Beranda Nasional Bupati Radiapoh Paparkan Potensi Desa ke Kemendes PDTT

Bupati Radiapoh Paparkan Potensi Desa ke Kemendes PDTT

- Advertisement -

LINK24NEWS-JAKARTA, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga didampingi Kadis PMPN Jonni Saragih dan Kabid Pemerintahan Nagori melakukan kunjungan silahturahmi ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) di Jakarta, Selasa (15/3/2022).

Kehadiran Bupati bersama Kadis PMPN di diterima langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi A. Halim Iskandar yang didampingi Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Sugito.

Di Kemendes PDTT, Bupati melaksanaan silahturahmi dan membahas program tentang desa dengan Mendes PDTT untuk menjadi acuan bagi Pemkab Simalungun dalam melaksanakan kegiatan di daerah.

Topik yang bahas antara lain tentang payung hukum realokasi selisih penggunaan bantuan lagsung tunai (BLT) Desa yang tidak sampai 40%. Bupati/Walikota diberi diskresi untuk realokasinya ke nagori lain atau kembali ke nagori awal dengan peruntukan prioritas lainnya.

Selain juga membicarakan tentang tanggungjawab pemilik hak guna usaha (HGU) terhadap pemeliharaan infrastruktur jalan umum di areal HGU antara lain dengan standard dan kualitas jalan angkutan umum bukan angkutan produksi perkebunan dan harus dibuat aturannya.

Selanjutnya membicakan terkait dengan dukungan program, kegiatan dan pembiayaan dari Kemendes PDTT tentang pengembangan Desa Wisata dan dukungan program, kegiatan dan pembiayaan dari Kemendes PDTT tentang badan usaha milik nagori (BUMNag) dalam rangka permodalan dan pendampingan.

Sebelumnya Bupati Simalungun memaparkan potensi desa di Kabupaten Simalungun kepada Mendes PDTT. Bupati berharap adaya dukungan penuh dari Kemendes PDTT, dalam upaya menggali potensi desa di Simalungun.

Selain memaparkan potensi desa, Bupati juga berharap adanya atensi terkait penggunaan dana desa untuk pembenahan infrastruktur jalan antar desa supaya akses jalan antar desa bisa terintegrasi yang berdampak semakin mudahnya akses pengangkutan hasil pertanian desa untuk dipasarkan.

Editor : Franki Siburian