolak ukurnya adalah angka harapan hidup masyarakat, sampai angka yang sekolah cukup tinggi.
“Untuk itu, hal ini akan terus ditingkatkan. Yang pertama adalah tentang kesehatan, dimana kesehatan salah satu prioritas. Fasilitas kesehatan akan terus dilengkapi, di Siantar ada 8 rumah sakit baik RSUD maupun swasta dan ada 19 Puskesmas yang semua telah terakreditasi. Artinya pelayanan di Rumah sakit maupun Puskesmas sudah mumpuni. Dan yang tidak kalah pentingnya peningkatan alat kesehatan di RSUD dr Djasamen Saragih, sehingga saat ini pasien rawat inap dan rawat jalan semakin meningkat,” terang Calon Wali Kota petahana ini.
Sementara itu, Calon Wali Kota nomor urut 1 Wesly Siahaan menyampaikan bahwa jika bercerita tentang Indeks prestasi manusia tidak terlepas dari kesehatan, sarana prasarana, sementara sarana olahraga yang ada di Siantar disebutnya telah “hilang”.
Wesly Silalahi salah menyebutkan IPM yang merupakan indeks pembangunan manusia. Malah menyebutkan indeks prestasi manusia.
“Yang kita harapkan Indeks Prestasi Manusia nya, tumbuh dari badan yang sehat,” sebutnya.
Senada dengan hal itu, Mangatas Silalahi calon Wali Kota nomor urut 2 mengaku tidak bisa membayangkan Indeks Prestasi Manusia yang cukup memuaskan dengan pelayanan prima. Mangatas malah melanjutkan kesalahan Wesly Silalahi dalam penyebutan IPM.
“Tapi saya mau sampaikan selama 3 tahun terakhir, yang namanya intensif, TPP, untuk perawat di Puskesmas dan rumah sakit umum tidak pernah naik. Saya tidak bisa naikkan, jika ini naik maka Indeks Prestasi Manusia di kota Pematangsiantar akan semakin meningkat.
Menanggapi hal ini, dr. Susanti didepan calon Wali Kota nomor urut 1 dan 2, mencoba memperjelas kepanjangan dari IPM.
“Pak coba lihat BPS, IPM adalah Indeks Pembangunan Manusia bukan Indeks Prestasi Manusia. Koreksi ya Pak” sebut dr Susanti kepada Calon Wali Kota nomor urut 1 Wesly Silalahi, dan nomor urut 2 Mangatas Silalahi.


































































