

LINK24NEWS-SIANTAR, Kasih ibu memang tiada batasnya, itulah kira-kira ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kisah dari Ibu dua orang anak ini.
Saat ini memang bertepatan dengan waktunya pergantian musim, sehingga wabah demam berdarah dengue mulai menyerang beberapa masyarakat.
Salah satunya adalah yang dirasakan oleh Ariani (22), ketika dengan sabar dirinya mendampingi buah hatinya yang dirawat di rumah sakit selama tiga hari.

“Namanya juga anak, pasti akan selalu menempel pada ibunya. Apalagi dengan kondisinya kala itu yang lemah dan sakit. Saya sangat bersyukur sekali karena mempunyai kartu JKN dari perusahaan. Alhamdulillah, dari awal masuk rumah sakit sampai Ratih sembuh. Saya tidak membayar biaya perawatan sedikitpun. Saya dan suami kerjanya hanya jadi buruh perusahaan, kalau tidak punya kartu ini mau bayar pakai apa,” ungkap Ariani pada Kamis lalu (16/6/2022).
Ariani juga mengaku bahwa seluruh anggota keluarganya telah terdaftar Program JKN, mulai dari orang tua, mertua, dan sanak saudara. Ariani sendiri terdaftar sebagai Peserta segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) dengan hak rawat inap kelas dua.
“Alhamdulillah pelayanan yang diberikan sangat bagus dan sangat mudah, tidak dipersulit dan tidak ada pembedaan antara pasien Program JKN maupun umum. Pokoknya pelayanan BPJS Kesehatan adalah yang terbaik. Saya dan keluarga besar sangat terbantu sekali dengan adanya JKN ini karena meringankan biaya saat berobat. Yang penting pastikan kartu selalu aktif dengan membayar iuran tepat waktu,” kata Ariani.
Ariani berharap ke depannya Program JKN dapat dipertahankan keberadannya, serta lebih meningkatkan pelayanannya untuk dapat terus membantu masyarakat lain yang membutuhkan. Baginya, pelayanan yang sudah diberikan Program JKN sejalan dengan kasih sayangnya kepada buah hatinya.
“Saya tidak bisa membayangkan akan mengeluarkan uang sebanyak itu setiap kali berobat. Alhamdulillah ada JKN, semuanya gratis. Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah karena telah memberikan bantuan yang besar sekali manfaatnya bagi kehidupan anak-anak saya. Kalau tidak ada JKN, mungkin kondisi anak–anak saya tidak akan sebaik kondisinya yang sekarang,”kata Ariani. (Rel)
Editor : Franki


































































