Beranda Ekonomi dan Bisnis Festival Sisi Batas Labuhan Ajang Mempromosikan Produk Sekaligus Meningkatkan Produksi dan Kapasitas...

Festival Sisi Batas Labuhan Ajang Mempromosikan Produk Sekaligus Meningkatkan Produksi dan Kapasitas UMKM

- Advertisement -

LINK24NEWS-SIANTAR, Festival Sisi Batas Labuhan yang dihelat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematang Siantar Jalan H. Adam Malik No.1 resmi dibuka, ditandai pemindaian tangan secara bersama-sama oleh Wali Kota dr.Susanti Dewayani, Kepala Perwakilan BI Pematang Siantar Muqorobin dan Ketua DPRD Kota Pematang Siantar Timbul Lingga, Sabtu (2/9/2023) sekira pukul 11.05 Wib. Kegiatan tersebut dilaksanakan tanggal 2-3 September 2023.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematang Siantar, Muqorobin menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tinggi di tengah perlambatan ekonomi global. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II 2023 tercatat sebesar 5,17% (yoy), meningkat dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,04% (yoy).

Teks Video : Suasana di Festival Sisi Batas Labuhan yang dihelat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematang Siantar Jalan Adam Malik Nomor.1. Festival dilaksanakan tanggal 2-3 September 2023.

UMKM, kata Muqorobin, memiliki peranan penting dan strategis dalam pertumbuhan ekonomi ini. Menurut data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, UMKM merupakan salah satu engine perekonomian nasional karena berkontribusi terhadap 60,51% PDB dan mampu menyerap hampir 96,92% dari total tenaga kerja nasional.

Untuk di wilayah SISI BATAS LABUHAN sendiri, total UMKM yaitu sebanyak 34.914 UMKM, dan mampu menyerap sebanyak 67.91% dari jumlah tenaga kerja se-SISI BATAS LABUHAN. Kapasitas ekonomi UMKM juga terus meningkat, terlihat dari sisi kredit, perkembangan kredit UMKM se-SISI BATAS LABUHAN meningkat 11.4% (yoy) dari Juli 2022 sebesar 16.05 Triliun menjadi 17.89 Triliun di Juli 2023.

Terlepas dari segala potensi dan perkembangan yang ada, teridentifikasi 4 (empat) masalah dan tantangan UMKM Indonesia ke depan. Pertama, adalah mempertahankan UMKM dalam ekosistem digital. Kedua, bagaimana dalam meningkatkan kapasitas, kualitas, dan produktivitas UMKM agar berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian dan perdagangan global. Ketiga, adalah memperluas akses keuangan bagi UMKM saat ini. Diketahui hanya 25% UMKM Indonesia yang memiliki akses keuangan. Keempat, adalah kesadaran lingkungan dari ancaman global, dimana UMKM Indonesia perlu untuk menerapkan proses ramah lingkungan dalam produktivitas mereka.

 Mengingat pentingnya peran UMKM dalam perekonomian, oleh karena itu, diperlukan sinergi antara Bank Indonesia dengan Pemerintah, Dinas, dan stakeholders lainnya untuk terus meningkatkan peran UMKM dalam perekonomian.

Yakni Bank Indonesia Pematang Siantar sendiri memiliki sekitar 82 UMKM binaan dan mitra yang  didampingi perkembangannya. Bank Indonesia Pematang Siantar memiliki berbagai macam program untuk mengembangkan UMKM di SISI BATAS LABUHAN, di antaranya program Wirausaha Bank Indonesia (WUBI) yang tahun ini sudah diselenggarkan untuk ketiga kalinya. Pada acara ini juga nanti akan kita selenggarakan wisuda WUBI batch-3, yang kita harapkan agar dapat menjadi UMKM-UMKM handal di bidang masing-masing.

Kemudian UMKM talks yang merupakan program inisiasi kami dan bekerja sama dengan pemerintah Kota Pematang Siantar, Dinas Koperasi dan UKM, dan Dekranasda Pematang Siantar. Dalam kegiatan ini, pihaknya  memberikan pelatihan dengan materi yang dibutuhkan untuk pengembangan usaha seperti pelatihan transaksi keuangan, digital marketing, dan lainnya kepada UMKM binaan/mitra BI maupun juga UMKM binaan stakeholders.

 Selanjutnya melakukan pengembangan klaster pangan kepada UMKM pertanian komoditas volatile food untuk menjaga inflasi daerah, yang pelaksanaannya bekerjasama dengan pemerintah atau dinas setempat.

Selain itu, melakukan pengembangan desa wisata yang berlokasi di Sait Buttu Saribu, Kabupaten Simalungun yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi pariwisata.  

“Kami juga senantiasa menfasilitasi UMKM agar dapat ikut dalam pameran-pameran untuk membantu mempromosikan produknya, baik secara nasional seperti melalui event KKI & ISEF, atau secara regional seperti pada penyelenggaraan Fesyar yang baru saja diselenggarakan pada bulan Juli yang lalu,” kata Muqorobin.

Atas dasar itu, Bank Indonesia Pematang Siantar kembali menyelenggarakan Festival SISI BATAS LABUHAN di tahun 2023, sebagai event bagi UMKM SISI BATAS LABUHAN untuk dapat mempromosikan produk mereka kepada masyarakat luas. 

