LINK24NEWS-SIANTAR, Menggali potensi kopi lokal tidak luput dari perhatian Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, agar pelaku UMKM yang baru-baru terjun menekuni usaha tersebut tidak pantang menyerah.
Merupakan rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) 2025 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, selama 3 hari (15-17 Agustus 2025) bertempat di lapangan Farel Pasaribu Kota Pematangsiantar.
Siantar Coffee Shop Talkshow pada tanggal Sabtu (16/8/2025) menghadirkan nara sumber Febrianto seorang Founder Aghara Coffee Roaster berasal dari Kota Medan dan Roynaldo Purba yang merupakan Owner Dear Kopi Kota Pematangsiantar.
Dipandu moderator Santy Hutajulu pegawai Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, ratusan peserta tampak antusias mengikuti talk show tersebut. Peserta merupakan para pecinta kopi, pengusaha kopi serta berbagai pihak yang berperan dalam industri kopi di berbagai daerah.
Hal ini untuk menggali potensi lokal, dimana diharapkan dapat memberikan inspirasi dan wawasan baru bagi para pelaku industri kopi di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Simalungun.
Roynaldo Purba owner Dear Kopi, berbagi pengalaman dan strategi suksesnya, dalam mengembangkan usaha kopi yang kini telah dikenal luas di Kota Pematangsiantar.
“Kopi Simalungun memiliki kualitas yang tidak kalah dengan kopi dari daerah lain di Indonesia. Yang kita butuhkan adalah keberanian untuk berinovasi dan memperluas pasar. Jangan takut untuk bermimpi besar,” ucapnya.
Kemudian Febrianto selaku Founder Aghara Coffee Roaster juga membenarkan kopi Simalungun itu sendiri sudah bagus.
“Ini kalau kita ngomong robusta dan Arabicanya sendiri sudah punya market sendiri. Jadi robusta dan arabica dari Simalungun sendiri termasuk kualitasnya bagus,” katanya.
Dia menambahkan kopi-kopi kualitas bagus ini harus terus di maintenance dan tidak boleh puas dulu dengan prosesnya yang panjang, untuk mendapatkan satu kopi yang bagus.
“Selain itu memang SOPnya juga harus dijaga, seperti penjemuran, terus terhadap pohon-pohon kopi di lingkungan itu sangat berpengaruh, karena posisinya kopi ini kan sensitif. Jadi kenaikan suhunya sedikit atau penurunan suhunya sedikit kualitasnya berubah,” ucapnya
Febrianto juga menjelaskan bahwa paling banyak rasionya itu dari processing di petani.
“Makanya kalau memang bisa ya kita sinergi lah antara petani maupun pejabat daerahnya maupun perusahaannya. Supaya untuk menjaga lingkungan tetap aman,” ucapnya
Selain itu, ia juga menambahkan bahwa petani-petani binaan yang dibawa oleh Bank Indonesia ini, masing-masing memiliki kualitas yang bagus.
“Jadi harapannya kalau dengan posisi seperti ini maunya para petani ini ya tetap difasilitasi oleh BI. Supaya mereka tetap semangat untuk menjaga kualitas kopi, bukan mengejar kuantitas. Selama mengejar kualitas, mereka harus menjaga prosesnya. Supaya rasanya nggak berubah, karena kalau mereka prosesnya nggak sama itu rasanya langsung berubah,” ujarnya.
Owner Dear Kopi Roynaldo Purba menyampaikan harapannya agar kopi Simalungun semakin dikenal luas dan mampu bersaing di pasar global.
“Saya percaya, dengan kerja keras dan semangat, kopi Simalungun bisa menjadi kebanggaan kita semua. Mari bersama-sama kita dorong kopi Simalungun ke panggung dunia,” pesannya.
Talk show dengan durasi satu jam lebih ini, diharap menjadi pijakan dan motivasi bagi pelaku industri kopi untuk berbenah, tumbuh bersama dalam memajukan kopi lokal di daerahnya masing-masing. (Fra)


































































