LINK24NEWS-SIANTAR, SMA Swasta Teladan yang beralamat di jalan Singosari berhasil mengirimkan 14 orang siswa-siswinya ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2025.

Kelulusan ini sebagai bukti nyata, bahwa SMA Swasta Teladan Kota Pematangsiantar mampu bersaing dan memiliki kualitas melahirkan sumber daya manusia pekerja keras, pemikir, pantang menyerah dan mengedepankan etika dan moral menuju Indonesia Emas.
Kepala sekolah SMA Swasta Teladan Kota Pematangsiantar, Sangkot Sitohang, S.Si.,M.Pd mengatakan bahwa pretasi ini adalah kerjasama team antara guru, siswa dan lingkungan sekolah.
Lanjutnya, guru pembimbing terus mengarahkan siswa dan mengamati potensi yang dimiliki siswa, untuk menjatuhkan pilihan jurusan dan universitas yang akan dituju. Tentunya, melalui rangkaian Try Out yang diadakan oleh sekolah dan tidak dipungut biaya.
Semakin sering siswa mengikuti Try Out, maka kemampuan siswa selalu diasah. Ditambah lingkungan sekolah yang mendukung dan siswa saling support.
“Terima kasih kepada guru-guru yang selalu membimbing, kemudian anak didik yang telah bekerja keras. Saya yakin, kelulusan ini adalah berkat doa yang tulus,” ucapnya.

Sangkot berpesan kepada anak didiknya untuk selalu menjaga nama baik sekolahnya. Bagaimana pun, menjaga sikap dan tindakan merupakan tanggung jawab diri sendiri.
“Jadikanlah nasehat orang tua dan guru sebagai pemicu prestasi dalam mengharumkan keluarga masing-masing. Pastinya jika anak didik sukses, SMA Swasta Teladan pun ikut bangga,” ucap Sangkot seraya berharap anak didiknya kelas XII menjadi sukses di dalam kehidupan sehabis lulus dari sekolah.
Terhadap anak didiknya yang belum lulus, jangan berkecil hati dan tetap semangat. Masih banyak kesempatan untuk masuk ke PTN. Baik melalui SNBT, mandiri, kedinasan dan swasta.
“Maju Bersama Hebat Semua. Begitulah tekad dalam mendidik siswa,” ucap Sangkot.
Sementara Achmad Fhandaya Sinaga siswa kelas XII 1 yang diterima di Universitas Negeri Jember jurusan Ekonomi Pembangunan, sangat bersyukur menempuh pendidikan di SMA Swasta Teladan Kota Pematangsiantar.
Selain akademik juga dituntut memiliki karakter yang baik, sesuai dengan nama sekolah Teladan. Kemudian dituntut disiplin sebagai siswa.
“Saya berterima kasih kepada guru-guru yang terus membimbing kami anak didik. Sehingga tumbuh dan memiliki karakter yang positif,” ucapnya.
Achmad yang pernah menjabat ketua OSIS mengakui semangat belajarnya terus membara, karena memiliki teman-teman yang peduli dan tidak ada kesenjangan.
Menurut dia, tidak ada istilah senioritas dan junior selama bersekolah di SMA Teladan Pematangsiantar. Dengan begitu, semua berlomba mengejar prestasi. Bahkan tidak ada sedikit pun bullying selama belajar disini.
“Guru-guru sangat ketat mengontrol dengan membentuk Satgas anti bullying. Makanya istilah senioritas tidak ada,” ucapnya.
Terkait kelulusan dirinya, ia tidak lupa berterima kasih kepada orang tuanya yang selalu mendukung hingga doa tersebut menembus langit.
“Orang tua berpesan raih prestasi, masalah biaya biar kami yang mengusahakan,” kata Achmad seraya memberi motivasi kepada adik kelasnya.

Ditambahkan Elya Ramadhani siswi kelas XII 1, mengaku senang dan bersyukur diterima di Universitas Negeri Padang, jurusan pendidikan seni rupa.
Elya yang sering mengikuti perlombaan seni rupa, merasakan bakatnya dapat disalurkan ke jenjang yang lebih tinggi. Sehingga ia mendapat ilmu, sebagai bekal untuk masa depannya.
Elya, yang memiliki ayah seorang Montir bengkel mengungkapkan perjuangan orang tua dan dukungan yang luar biasa.
Dengan menyekolahkan di SMA Swasta Teladan Kota Pematangsiantar, mendapat guru-guru yang selalu memotivasi dan memberikan semangat agar menjadi sukses.
“Guru-guru disini sangat baik dan selalu membimbing kita. Pernah menduduki sekretaris OSIS, telah menumbuhkan cara berpikir dan berbicara kemudian mengedepankan etika,” ucapnya.
Dengan modal itu, dia berkeyakinan dapat menjalani kehidupan sebagai mahasiswa nantinya di perantauan.
“Kita diajarkan berorganisasi dan bersosial. Sebagai modal untuk menjaga diri dan menjaga nama baik sekolah,” ucap Elya.
Editor : Franki Siburian


































































