LINK24NEWS-SIANTAR, 16 orang siswa-siswi SMA Swasta Teladan Pematangsiantar berhasil lulus di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang tersebar di seluruh Indonesia melalui jalur prestasi atau seleksi nasional berbasis prestasi (SNBP).
Hal ini membuktikan ilmu yang diajarkan guru-guru SMA Teladan Pematangsiantar dilaksanakan dengan baik oleh anak didik. Di mana SMA Swasta Teladan Pematangsiantar tidak pernah absen meluluskan anak didiknya ke PTN setiap tahun.
Sabrina Siahaan siswi kelas XII PIS SMA Swasta Teladan Pematangsiantar sangat senang ketika namanya diterima lulus di Politeknik Negeri Jakarta jurusan managemen bisnis.

Pencapaian ini sebagai hadiah kepada orang tuanya, meski harus tinggal di rumah keluarga (tante) untuk meringankan biaya orang tua.
Sejak Ayahnya meninggal dunia tahun 2019 lalu, perjuangan hidup harus dilanjutkan bersama ibu sebagai tulang punggung keluarga.

Ibunya lanjut Sabrina, bekerja di catering, sehingga ia harus tinggal di rumah tantenya yang beralamat di Parluasan. Dengan tinggal di rumah tantenya, ia harus berpisah dari ibunya yang tinggal di Jakarta.
“Karena ibu sebagai tulang punggung, untuk meringankan biaya saya ke Pematangsiantar. Ibu tinggal di Jakarta. Ada adek yang dampingi ibu disana,” ucap Sabrina yang memiliki saudara atau adik satu orang.
Sabrina yang merupakan anak Yatim sangat berkesan selama mengenyam pendidikan di SMA Swasta Teladan Pematangsiantar. Mendapat teman-teman friendly, semakin memacu semangatnya untuk belajar. Berkat kedisiplinannya, Sabrina mampu meraih juara 2 umum.
“Guru-guru disini sangat bagus, untuk menunjang pendidikan saya,” ucapnya.
Sabrina yang aktif di organisasi OSIS sangat kagum terhadap kegiatan di SMA Swasta Teladan Pematangsiantar. Begitu aktifnya, hingga ia bisa menumbuhkan hatinya yang jauh dari ibunya. Kasih sayang itu, ia dapatkan dari keluarga maupun sekolah.
“Kadang kangen ibu, teman-teman disini mengerti untuk kita selalu mencapai cita-cita. Banyak kegiatan mulai pesta rondang bittang, hari guru, 17-an Agustus dan banyak lagi yang membuat hatinya bergembira,” ucap Sabrina.
Di sekolah ia sering sebagai fotografer untuk kegiatan-kegiatan yang berlangsung. Terkadang sebagai wartawan untuk mewawancarai teman-teman yang juara.
“Kalau disini saya suka wawancara teman-teman lho bang, seperti wartawan gitu,” ucap Sabrina.
Sabrina berprinsip dapat meninggalkan momen baik selama bersekolah. Giat belajar dan disiplin adalah kuncinya, kemudian berdoa kepada Tuhan.
Dia berharap adik kelasnya memiliki semangat dan tidak takut mengejar cita-cita. Karena setiap orang memiliki rezekinya masing-masing, untuk itu jangan down.
Tak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada guru-guru maupun pegawai SMA Swasta Teladan Pematangsiantar yang turut membuatnya dewasa dan mengingatkan pentingnya belajar.
“Terima kasih kepada bapak-ibu guru atas jasanya. Semoga selalu dalam lindungan Tuhan,” ucap Sabrina seraya tersenyum ketika ditanya guru killer dan guru baik.
Selain itu, Andika Sinaga siswa kelas XII IPA2 SMA Swasta Teladan Pematangsiantar, mengaku senang diterima di ITK (Institut Teknologi Kalimantan) Jurusan Teknik Perkapalan.
Sejak diumumkan lulus, ia langsung menyampaikan kepada ibunya. Dan mempertanyakan bahwa pilihan adalah tidak salah. Karena ibunya merasa anaknya akan merantau ke Kalimantan untuk mengenyam pendidikan.
Namun ia mengatakan lulus melalui SNBP adalah perjuangan yang berbuah manis, meski langkah awal untuk perjuangan yang lebih berat lagi.
Terkadang di benaknya, muncul respon almarhum Ayahnya ketika dia lulus ke PTN melalui SNBP.
“Sempat ada pikiran, gimana ya respon Ayahku andaikan masih hidup saat kubilang lulus,” ucap Andika dengan suara bergetar.
Meski rindu, ia sadar masih banyak tahapan yang harus dilalui. Ia mengingat almarhum Ayahnya untuk memotivasi diri sendiri agar meraih sukses.
“Perencanaan Tuhan sudah dirancang sejak manusia lahir. Tetap semangat, disiplin dan motivasi diri sendiri,” ucap Andika.
Andika mengisahkan perjalanannya selama menempuh pendidikan di SMA Swasta Teladan Pematangsiantar. Dia mendapati lingkungan yang bagus dan positif, hingga ia mencapai prestasi masuk SNBP.
Sementara Kepala sekolah SMA Swasta Teladan Pematangsiantar, Sangkot Sitohang, S.SI.,M.Pd mengatakan kelulusan siswa-siswinya tersebut, buah kerja keras anak didiknya dalam belajar dan bimbingan para guru.
“Anak didik selalu kita ingatkan untuk selalu disiplin dan berdoa,” ucap Sangkot, Rabu (27/3/2024).
Sangkot Sitohang berpesan agar anak didiknya menjaga nama baik SMA Swasta Teladan Pematangsiantar di Universitas tempat mereka belajar. Dan tak lupa membawa segudang prestasi.
“Pesan saya adik-adik sekalian untuk menjaga nama baik SMA Swasta Teladan Pematangsiantar dan ukirlah prestasi sebanyak mungkin. Buatlah kenangan indah bagi kami (guru-guru) akan prestasi di Universitas tempat adik-adik menimba ilmu,” ucap Sangkot seraya mengingatkan anak didiknya tidak sombong.
Dengan diterimanya anak didik ke PTN melalui SNBP atau jalur prestasi, sebagai bukti SMA Swasta Teladan Pematangsiantar mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain. Kita menekankan guru-guru harus disiplin untuk mendidik siswa-siswi, sebagai kelak modal untuk di kehidupannya.
Oleh karena itu, orang tua tidak usah ragu mendaftarkan anak-anaknya untuk menimba ilmu di SMA Swasta Teladan Pematangsiantar yang beralamat di Jalan Singosari No.3.
“Sebentar lagi anak kelas IX SMP akan melanjutkan sekolah ke jenjang SMA. Mari percayakan anak bapak-ibu sekalian untuk menimba ilmu di SMA Swasta Teladan Pematangsiantar,” ucap Sangkot.
Editor : Franki Siburian


































































