LINK24NEWS-SIANTAR, Masyarakat kelurahan Aek Nauli tolak adanya rencana Perumda Tirta Uli Kota Pematangsiantar ingin mengelola Umbul Mual Kobun yang terletak di Jalan Mata Air, Kelurahan Aek Nauli, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Pematangsiantar.
Umbul Mual Kobun mulai dahulu sebelum adanya PDAM, Mual Kobun tersebut selalu digunakan masyarakat daerah Aek Nauli sebagai tempat mandi, menyuci dan tempat mengambil air minum pribadi masyarakat setempat.
Mual Kobun tersebut merupakan sebuah sejarah bagi masyarakat kelurahan Aek Nauli, dimana Mual Kobun tersebut menjadi sebuah kenang-kenangan bagi masyarakat Aek Nauli dan juga merupakan warisan alam yang diberikan Tuhan kepada masyarakat Aek Nauli.
Setiap anak rantau pulang ke kampung (kelurahan Aek Nauli) selalu terlebih dahulu melihat Mual Kobun. Apalagi Mual Kobun tersebut dahulunya tempat mereka bermain dan mandi bersama teman-teman mereka, bukan hanya itu saja Mual Kobun tersebut dulunya tempat mengambil air bersih untuk dikonsumsi oleh keluarga mereka.
Salah satu warga marga Situmorang menyampaikan dan menolak adanya rencana Mual Kobun tersebut ingin dikelola oleh pihak PDAM Tirta Uli kota Pematangsiantar
“Saya selaku warga setempat dilingkungan Mual Kobun menolak adanya rencana PDAM Tirta Uli Kota Pematangsiantar untuk mengambil alih fungsi Mual Kobun tersebut,” ungkapnya dengan tegas pada waktu sosialisasi yang dilaksanakan Perumda Tirta Uli, Rabu (22/7/2026).
Mual Kobun tersebut merupakan sebuah sejarah buat masyarakat kelurahan Aek Nauli, dimana mulai dahulu Mual Kobun tersebut selalu digunakan masyarakat Aek Nauli dan tidak pernah ditelantarkan.
“Kenapa sekarang pihak PDAM ambisi untuk mengelola Mual Kobun tersebut, kenapa tidak mulai dari dahulu dikelola. Kami tidak pernah menelantarkan Mual Kobun ini dan selalu kami rawat,” ujarnya dengan nada yang keras.
Hal senada yang disampaikan oleh boru Simanjuntak, menolak pihak Tirta Uli untuk mengambil alih Mual Kobun untuk dikelola Perumda Tirta Uli.
“Saya setiap saat memberikan waktu saya untuk membersihkan Mual Kobun tersebut. Bukan hanya itu saja, warga sekitar mual kobun setiap tahun bersama-sama bergotong royong membersihkan dan kami masyarakat sekitar tidak pernah menelantarkan Mual Kobun ini,” ungkapnya.
Dari pantauan kru media ini dengan adanya perdebatan yang hangat, seluruh masyarakat membubarkan diri meninggalkan sosialisasi tanda rasa kekecewaan serta penolakan terhadap pihak Perumda Tirta Uli.
Penulis : Wandi Berutu


































































