Beranda Sumatera Utara Kayu Balok Sumber Alam Baru Jatuh dan Nyaris Timpa Warga, Sampai Trauma

Kayu Balok Sumber Alam Baru Jatuh dan Nyaris Timpa Warga, Sampai Trauma

Oplus_131072
- Advertisement -

LINK24NEWS-SIANTAR, Balok kayu berukuran besar hampir menimpa salah seorang warga dan diprotes keras.

Pengusaha Sumber Alam Baru sekaligus pengusaha Sawmill yang beralamat di Jalan Melanthon Siregar nomor 32B, dituding kurang hati-hati dalam menurunkan balok kayu.

Widyawati, salah seorang warga yang rumahnya disamping Sawmill hampir menjadi korban. 2 balok kayu berukuran besar tiba-tiba jatuh hingga memecahkan tembok dinding.

Beruntungnya, saat balok kayu menembus tembok dinding dan jatuh di depan rumahnya, posisi badan Widyawati sudah bergeser karena hendak mengambil sesuatu.

Peristiwa yang terjadi pada 27 Januari 2025 lalu sampai membuat trauma dirinya. Bahkan ia sampai bergetar saat mengingat peristiwa tersebut.

“Sampai hari ini saya trauma, andaikan saya berada di sisi jalan dan balok kayu itu jatuh pasti lain cerita. Makanya saya sampai nangis,” ucap Widyawati yang bertempat tinggal di Gang Rindu, Kelurahan Pematang Marihat, Senin (3/2/2025).

Ia kemudian melayangkan protes ke kelurahan Pematang Marihat dan kecamatan Siantar Marimbun. Dalam mediasi itu, saya meminta kayu jangan dibongkar dekat rumah melainkan di sisi seberangnya.

“Saya minta pengusahanya jangan bongkar kayu balok depan rumah lagi. Saya trauma berat. Apalagi gang ini dilintasi anak-anak dan pengendara, bisa langsung berakibat fatal kalau tertimpa balok kayu,” ucap Widyawati.

Ketika dikonfirmasi kepada pengusaha Sumber Alam Baru, Asbijati malah mengaku sebagai korban. Permintaan warga untuk meratakan tanah sudah ia lakukan.

“Itu sudah alat Dozer. Pak saya korban, saya bukan orang yang harus dituntut. Saya menuntut orang, tetapi karena saya melihat famili tetangga terdekat, saya iyakan saja,” katanya.

Ketika ditanya kembali maksud sebagai korban, Asbijati mengatakan kecelakaan nggak disengaja.

Camat Siantar Marimbun, Jan Purba menegaskan pengusaha untuk mematuhi hasil mediasi.

“Sudah kita mediasi antara pengusaha dan warga. Pengusaha juga harus mengedepankan keselamatan warga,” katanya.

Selain itu, Anggota DPRD Kota Pematangsiantar Polma Sihombing juga menyoroti pengusaha untuk memperhatikan keadaan warga sekitar.

Jika nantinya, pengusaha tidak mengindahkan hasil mediasi, maka ia akan membawa masalah ini ke rapat.

“Keselamatan warga disekitar harus diperhatikan,” ucap Polma.

 

Editor : Franki Siburian