LINK24NEWS-TANJUNGBALAI, Kota Tanjungbalai menjadi tuan rumah Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Tahun 2024 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar.
FESyar 2024 yang berlangsung selama dua hari yakni tanggal 27-28 April 2024 mengambil tema “Gema Syariah Sisi Batas Labuhan, bertempat Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah.
Dibuka Walikota Tanjungbalai H. Waris Tholib S.Ag.,MM diwakili Sekda Kota Tanjungbalai, Nurmalini Marpaung, S.Sos dengan memukul gendang rebana bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Muqorobin dan Forkopimda Kota Tanjungbalai.
Sekda Kota Tanjungbalai, Nurmalini Marpaung, S.Sos mengatakan penyelenggaraan Road To Festival Syariah (FESyar) di Kota Tanjungbalai merupakan momen penting dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah, seni dan budaya Islam serta mempromosikan produk UMKM di wilayah kerja Bank Indonesia.

Ditambahkan Sekda, kegiatan Road To FESyar ini dilaksanakan untuk mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, maka dengan besarnya populasi tersebut membuat pertumbuhan ekonomi Islam atau syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan sangat pesat, yang ditandai dengan tumbuhnya industri berbasis syariah atau industri halal.
“Semoga segala capaian yang baik telah diraih dan kerja keras yang telah dilakukan ini dapat senantiasa dipertahankan serta ditingkatkan, untuk kesejahteraan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah khususnya di Kota Tanjungbalai,” kata Sekda.
Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Muqorobin mengatakan Kota Tanjungbalai, yang merupakan ibu kota dari Kesultanan Asahan, salah satu pemerintahan yang cukup berpengaruh dalam penyebaran agama Islam.
Hal ini menjadi alasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar dalam melaksanakan Gema Syariah.
Dijelaskan Muqorobin, Sisi Batas Labuhan merupakan singkatan dari wilayah kerja dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar yakni Kota Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Batubara, Kota Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, Kabupaten Labuhan Batu, Kabupaten Labuhan Batu Utara dan Kabupaten Labuhan Batu Selatan.
“Tanjung Balai adalah kota yang sangat bersejarah, yang telah berusia 403 tahun. Kita bisa melihat jejak-jejak Islam disini, kerajaan atau kesultanan Asahan ada disini. Ini merupakan agenda rutin, agenda tahunan,” kata Muqorobin.
Pelaksanaan Gema Syariah Sisi Batas Labuhan ini, merupakan rangkaian kegiatan untuk Road To FESyar (Festival Ekonomi Syariah) 2024.
“Hari ini kita sudah melaksanakan pembukaan atau opening ceremony Gema Syariah Sisi Batas Labuhan. Kegiatan ini, puncaknya tanggal 27-28 April 2024. Tapi rangkaian kegiatan sudah dimulai dari awal minggu ini,” jelas Muqorobin.
Beragam kegiatan yakni Festival Ekonomi Syariah, pameran UMKM, talkshow, sosialisasi QRIS, sosialisasi CBPR, lomba berbalas pantun, lomba kreasi video nasyid, lomba fashion designer, hiburan musik dan senam pagi bersama dalam FESyar Tahun 2024.
Dikatakan Muqorobin, sebanyak 36 pelaku UMKM ikut berpartisipasi dalam pameran yang merupakan binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar dari 8 Kabupaten/Kota. Selain itu, UMKM yang merupakan binaan Pemko Tanjung Balai, turut diundang.
“Mengingatkan kembali kepada masyarakat, apa itu ekonomi Syariah, kita akan gaungkan kembali, geliatkan di kota ini. Kita lihat tadi, antusias masyarakat yang tinggi untuk hadir dan berbelanja. Harapannya, UMKM mendapatkan banyak manfaatnya, karena pengunjungnya luar biasa. Saya yakin, banyak masyarakat yang antusias untuk hadir,” ucap Muqorobin.
Mengenai kondisi ekonomi Syariah di Sisi Batas Labuhan, Muqorobin menyebut bahwa kondisinya positif yang dapat dilihat dari sisi perkembangan kreditnya yang bagus, naik lebih dari 20 persen di tahun ini.
“Kondisinya positif, terutama kita lihat dari sisi perkembangan kreditnya itu bagus yang bisa diatas 20 persen di tahun ini. Kita akan optimalkan, menjadi tugas bersama kita semua. Kita mendorong masyarakat semakin familiar, semakin terbiasa bertransaksi ekonomi Syariah,” ujar Muqorobin.
Dalam pameran UMKM, masyarakat dapat berbelanja hanya dengan membayar Rp 1. Stand-stand UMKM menyajikan produk unggulan dan berkualiatas.
Salah satu pengunjung bernama Perdana warga Kabupatan Asahan sangat terkejut dengan belanja Rp 1. Awalnya dia tidak mengetahui bahwa belanja dengan QRIS dapat membeli barang dengan harga diluar nalar.
“Tadi tahunya belanja pakai Voucher, tapi setelah dijelaskan bisa belanja pake QRIS asalkan memiliki aplikasi mobile banking, aplikasi Dana, OVO dan lainnya langsung gerak cepat,” ucap Perdana sembari terkejut dengan Rp 1.
Dengan pelaksanaan pameran berlangsung selama dua hari membuat ia akan berbelanja bersama isteri.
“Wah, hari ini akan datang bersama isteri lagi belanja,” ucap Perdana.
Editor : Franki Siburian


































































