HUMATOB Kota Pematang Siantar Luapkan Kekecewaan Terhadap Wali Kota dr.Susanti Dewayani, Berikut Alasannya

- Advertisement -

LINK24NEWS-SIANTAR, Himpunan Masyarakat Toba (HUMATOB) Kota Pematang Siantar melontarkan kekecewaan kepada Wali Kota Pematang Siantar, dr.Susanti Dewayani, Sp.A.

Pasalnya, dr.Susanti dinilai lupa terhadap HUMATOB yang memberikan dukungan penuh untuk memenangkan pasangan Asner-Susanti pada Pilkada Tahun 2020 lalu.

Hal ini disampaikan Sakti Sihombing, SE selaku Ketua DPD HUMATOB Kota Pematang Siantar, Kamis (2/3/2023).

BACA JUGA : https://link24news.com/plt-kadis-putr-pematang-siantar-junaedi-sitanggang-s-stp-tegaskan-pekerjaan-tanpa-kw-siap-ott

Perlu diketahui, HUMATOB sebagai organisasi yang pertama kali menyatakan dukungan kepada Asner-Susanti dan turut memberikan andil, sehingga pasangan tersebut terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematang Siantar.

Namun sejak menjabat Wali Kota Pematang Siantar, dr.Susanti seolah melupakan peran sentral dari Humatob Kota Siantar.

“Sebenarnya rasa kecewa ini sudah sangat lama kita pendam dan baru ini kota lontarkan. Sebab sebelumnya, kita masih menunggu inisiatif dari dr.Susanti,”kata Sakti Sihombing.

Dikabarkannya, ada beberapa hal yang membuat DPC HUMATOB Kota Pematang Siantar merasa kecewa dengan kepemimpinan dr.Susanti selaku Wali Kota Pematang Siantar dalam menjalankan roda pemerintahan. Yakni tidak adanya perhatian dr.Susanti kepada pengurus DPC HUMATOB Pematang Siantar.

“Sebenarnya kita tidak berharapkan balas saja. Namun jika melihat perjuangan DPC HUMATOB Pematang Siantar pada pilkada lalu, tentu sudah sewajarnya dr.Susanti memberikan sedikit perhatiannya. Semisal, memberdayakan pengurus melalui berbagai kegiatan atau program dan lainnya,”ucap Sakti Sihombing.

Sambung Sakti, pada masa Pilkada 2020 silam, HUMATOB sebagai ormas pertama yang menyampaikan dukungan banyak terlibat dalam kegiatan Asner-Susanti.

“Kita ada bukti kok bagaimana upaya mensosialisasikan Asner-Susanti ditengah-tengah masyarakat. Semisal, pembagian masker, disinfektan dan pembagian sembako,”ujar Sakti.

Dengan tidak adanya perhatian, DPC HUMATOB Kota Pematang Siantar seolah ‘dianak tirikan’ setelah dr.Susanti menjabat.

Selain itu, belum adanya tanda-tanda atau upaya dr.Susanti terkait pemilihan Wakil Wali Kota Pematang Siantar yang akan mendampinginya menjalankan roda pemerintahan.

“Seakan-akan kita lihat saat ini, ada rasa keinginan dr.Susanti sendirian menjalankan pemerintahan tanpa Wakil. Inilah rasa kekecewaan kita yang terbesar,” tegas Sakti.

Menurutnya, seharusnya dr.Susanti turut berperan bagaimana agar kursi Wakil Wali Kota segera diisi. Apalagi dr.Susanti juga menjabat sebagai ketua salah satu parpol, yang saat itu merupakan partai pengusung Asner-Susanti.

Namun, parpol yang dipimpin oleh dr.Susanti diduga belum mengeluarkan rekomendasi untuk mengisi kursi jabatan Wakil Wali Kota Pematang Siantar.

“Inilah indikasinya mengapa kita sebut ada kesan kalau dr.Susanti ingin menjalankan roda pemerintahan seorang diri,”ujar Sakti yang sekali lagi mengutarakan rasa kecewanya.

Editor : Franki Siburian