








LINK24NEWS-SIANTAR, SMA Swasta Teladan Pematang Siantar yang beralamat di Jalan Singosari membuat sejarah dalam memilih Pengurus OSIS.
Yakni dengan meniru konsep Pemilu baik pemilihan Presiden, pemilihan anggota DPR/DPRD, kepala daerah. Jika dalam Pemilu, dibutuhkan KPPS dan TPS, untuk pemilihan Pengurus OSIS di SMA Swasta Teladan Pematang Siantar juga dibentuk KPPS dan TPS. Petugas KPPS diisi siswa-siswi yang berintegritas dari perwakilan masing-masing kelas. Bahkan Ketua KPPS lebih dulu dilantik dan diangkat sumpah janji oleh guru yang berperan sebagai penyelenggara dan pengawas.

Usai diambil sumpah, ketua KPPS juga mengambil sumpah anggota KPPSnya. Dalam setiap TPS, diisi 8 petugas KPPS lengkap memakai bad. Di TPS tersedia bilik suara, surat suara. Saat awak media link24news menyambangi pemilihan Pengurus OSIS tersebut Rabu (28/9/2022), ada 4 TPS untuk melayani 702 pemilih atau siswa/i. 2 TPS memiliki 175 pemilih dan 2 TPS lagi memiliki 176 pemilih.
Saat siswa atau pemilih hendak memasuki TPS, siswa diharuskan membawa surat undangan yang kemudian dicek kesesuaian nama di daftar TPS. Setelah itu, petugas KPPS memberikan 3 surat suara yang akan dicoblos di bilik suara.

Dalam surat suara ini, terpajang 4 kandidat calon pengurus OSIS dilengkapi foto dan nama. Setiap surat suara dilabeli CK (Calon Ketua), CS (Calon Sekretaris) dan CB (Calon Bendahara). Pemilih diharuskan mencoblos salah satu calonnya di posisi ketua, sekretaris dan bendahara. Kemudian memasukkan surat suara sesuai kotak suara yang dilabeli CK, CS dan CB.
Setelah itu, pemilih diarahkan mencelupkan tangannya ke tinta yang juga dijaga petugas KPPS. Hal ini, untuk mengantispasi pemilih atau siswa memilih dua kali. Mengenai batas pencoblosan, TPS ditutup pukul 11.00 Wib, dengan artian pemilih tidak diperkenankan lagi masuk memberikan hak suaranya.

Terobosan yang dilakukan SMA Swasta Teladan Pematang Siantar tersebut merupakan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yakni Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Suara Demokrasi.
Mesriati Damanik, SPd selaku koordinator P5 didampingi Wakil Kepala Sekolah, Natalis Josua Simanjuntak, S.Pd mengatakan ada 7 tema yang harus dijalankan dalam P5 yakni kearifan lokal, rekayasa dan teknologi, kewirausahaan, Bhineka Tunggal Ika, gaya hidup berkelanjutan, bangunlah jiwa dan raganya dan suara demokrasi.

Dalam pemilihan pengurus OSIS ala Pemilu ini, kita melaksanakan tema Suara Demokrasi. Untuk mengaktualisasi kegiatan ini, pihaknya lebih dulu melakukan pengenalan kepada siswa-siswi yang memang belum paham apa itu Pemilu.
“Kalau Pemilu berlangsung, pelajar hanya penonton. Mereka belum cukup umur memberikan hak suaranya, makanya kita ekstra kerja keras melakukan pengenalan. Bahkan antusiasme pelajar sangat tinggi,”kata Mesriati.
Saat pengenalan apa itu Pemilu, dalam merekrut siswa sebagai petugas KPPS, pihaknya membimbing siswa agar tahu dulu tentang tugas dan fungsi KPPS. Disamping itu, mengarahkan siswa untuk mencari refrensi seluas-luasnya tentang tugas-tugas KPPS.

Selain menerapkan ala Pemilu dalam memilih pengurus OSIS, siswa-siswi juga mengaktualisasikan pelajaran pra karya dengan berwirausaha kuliner.
“Dalam pemilihan pengurus OSIS ala Pemilu ini, diibaratkan ‘Pesta Rakyat’. Siswa bebas belajar dan siswa kelas XI dan kelas XII menjual hasil karyanya berupa kuliner,”ucap Mesriati.
Sementara kepala sekolah SMA Swasta Teladan Pematang Siantar Sangkot Sitohang, S.Si, M.Pd mengatakan kegiatan ini merupakan Implementasi Kurikulum Merdeka. Dari 7 tema dalam P5, untuk semester ganjil ini, SMA Swasta Teladan Pematang Siantar melaksanakan tema Suara Demokrasi dan Kewirausahaan.

“Suara Demokrasi diaplikasikan ke dalam pemilihan pengurus OSIS. Kita anggap memilih ketua OSIS memilih anggota dewan,”kata Sangkot.
Dia juga menerangkan, kandidat pengurus OSIS juga diharuskan menyampaikan visi misi kepada pemilihnya dalam hal ini siswa-siswi SMA Swasta Teladan Pematang Siantar.
Dengan begitu, siswa-siswi yang berperan sebagai pemilih menentukan pilihannya berdasarkan program, bukan dipengaruhi hal lain. Seperti karena teman sekelas, teman bermain dan sebagainya.

“Terpilih karena visi dan misinya. Kita ajarkan kepada anak didik, pada saat Pemilu sebenarnya jangan terpengaruh hal-hal lain. Tapi karena kemampuan,”ucap Sangkot seraya berharap ke depannya para anak didik tidak canggung lagi bila ikut Pemilu.
Pada kesempatan itu, Sangkot menekankan kepada seluruh anak didiknya, kegiatan ini merupakan sejarah.

“Siswa berperan sebagai pemilih dan petugas KPPS, kandidat yang diibaratkan anggota dewan pastinya sejarah bagi hidup siswa itu. Dan ini baru pertama kali terjadi di SMA Swasta Teladan Pematang Siantar dalam pemilihan OSIS,”ujar Sangkot seraya menerangkan dalam Kurikulum Merdeka ini, disamping pengetahuan, anak didik juga dituntut karakter, keagamaannya, gotong royong dan sosial.

Vivi Amelia Saragih siswi kelas X4 yang berperan sebagai ketua KPPS TPS 2 mengaku senang dan bangga mengemban jabatan ketua. Dengan jabatan itu, ia memimpin teman-temannya dan diharuskan bertanggung jawab dalam tugas-tugas yang diemban.
Vivi juga menceritakan pengalaman uniknya saat memimpin, ketika mengangkat sumpah teman-temannya yang bertugas sebagai anggota KPPS. Ada sikap bergetar atau deg-degan dan timbul pikiran apakah anggotanya jujur dalam bertugas.
“Sebagai ketua yang mengemban tanggung jawab, rasa deg-degan itu muncul,”ucap Vivi yang bercita-cita sebagai dokter.
Berikut hasil Pemilu dalam Pemilihan Pengurus OSIS SMA Swasta Teladan Pematang Siantar Ketua : Samuel Purba Kelas X4 dengan perolehan 351 suara.
Sekretaris : Ebit Sianturi Kelas X1 dengan perolehan 193 suara.
Bendahara : Kania Agustin Kelas XI MIPA 1 dengan perolehan 296 suara.
Editor : Franki Siburian






































































