Beranda Ekonomi dan Bisnis QRIS Jelajah Indonesia Sisi Batas Labuhan, Program Andalan BI Kampanyekan Pembayaran Non...

QRIS Jelajah Indonesia Sisi Batas Labuhan, Program Andalan BI Kampanyekan Pembayaran Non Tunai

- Advertisement -

LINK24NEWS-SIANTAR, Beberapa manfaat dan keunggulan yang diperoleh pengguna dengan menggunakan QRIS yakni tidak perlu repot membawa uang tunai, tidak memusingkan QR siapa yang akan di-scan dan sudah pasti aman karena semua PJSP (Perusahaan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran) penyelenggara QRIS wajib memiliki izin dan diawasi oleh Bank Indonesia.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Muqorobin pada kegiatan QRIS JELAJAH INDONESIA SISIBATASLABUHAN, bertempat di halaman Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Jalan H. Adam Malik, Minggu (21/7/2024).

Sedangkan bagi merchant memperoleh banyak manfaat, Muqorobin menyebut lebih praktis karena cukup menggunakan satu QRIS, tidak perlu menyediakan uang kembalian, terhindar dari risiko menerima uang palsu, transaksi tercatat otomatis, dan berbagai manfaat lainnya.

“Diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 2019 bertepatan dengan HUT ke-74 Kemerdekaan RI, QRIS hadir sebagai game changer pembayaran digital dan berdampak pada transformasi digital yang bermanfaat bagi masyarakat. QRIS dipandang sebagai powerful tool yang dapat mendukung digitalisasi dan integrasi regional. Dalam perkembangannya, QRIS telah memiliki berbagai fitur yang semakin memudahkan pengguna dan pedagang/merchant, antara lain QRIS Tanpa Tatap Muka (TTM), QRIS Consumer Presented Mode (CPM), dan QRIS Antar Negara. Sinergi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan terkait seperti Pemerintah, pelaku industri dan masyarakat memiliki peran utama dalam perluasan akseptasi QRIS,” jelas Muqorobin.

Lebih lanjut, hingga Juni 2024, Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi QRIS melonjak hingga 226,54 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan jumlah pengguna mencapai 50,50 juta dan jumlah merchant 32,71 juta. Untuk wilayah SISIBATASLABUHAN sendiri, jumlah merchant per Juni 2024 mencapai 231 ribu dengan volume transaksi mencapai 1.196 ribu.

Oleh karena itu, patut berbangga atas jumlah pengguna dan merchant QRIS ini yang senantiasa menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Namun berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2024, jumlah penduduk Indonesia kelompok usia dewasa di atas 15 tahun mencapai 214 Juta, yang menunjukkan bahwa pengguna QRIS baru mencapai sekitar 23.5% penduduk usia dewasa. Hal ini menunjukkan masih banyak potensi pengguna baru QRIS ke depannya, dan dibutuhkan upaya bersama untuk dapat memperluas akseptasi (penerimaan) penggunaan QRIS di masyarakat.

Dijelaskan, QRIS Jelajah Indonesia yang dilaksanakan serentak di seluruh Kantor Perwakilan Dalam Negeri Bank Indonesia, merupakan program flagship (andalan) yang bertujuan untuk mengkampanyekan perluasan digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia dengan metode yang unconventional dalam bentuk kompetisi. Program ini merupakan upaya untuk mendukung upaya perluasan merchant, pengguna, dan transaksi, serta peningkatan pemahaman masyarakat mengenai QRIS dan sistem pembayaran digital.

Peserta kompetisi merupakan generasi muda yang kreatif dan inovatif, dan telah telah mengikuti rangkaian kegiatan sejak pendaftaran pada bulan Juni, pembekalan, hingga pelaksanaan selama dua hari, yaitu pada tanggal 18 Juli 2024 di Pantai Bebas Parapat dan di hari ini.

“Peserta akan menyelesaikan berbagai misi dalam rangka kampanye inisiatif digitalisasi sistem pembayaran serta misi pembuatan konten digital kreatif. Misi-misi yang harus diselesaikan diantaranya terkait tema QRIS, Cinta Bangga dan Paham Rupiah, Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah dan Perlindungan Konsumen,” terang Muqorobin.

Diharapkan dengan adanya kompetisi ini, kolaborasi antara Bank Indonesia dengan para generasi muda dapat memperkuat ekosistem sistem pembayaran melalui perluasan akseptasi (penerimaan) pembayaran digital, khususnya QRIS kepada masyarakat agar akseptasi penggunaan dan jumlah pengguna QRIS dapat semakin meningkat.

Sementara itu, Wali Kota Pematangsiantar dr. Susanti Dewayani, SpA mengatakan kegiatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Jelajah Indonesia SISI BATAS LABUHAN yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) sejalan dengan Program Smart City Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar. Salah satunya mendorong transaksi non tunai atau digitalisasi.

“Jadi Bank Indonesia bukan hanya mengatur keuangan dan perekonomian. Melainkan juga memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait digitalisasi atau QRIS,” terang dr. Susanti.

Saat ini, lanjut dr. Susanti, semua dalam genggaman atau handphone (Hp). Transaksi tidak lagi secara tunai, tetapi bisa melalui Hp. Hal itu juga akan membuat UMKM semakin mandiri, baik secara kuantitas maupun kualitas.

Di Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ), pembayaran retribusi kios diarahkan menggunakan QRIS. Begitu juga pembayaran tagihan rekening pelanggan Perumda Tirta Uli.

“Dengan menggunakan QRIS, diharapkan meningkatkan PAD Kota Pematangsiantar yang hasilnya akan dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk pembangunan di berbagai bidang,” jelas dr. Susanti.

Untuk semakin menyemarakkan pelaksanaan QRIS Jelajah Indonesia Sisi Batas Labuhan, terdapat juga side event seperti pameran UMKM, pembukaan dan pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Perbankan (Porsebank), serta berbagai hiburan untuk masyarakat. Dengan adanya pameran UMKM ini, masyarakat dapat secara langsung dapat mencoba bertransaksi menggunakan QRIS dan merasakan manfaatnya secara langsung.

Turut hadir, Kapolres Pematangsiantar AKBP Yogen Heroes Baruno, SH.,SIK, Danrem 022/Pantai Timur Kolonel Inf Tagor Leo Pasaribu, SE, Dandim 0207/Simalungun Letkol Slamet Faozan, MHan, Danrindam I/Bukit Barisan Letkol Inf Edi Irianto, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kota Pematangsiantar Rinto Leony Manullang, SH.,MH, Ketua Dekranasda Kota Pematangsiantar H Kusma Erizal Ginting, SH, Ketua MUI Pematangsiantar Drs. HM Ali Lubis, Deputi KPw BI Pematangsianțar Yudha Irawan, para pimpinan perbankan, dan pimpinan OPD Pemko Pematangsiantar.

Perlu diketahui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) atau biasa disingkat QRIS adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) seperti uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang menggunakan QR Code. QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjag​a keamanannya.

Semua Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran yang akan menggunakan QR Code Pembayaran wajib menerapkan QRIS. Dengan QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari Penyelenggara manapun baik bank dan nonbank yang digunakan masyarakat, dapat digunakan di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) berlogo QRIS, meskipun penyedia QRIS di merchant berbeda dengan penyedia aplikasi yang digunakan masyarakat.

 

Editor : Franki Siburian