

LINK24NEWS-SIANTAR, Perumda Tirtauli Kota Pematangsiantar dituding mengabaikan keselamatan pengguna jalan.
Pasalnya, bekas galian pipa Perumda Tirtauli di Jalan Medan Km 4,5 yang tidak jauh dari Simpang Rami dibiarkan menganga atau berlubang.

Perbaikan sementara dengan menutup lubang dengan semen tidak maksimal. Bahkan bekas galian tersebut mengakibatkan pengendara kecelakaan.
Anwar pengguna jalan yang melintas dari lokasi tersebut mengecam Perumda Tirtauli Kota Pematangsiantar.

Dengan membiarkan bekas galian sangat jelas membahayakan pengguna jalan. Apalagi bila dilalui malam hari, kondisi gelap di sekitar jalan tersebut memperparah pengguna jalan.
“Seharusnya Perumda Tirtauli tidak membiarkan bekas galian ini. Jangan merusak jalan yang sudah bagus, perbaikilah,”tegas Anwar.
Dia menambahkan perbaikan dengan menutup semen bukan langkah yang bagus.
“Itu jalan yang dibongkar kan aspal, ya diaspal lagilah bukan dengan semen,”kata Anwar.
Sementara pemilik warung yang tidak jauh dari lokasi membenarkan sudah ada pengendara mengalami kecelakaan karena bekas galian Perumda Tirtauli tersebut.
“Sebelum Idul Fitri sudah lebih dua pengendara yang jatuh pada malam hari karena bekas galian pipa ini. Apalagi lampu jalan di dekat lokasi juga padam pada malam hari,”kata ibu itu.
Sementara Humas Perumda Tirtauli, Jimmy Simatupang membenarkan adanya perbaikan pipa di jalan Medan dekat Simpang Rami.
Perbaikan dilakukan agar pelanggan tidak komplain saat Idul Fitri karena pipa bocor.
Perbaikan pipa itu, kata Jimmi, telah menimbulkan bekas galian yang berlubang. Namun upaya menutup jalan berlubang dengan semen telah dilakukan.
“Kemarin kita lakukan upaya sementara dengan semen. Nanti kita teruskan ke bagian teknik untuk mengcek lokasi tersebut,”kata Jimmy, Jumat (6/5/2022).
Ketika ditanyakan apakah Perumda Tirtauli akan mengembalikan bekas galian tersebut ke aspal dan bukan semen, Jimmy mengaku akan melakukan koordinasi.
“Jalan itu kan milik Provinsi. Nantilah kita teruskan ke bagian Teknik. Upaya semen hanya sementara di tengah arus mudik,”kata Jimmy.
Editor : Franki Siburian


































































