
LINK24NEWS-SIANTAR, Sejak beroperasi tahun 2014 hingga kini, sudah banyak masyarakat Indonesia yang telah merasakan manfaat keberadaan Program JKN.
Salah satunya adalah Kuswidarni (48), warga Kota Pematang Siantar. Kepada wartawan, Kuswidarni menceritakan pengalamannya selama memanfaatkan Program JKN untuk berobat.
“Beberapa waktu yang lalu, anak saya, Bagas Al Mazid yang berusia 14 tahun sempat demam tinggi. Setelah dibawa ke rumah sakit baru ketahuan ternyata anak saya sakit tifus. Saya khawatir sekali, untung di sana anak saya ditangani dengan cepat dan proses mengurus administrasinya tidak makan waktu lama,”tutur Kuswidarni beberapa waktu lalu.

Beruntung, Kuswidarni sekeluarga telah menjadi peserta Program JKN sejak tahun 2014 sehingga ia tidak perlu memikirkan biaya pengobatan yang harus ditanggungnya nanti. Berkat mengantongi JKN, Kuswidarni bisa fokus pada upaya penyembuhan kesehatan putranya yang dirawat selama tiga hari tiga malam di rumah sakit Kota Pematang Siantar.
“Bagaimanapun juga, biaya berobat terutama jika sampai dirawat di rumah sakit pastilah mahal. Tapi berkat punya kartu JKN pengobatan anak saya menjadi gratis. Saya tidak dikenakan biaya apapun ketika anak saya keluar dari rumah sakit,”ungkap Kuswidarni.
Kuswidarni dan keluarga merupakan peserta JKN dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) Pegawai Negeri yang terdaftar di kelas satu sejak 2014. Ia sangat berterima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah menjamin kesehatan seluruh keluarganya.
Menurutnya, pelayanan kesehatan yang diterimanya selama ini sudah baik. Sebagai peserta Program JKN, ia tidak pernah merasa dibedakan dengan pasien umum ketika berobat di fasilitas kesehatan.
“Walaupun saat ini pelayanannya sudah baik, tapi saya berharap ke depannya BPJS Kesehatan akan terus meningkatkan mutu layanan kesehatan sehingga masyarakat tidak perlu ragu lagi berobat menggunakan kartu JKN. Program JKN sangat bermanfaat dan memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan, untuk itu saya berdoa semoga program ini dapat terus berjalan,”ujar Kuswidarni. (Rel)


































































