LINK24NEWS-SIANTAR, BPJS Kesehatan Cabang Pematangsiantar hadir di Universitas HKBP Nomensen melalui program BPJS Kesehatan Goes to Campus.
Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa diajak lebih mengenal dan memahami manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mulai dari alur pelayanan, hak dan kewajiban peserta, serta kanal-kanal pelayanan informasi terbaru yang dapat diakses oleh peserta Program JKN pada hari Kamis, (11/9/2025).
Wakil Rektor Tiga Universitas HKBP Nomensen, Partohap Sihombing menyambut baik Program Goes To Campus ini. Menurutnya, penting bagi mahasiswa yang masih dalam usia produktif untuk memahami sistem jaminan kesehatan agar kedepannya mereka siap menghadapi risiko kesehatan di masa depan.
“Mari kita dukung terus program ini. setelah mengikuti pembelajaran, diharapkan mahasiswa dapat berpartisipasi aktif untuk menyebarkan informasi seputar JKN dengan tujuan mencapai kesehatan yang lebih baik untuk kita, untuk kampus kita, dan untuk bangsa kita,” jelas Partohap .
Partohap menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan. Ia menilai transformasi mutu layanan BPJS Kesehatan telah berhasil memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.
“Dalam momen ini izinkan saya juga memberikan apresiasi berdasarkan pengalaman saya dalam menggunakan Program JKN. Saya sudah rutin berobat untuk paru-paru, jantung dan penyakit dalam mulai dari tahun 2021 sampai dengan sekarang. BPJS Kesehatan memang luar biasa, dengan biaya yang sangat terjangkau, tidak juga sulit untuk mendapatkan layanan, apalagi sekarang hanya dengan menggunakan Aplikasi Mobile JKN, seluruh kebutuhan peserta dapat terpenuhi,” lanjut Partohap.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pematangsiantar, Kiki Christmar Marbun yang hadir sebagai pemateri menjelaskan pelaksanaan program JKN menggunakan model bisnis yang berbasis pada prinsip pengumpulan iuran (revenue collection), pengelolaan risiko secara kolektif (risk pooling), dan pembelian layanan strategis (strategic purchasing).
“Jangan sampai karena biaya yang mahal, masyarakat jadi tidak mampu berobat. Untuk itulah, Program JKN hadir sebagai wujud nyata dari sistem jaminan kesehatan nasional yang menjamin perlindungan kesehatan seluruh penduduk Indonesia. Program ini tidak berorientasi pada profit, melainkan dilandasi semangat gotong royong serta prinsip keadilan sosial,” ujar Kiki.
Kiki juga menjelaskan beragam kanal layanan yang disediakan oleh BPJS Kesehatan dengan tujuan memudahkan peserta JKN untuk memperoleh informasi maupun kepengurusan administrasi tanpa perlu datang langsung ke kantor.
Peserta dapat memanfaatkan layanan digital seperti Aplikasi Mobile JKN, WhatsApp PANDAWA, hingga BPJS Kesehatan Care Center 165, bahkan skrining riwayat kesehatan yang semuanya dapat diakses dengan mudah melalui smartphone.
“Kami terus mengupayakan transformasi mutu layanan agar peserta semakin mudah dalam mengakses pelayanan. Kami berkomitmen menghadirkan layanan yang mudah, cepat, dan setara sehingga peserta JKN merasa lebih puas dan nyaman saat berkunjung ke fasilitas kesehatan. Selain itu, kami juga menyediakan berbagai kanal layanan administrasi non-tatap muka, sehingga informasi terkait Program JKN bisa diperoleh dengan lebih praktis. Salah satu di antaranya adalah layanan Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp (PANDAWA) yang dapat diakses langsung melalui WhatsApp pada nomor 08118165165,” jelas Kiki.
Pada akhir materi, Kiki mengajak para mahasiswa untuk menjadi penyambung informasi tentang Program JKN di lingkungannya masing-masing. Dengan keterlibatan tersebut, harapannya masyarakat dapat semakin memahami hak dan kewajiban sebagai peserta, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlangsungan Program ini.
“Kami mengharapkan adik-adik mahasiswa juga berperan sebagai garda terdepan untuk menyebarluaskan informasi ini, sampaikan bahwa kesehatan adalah hal yang perlu menjadi perhatian untuk masa depan. Dengan adanya Program JKN, masyarakat tidak perlu lagi cemas terhadap biaya pengobatan. Mari kita berkolaborasi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat,” tutup Kiki.
Kegiatan diakhiri dengan kuis interaktif yang telah disiapkan panitia. Para mahasiswa antusias berlomba menjawab pertanyaan seputar materi yang telah dipaparkan, sehingga suasana menjadi seru sekaligus kompetitif. Keseruan pun memenuhi aula saat para pemenang diumumkan disertai dengan tepuk tangan. (Rel)


































































