Beranda Kesehatan Buah Hati Terdiagnosa Demam Berdarah, Justin Andalkan Program JKN

Buah Hati Terdiagnosa Demam Berdarah, Justin Andalkan Program JKN

- Advertisement -

LINK24NEWS-SIANTAR, Justin Mardoharris Sihombing (54), seorang peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berasal dari segmen Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI-APBD), bersyukur seluruh anggota keluarganya sudah memiliki jaminan kesehatan. 

Justin merupakan ayah dari Binsar Gerhana Pandaoni Sihombing (7), yang sedang terserang gejala demam berdarah. Justin mengaku bahwa dirinya sempat panik ketika mengetahui kondisi Binsar mengalami demam tinggi hingga akhirnya harus dilarikan ke Puskesmas Parsoburan Pematang Siantar yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

“Saat itu saya pikir hanya demam biasa karena tidak ada keluhan yang lainnya. Saya khawatir demamnya tidak kunjung turun. Melihat kondisi itu, saya lantas bawa dia ke Puskesmas. Selama di Puskesmas, anak saya dilayani begitu baik oleh dokter dan perawat. Ruang perawatan sangat bersih dan tenaga kesehatan disana juga ramah sekali dalam memberikan pelayanan kepada pasiennya,” ujar Justin kepada wartawan.

Di Puskesmas, Binsar mendapatkan  penanganan dan pelayanan yang intensif. Saat itu Justin hanya berbekal Kartu Indonesia Sehat (KIS), dengan harapan sang anak bisa mendapatkan pelayanan dan segera sembuh seperti sedia kala. Karena kondisi saat itu trombosit Binsar terus mengalami penurunan, pihak Puskesmas lantas memberikan rujukan ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) agar Binsar segera mendapatkan pelayanan lebih lanjut.

“Alhamdulillah, proses administrasi rujukan sangat mudah. Binsar langsung dibawa ke rumah sakit dengan  kendaraan dari Puskesmas. Di sini saya benar-benar merasa sangat terbantu,” imbuh Justin.

Di rumah sakit, sang anak harus mengikuti pemeriksaan laboratorium dan didapatkan hasil demam berdarah. Justin merasa beruntung karena segera ditangani. Sudah menjadi tanggung jawab orang tua untuk melakukan yang terbaik untuk buah hati tercinta.

“Anak saya rawat inap sampai tiga hari. Selama menjalani pengobatan di rumah sakit menggunakan kartu JKN, tidak mendapatkan kendala apa pun apalagi mengalami kesulitan serta  pelayanan memuaskan kembali kami rasakan. Mulai dari keramahan perawat, dokter hingga fasilitas rumah sakit semua sesuai hak sebagai peserta BPJS Kesehatan. Saya merasa pihak rumah sakit sudah memberikan pelayanan sebaik-baiknya tanpa mempersulit kami selaku peserta JKN,” kenang

Justin.

Justin yang bekerja sebagai seorang wiraswasta tersebut mengatakan bahwa Program JKN sangat bermanfaat bagi keluarganya. Ia mengaku sangat puas dan bersyukur seluruh biaya pelayanan telah dijamin oleh program yang diselenggarakan BPJS Kesehatan tersebut. Justin berharap, pelayanan Program JKN dapat terus ditingkatkan agar dapat terus membantu pesertanya, terutama yang kurang beruntung dalam segi finansial. 

Justin menambahkan bukan hanya manfaat pelayanan kesehatan yang ia apresiasi melainkan manfaat pelayanan administrasi yang saat ini beralih ke layanan digital.

“BPJS Kesehatan ini selain membantu dari segi pembiayaan di fasilitas kesehatan, tapi juga membantu mempersingkat waktu dan tenaga kami saat kita membutuhkan layanan administrasi. Misalnya layanan melalui Aplikasi Mobile JKN dan juga Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA). Dengan layanan online tersebut, saya tidak perlu ke kantor BPJS Kesehatan,” ujar Justin.  

Ia juga memberikan apresiasi kepada petugas BPJS SATU! (Siap Membantu) yang telah mengunjungi peserta JKN dan memberikan berbagai informasi seputar Program JKN di fasilitas kesehatan. Dengan adanya keberadaan petugas tersebut, masyarakat merasa terbantu dan juga bisa mendapatkan informasi terkini. Ia juga mengaku senang saat mengetahui bahwa setiap rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan akan dikunjungi oleh petugas BPJS SATU!.

“Ini bukti kalau BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan betul-betul memperhatikan kebutuhan pesertanya agar terlayani dengan baik,” ucapnya. (Rel)

Editor : Franki Siburian