Beranda Sumatera Utara Derita Petani di Binjai, Lahan Dirusak dan Diserobot

Derita Petani di Binjai, Lahan Dirusak dan Diserobot

- Advertisement -

LINK24NEWS-BINJAI, Petani ‘Mekar Jaya’ bernama Juli, kembali harus menelan pil pahit, setelah lahan jagung miliknya yang terletak di Lingkungan 5, Kelurahan Bhakti Karya, Binjai Selatan, dirusak oleh orang tidak dikenal, Rabu (14 September 2022).

Bahkan saat ini, lahan seluas 1 hektar tersebut diduga akan diserobot oleh “mafia tanah” karena juga dincar oleh kelompok tani lain yang ada di daerah berjuluk Kota Rambutan tersebut.

Menurut Juli, setelah panen Jagung, dia berencana untuk membersihkan dan mengolah lahan tersebut. Akan tetapi, setibanya di atas lahan yang sudah 14 tahun diusahainya itu, dia melihat bahwa ada sekelompok orang mendirikan batang Pinang di kedua sisi lahan, selayaknya gawang sepak bola.

“Saya terkejut melihat lahan saya dirusak seperti ini. Tolonglah kami pak, kami selalu menjadi korban kerusakan kelompok yang ingin lahan ini,”ungkap Juli.

Mendengar adanya kasus pengerusakan tersebut, para anggota Kelompok Tani Mekar Jaya langsung mendatangi ladang jagung tersebut. Bahkan, keberadaan mereka sempat dihalang-halangi oleh sekelompok orang yang mengaku-ngaku warga Beguldah, Binjai Selatan.

Teks poto : Perwakilan kelompok Tani Mekar Jaya, Dejon Sembiring saat memberitahukan kronologis perusakan lahan jagung kepada Kapolres Binjai dan Ketua DPRD Binjai.

Situasi sempat memanas dan nyaris bentrok, saat ada sekelompok masyarakat datang sambil berlari kearah anggota Poktan Mekar Jaya yang membawa kayu seperti hendak menyerang mereka.

Dejon Sembiring selaku perwakilan dari Koptan Mekar Jaya meminta kepada pihak aparat penegak hukum untuk menangkap pelaku pengerusakan ladang milik warga.

Bahkan, tokoh masyarakat yang dikenal dekat dengan petani tersebut juga membeberkan beberapa ‘petikaian’ antara warga petani Mekar Jaya dengan sekelompok orang yang diduga ditunggangi ‘Mafia Tanah’.

“Belakangan ini sangat banyak kejadian yang menimpa petani kami. Mulai dari penyerangan, ditakut-takuti, mobil dirusak, gubuk dibakar sampai pupuk untuk petani ditusuki,”kata Dejon.

“Terakhir, lanjut Dejon tanaman jagung dan lahan anggota Kelompok Tani Mekar Jaya kembali dirusak. Tapi kenapa sampai sekarang belum ada satu pun pelakunya yang ditangkap,”harapnya

Kapolres Binjai, AKBP Ferio Sano Ginting meminta agar dua kelompok tani untuk saling menahan diri dan meminta warga agar hadir setelah Forkopimda Kota Binjai menetapkan waktu yang tepat untuk mendiskusikan permasalahan tersebut.

“Kita dari Kepolisian meminta agar kedua kelompok menahan diri dan menyiapkan data serta bukti. Kita akan atur waktu terbaik,” kata Kapolres.

Perwira Melati dua di pundaknya yang pernah menjabat Kapolres Dairi itu, juga meminta agar kedua kelompok untuk saling menjaga ketertiban dan kekondusifan di Kota Binjai, khususnya Binjai Selatan.

“Demi menjaga kemanan di lokasi, dengan akan melakukan patroli dari Polres dibantu Polsek,”tambah Kapolres sembari meminta agar masyarakat dari dua kelompok tani untuk membubarkan diri.

Penulis : Jufri