
LINK24NEWS-SIMALUNGUN, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Teuku Munandar membuka secara langsung media media briefing dan pelatihan wartawan ekonomi bertempat di Hotel Niagara, Parapat, Kabupaten Simalungun, Rabu (15/12/2021).
Kegiatan ini diikuti 20 wartawan dari berbagai media cetak, elektronik, online dan akan berlangsung selama 2 hari (15-16 Desember 2021).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Teuku Munandar mengatakan bahwa media merupakan mitra strategis pemerintah dan juga Bank Indonesia. Karena melalui media semua kebijakan Bank Indonesia dapat disampaikan kepada masyarakat.
“Media ini sangat penting dalam menyampaikan kebijakan Bank Indonesia kepada masyarakat. Dan sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan edukasi dalam mencerdaskan bangsa termasuk membangun perekonomian rakyat,”kata Teuku Munandar.
Dia berharap pelatihan ini dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan wartawan khususnya ilmu perbankan dan ekonomi.
Dalam pelatihan wartawan ekonomi ini menghadirkan nara sumber Boby Christian Manik dengan materi Informasi Layanan Operasional BI-UPUR, Prita Erlisa dengan materi Informasi Layanan Operasional BI-BI FAST, Haris Prabowo dengan materi Perkembangan Ekonomi Terkini dan Presidensi G20 serta Pepih Nugraha dari Kompas dengan materi Penulisan Berita dan Feature Ekonomi.
Boby Christian Manik dalam paparannya
terdapat enam tahapan pengelolaan uang rupiah, namun kegiatan yang dilakukan oleh KPw Pematangsiantar hanya 3 (tiga) kegiatan yaitu, perencanaan, pengedaran dan pemusnahan.
Perencanaan, pengedaran dan pemusnahan ini, kata Boby, meliputi estimasi kebutuhan uang, penyetoran Bank/Non Bank, penarikan Bank/Non Bank, penukaran uang, kas keliling, pengolahan uang, pemusnahan uang, klarifikasi uang yang diragukan keasliannya, edukasi Rupiah dan Remise/Kas Titipan.
Lanjut Boby, dalam rangka memenuhi kebutuhan uang kartal jelang Natal dan tahun baru di masyarakat (8 kabupaten/kota) di wilayah kerja KPW Pematangsiantar Bank Indonesia memproyeksikan kebutuhan uang sebesar Rp2,24 Triliun.
“Uang pecahan baru Rp 2,15 Triliun dan uang pecahan kecil Rp 90 Miliar,”kata Boby.
Editor : Franki Siburian


































































