Beranda Sumatera Utara SMKS Teladan Pematang Siantar Sasaran Program Kampus Mengajar Angkatan ke-6 Tahun 2023

SMKS Teladan Pematang Siantar Sasaran Program Kampus Mengajar Angkatan ke-6 Tahun 2023

- Advertisement -

LINK24NEWS-SIANTAR, SMK Swasta Teladan Pematang Siantar menerima 5 orang peserta Kampus Mengajar didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). 

Hal itu disampaikan Kepala SMK Swasta Teladan Pematang Siantar Sudarlian M.Si, pada saat penerimaan kampus mengajar di SMK Swasta Teladan, Jalan Singosari, Kota Pematang Siantar, Selasa (15/8/2023). Di mana SMK Swasta Teladan Pematang Siantar termasuk salah satu dari tiga SMK Negeri dan Swasta yang ada di Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun, yang menjadi sekolah sasaran program Kampus Mengajar Angkatan Tahun 2023.

Ke lima peserta Kampus Mengajar angkatan ke-6 tahun 2023 pada SMK Swasta Teladan Pematang Siantar yakni Sifra Uktaviana Sihombing dari (UHKBPNP), Jingga Anggraeini Kumoro dari (STIKOM Tunas Bangsa), Khairunnisa (STIKOM Tunas Bangsa), Retra Putri Ananda dari (STAMI), Winda Anistra Purba dari (UNIMED) dan DPL David Berthany Manalu dari (UHKBPNP).

“Kampus Mengajar merupakan bagian Program Kampus Mengajar, membuka ruang bagi mahasiswa untuk bisa mengaplikasikan keahlian serta ilmu pengetahuan mereka dalam membantu siswa di satuan pendidikan dasar. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan minat, semangat, dan keinginan mahasiswa,” terang Sudarlian.

Selain itu, mahasiswa diharapkan menjadi inspirasi bagi para peserta didik, untuk memperluas cita-cita serta wawasan mereka.

“Mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi dibawah naungan Kemendikbudristek yang akan ditempatkan di sekolah sasaran program di seluruh Indonesia, dalam upaya membantu peningkatan literasi dan numerasi di tingkat pendidikan dasar dan menengah,” jelasnya.

Sudarlian berharap program Kampus Mengajar memberikan manfaat kepada keluarga besar SMK Swasta Teladan Pematang Siantar. Sehingga SMK Teladan Pematang Siantar mendapatkan peningkatan kemampuan literasi dan numerasi, baik dalam bidang peningkatan keterampilan dan penguatan karakter siswa. Sedangkan untuk peserta Kampus Mengajar (mahasiswa) dapat meningkatkan kualitas lulusan dalam hal keterampilan (soft skills) dan karakter.

“Program ini berbeda dengan program pengalaman lapangan (PPL) selama ini. Pihaknya menghunjuk guru pamong untuk mendampingi, membimbing, berkolaborasi dan menjadi teman diskusi peserta Kampus Mengajar adalah Pitta Emma Sitorus, S.Pd selaku (Wakasek Kurikulum),” tutup Sudarlian.

Retra Putri Ananda dari kampus (STAMI) salah satu peserta Kampus Mengajar menyampaikan rasa bersyukur dapat mengikuti program dan ditempatkan SMKS Teladan. Dengan kehadiran kami dan diterima di sekolah ini, bisa mengimplementasikan seluruh kegiatan yang menjadi ruang lingkup program ini.

“Kami bisa membantu guru dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah, khususnya dalam pembelajaran literasi dan numerasi. Membantu sekolah melaksanakan adaptasi teknologi dalam proses pembelajaran, dan pendampingan kepada kepala sekolah dan guru dalam administrasi dan manajerial sekolah yang berkaitan dengan program,” terangnya.

“Kita juga melakukan sosialisasi produk pembelajaran Kemendikbudristek, seperti Kurikulum Merdeka, Platform Merdeka Mengajar (PMM), AKM Kelas, Rapor Pendidikan, dan Perencanaan Berbasis Data. Kemudian membantu dalam peningkatan keterampilan dan penguatan karakter siswa,” tambah Retra Putri Ananda

Sementara, David Berthany Manalu sebagai dosen pembimbing lapangan menyampaikan, Kampus Mengajar merupakan bagian kegiatan pembelajaran dan pengajaran di satuan pendidikan dasar dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas. 

“Kampus Mengajar bertujuan membekali mahasiswa dengan beragam keahlian dan keterampilan dengan menjadi mitra guru dan sekolah dalam pengembangan model pembelajaran. Serta menumbuhkan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran, sehingga berdampak pada penguatan pembelajaran literasi dan numerasi disekolah,” terang David Berthany

Penulis : Wandi Berutu