Beranda index BI Pematangsiantar Adakan Bedah Buku, Pertanyaan Polos Anak dan Menggugah Batin Orang...

BI Pematangsiantar Adakan Bedah Buku, Pertanyaan Polos Anak dan Menggugah Batin Orang Tua

- Advertisement -

LINK24NEWS-SIANTAR, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar memfasilitasi bedah buku berjudul “Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?”

Buku ini ditulis Khoirul Trian, yang merupakan penulis buku di Gradien Mediatama. Bedah buku ini berlangsung di Aula Sisingamangaraja Lt.5 KPw Bank Indonesia Pematangsiantar, Selasa (9/12/2025).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Yudha Wirawan mengatakan buku ini bukan sekadar karya tulis, ini adalah perjalanan gagasan tentang pencarian arah, dialog, dan proses memahami kehidupan dari perspektif yang hangat dan dekat dengan keseharian kita.

Buku yang dibahas hari ini bukan sekadar karya sastra atau kumpulan cerita. Ia adalah cermin yang memantulkan kegelisahan seorang ayah, harapan seorang anak, dan pencarian arah hidup yang dialami hampir setiap keluarga.

“Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?” Buku ini ditulis Khoirul Trian

“Judulnya yang sederhana namun penuh tanya, “Ayah, Ini Arahnya Kemana Ya?”, menghadirkan percakapan yang sangat dekat dengan keseharian kita,” ucap Yudha.

Lanjutnya, sebuah pertanyaan polos seorang anak, tetapi sekaligus menggugah batin para orang tua tentang tanggung jawab, keteladanan, dan arah perjalanan hidup yang sedang mereka ukir untuk masa depan.

Pada acara bedah buku ini, membuka ruang diskusi dan berbagi, bukan hanya tentang isi buku, tetapi dapat menggali lebih dalam pesan-pesan yang ingin disampaikan penulis-baik dari aspek literasi, psikologis, nilai pendidikan keluarga, maupun relevansinya dengan kondisi sosial saat ini.

“Kehadiran para narasumber akan memperkaya pemahaman memberikan perspektif baru, serta membuka ruang diskusi yang konstruktif dan hangat,” ujarnya

Yudha menjelaskan membaca bukan hanya kegiatan memahami huruf dan kalimat, membaca adalah sarana untuk memperluas horizon berpikir. Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan literasi menjadi penentu apakah kita hanya menjadi konsumen pasif atau justru menjadi pribadi yang kritis dan mampu mengambil keputusan dengan bijak.

Kegiatan bedah buku seperti ini harus menjadi momentum penting yakni menghidupkan kembali kebiasaan membaca di rumah, di sekolah, dan di ruang-ruang komunitas. Kemudian mendorong orang tua untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari pengasuhan. Meningkatkan kemampuan memahami, mengkritisi, dan mengolah informasi, bukan sekadar membacanya. Serta mengapresiasi karya penulis lokal, sehingga budaya literasi tumbuh dari dan untuk masyarakat kita sendiri.

Dengan kegiatan ini, kecintaan terhadap buku dan pengetahuan dapat tumbuh semakin kuat, dan menjadi bekal bagi generasi muda dalam menjadikan hidup mereka lebih terarah dan bermakna.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi jembatan untuk meningkatkan pemahaman, memberi wawasan baru, dan menginspirasi kita untuk terus membaca, berdialog, dan mempertajam kepekaan terhadap realitas di sekitar kita,” ujarnya

“Para pustakawan dan pendidik pun diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam menghidupkan ekosistem literasi di sekolah, kampus, maupun lingkungan masyarakat,” tutup Yudha.

Bedah buku ini dihadiri Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Pematangsiantar, Ir. Christina Risfani Sidauruk, Wakil Rektor Universitas Simalungun, Dra. Asnewastri, MPd, perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Pengadilan Negeri, Biro Pusat Statistik, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, RSUD Djasamen Saragih.

Kemudian para pustakawan, pendidik, adik-adik pelajar dan mahasiswa, undangan dari Universitas Simalungun, Universitas HKBP Nommensen, STIE Sultan Agung, STIKOM Tunas Bangsa, STAI UISU Pematangsiantar. Lalu persatuan pensiunan BI dan persatuan Istri pegawai BI. (Fra)