Adapun Tema Festival SISI BATAS LABUHAN yakni Mendorong UMKM untuk Indonesia Maju. Pada Festival ini mengangkat Kuliner. Alasan tema ini dipilih karena berdasarkan sektor industrinya, 34.3% UMKM di Sumatera Utara ini merupakan sektor industri makanan.

Potensi yang besar ini perlu dikembangkan. Harapannya dengan diadakannya festival tahun ini, UMKM dapat mempromosikan produknya untuk meningkatkan produksi dan kapasitas UMKM, yang nantinya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah SISI BATAS LABUHAN. Meskipun tema yang diambil merupakan festival kuliner, namun UMKM sektor lain seperti kain dan kerajinan juga tetap berpartisipasi dalam Festival SISI BATAS LABUHAN.

Terdapat beberapa kegiatan lain seperti Pasar murah, Kas keliling, Sosialiasi QRIS, talkshow CBP dan kuliner, berbagai macam lomba, serta hiburan bagi masyarakat seperti penampilan band/musisi lokal dan juga senam pagi bersama. 

Saat menghadiri Festival tersebut, Wali Kota Pematang Siantar dr.Susanti Dewayani, SpA mengenakan dan memamerkan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). dr.Susanti mengenakan pakaian berbahan tenunan Ulos berwarna merah.

“Yang saya kenakan saat ini hasil dari UMKM Kota Pematang Siantar wujud kearifan lokal. Tidak bisa diragukan lagi kualitasnya dan keindahannya. Bangga dengan buatan Indonesia,” kata dr.Susanti dalam sambutannya di acara dengan tema Mendorong UMKM untuk Indonesia Maju itu. 

dr Susanti memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada KPw BI Pematang Siantar, yang telah menginisiasi sekaligus melaksanakan kegiatan FSBL Tahun 2023. dr.Susanti yakin, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian dan keberpihakan KPw BI Pematang Siantar, untuk ikut membantu dalam upaya mendukung pengembangan UMKM yang ada di Kota Pematang Siantar.

Kehadiran BI, lanjutnya, bukan sekadar lembaga pengatur mata uang dan stabilitas ekonomi. Namun juga berperan dalam memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat mengenai peran penting mereka dalam meningkatkan perekonomian nasional, khususnya di SISI BATAS LABUHAN, yakni Pematang Siantar, Simalungun, Batubara, Tanjungbalai, Asahan, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, dan Labuhanbatu Selatan.

Lebih lanjut dr Susanti menyampaikan, UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian. Mereka adalah tulang punggung perekonomian lokal, sumber lapangan pekerjaan, serta wahana kreativitas dan inovasi. Terutama saat pandemi 2020-2022, pelaku UMKM ikut terdampak. Namun mereka tahan banting dan mampu bertahan. 

“Terima kasih untuk pelaku UMKM,” ucap dr.Susanti.

dr.Susanti mengaku Pemerintah Kota (Pemko) Pematang Siantar memberikan dukungan sebesar-besarnya kepada para pelaku UMKM agar terus tumbuh dan berkembang. 

“Bazar ini menjadi ajang untuk memamerkan produk-produk berkualitas yang dihasilkan dengan penuh dedikasi dan keahlian. Bukan hanya kuantitas, tapi kualitas agar layak jual dan berpotensi dipromosikan,” tukas dr.Susanti. 

dr.Susanti juga berharap Festival SISI BATAS LABUHAN bisa dijadikan sebagai sarana pembelajaran, kolaborasi, dan inovasi sehingga dapat memperkuat sektor UMKM, meningkatkan pemahaman tentang peran BI, serta menjalin kerja sama yang kuat antar lembaga dan komunitas.

Selain itu, sambung dr.Susanti, kolaborasi antar lembaga di wilayah KPw BI Pematang Siantar sangatlah penting. 

“Dengan saling bersinergi, kita dapat memberikan pelatihan, bimbingan, serta dukungan finansial yang dibutuhkan agar UMKM dapat bertumbuh lebih besar dan lebih kuat,” ucapnya.

dr.Susanti menambahkan, demi mencapai visi misi terwujudnya Kota Pematang Siantar yang Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas, Pemko Pematang Siantar tetap memprioritaskan kegiatan ekonomi masyarakat termasuk UMKM, melalui misi pengelolaan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia (SDM) yang efektif dalam memajukan perekonomian.

“Melalui perangkat daerah, kami terus melakukan berbagai macam upaya, untuk meningkatkan SDM dan produk UMKM yang semuanya dimaksudkan agar UMKM kita tumbuh dan berkembang secara sehat, serta dapat berkontribusi secara langsung dalam pertumbuhan ekonomi di Kota Pematang Siantar yang sama-sama kita cintai ini,” kata dr.Susanti. 

“Terima kasih Bank Indonesia yang telah mendukung penuh ekonomi masyarakat, dengan memberikan pelatihan dan pendidikan kepada UMKM termasuk dukungan finansial,” tutup dr.Susanti. (WB)

Penulis : Wandi Berutu