
LINK24NEWS-SIANTAR, Sejak 1 Januari 2014, BPJS Kesehatan telah hadir untuk memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat di Indonesia. Masyarakat yang telah menjadi peserta Program JKN-KIS dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan, baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Dalam rangka memberikan kemudahan bagi peserta dalam mengakses pelayanan, BPJS Kesehatan kini telah memanfaatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai nomor identitas peserta Program JKN-KIS.
Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Henry (41) bersama dengan istri dan anak-anaknya kepada wartawan di Rumah Sakit Umum Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar beberapa waktu lalu.
“Saya divonis oleh dokter pada Oktober 2021 menderita gagal ginjal dan harus melakukan cuci darah secara rutin setiap dua kali seminggu di Rumah Sakit Umum (RSU) Djasamen Saragih Pematangsiantar. Setiap mendapatkan pelayanan saya hanya menunjukkan KTP, dan pelayananan yang saya terima cukup baik dan petugasnya ramah,”ungkap Henry.
Henry yang terdaftar sebagai peserta Program JKN-KIS dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas II ini mengaku bahwa sebelum menjadi peserta JKN-KIS, dirinya sudah banyak mengeluarkan biaya untuk pengobatannya.
“Saya bersyukur dengan adanya Program JKN-KIS ini. Karena saya tidak tahu lagi harus mencari kemana uang untuk membiayai pengobatan saya ini,”kata Henry.
Sampai saat ini Henry masih rutin menjalani cuci darah di RSU Djasamen Saragih Pematangsiantar dengan tetap memanfaatkan kepesertaan Program JKN-KIS miliknya. Henry bersyukur, kondisinya sudah mulai membaik. Selain itu ia juga tidak perlu lagi mengkhawatirkan biaya cuci darah karena seluruh pengobatan yang dirinya terima dijamin oleh Program JKN-KIS.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat peserta JKN-KIS yang telah rutin membayar iuran. Karena dengan iuran yang mereka bayarkan, saya dapat melaksanakan cuci darah tanpa dikenakan biaya apapun,”tambah Henry.
Henry mengatakan bahwa harus ada dukungan dari berbagai kalangan baik itu pemerintah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat jika Program JKN-KIS ini ingin terus berjalan dengan baik dan berkesinambungan.
Selain itu, yang paling penting adalah rutinitas peserta Program JKN-KIS untuk membayarkan iurannya setiap bulan secara tepat waktu.
Henry mengajak masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta Program JKN-KIS agar segera mendaftar. Kemudian bagi peserta yang menunggak, Henry juga berpesan agar segera membayar iuran secara rutin dan tepat waktu.
Editor : Franki Siburian


































































