LINK24NEWS-SIMALUNGUN, Mantan Anggota DPR-RI yang juga tokoh Nasional putra Simalungun Dr. H. Novri Ompusunggu, SH.,MH meminta dan berharap Pilkada Kabupaten Simalungun tahun 2024, tidak diwarnai narasi-narasi atau isu suku, agama, ras (SARA) dan politisasi agama yang dapat menyebabkan perpecahan.
“Kita berharap betul di Simalungun ini tidak ada pasangan calon, tidak ada tim sukses, tidak ada pihak-pihak yang menggunakan isu SARA atau politisasi agama dalam menentukan pilihannya ke pasangan calon bupati,” tegas H.Novri beberapa waktu lalu saat kunjungannya ke Kabupaten Simalungun.
Novri meminta, agar para tokoh agama di Kabupaten Simalungun lebih berperan aktif turun ke bawah, seiring menjelang pelaksanaan Pilkada yang semakin dekat. Karena Novri menilai, isu-isu agama sangatlah potensial untuk dimanfaatkan demi kepentingan kelompok atau golongan tertentu.
“Penggunaan isu agama ini dinilai sangat rawan memicu konflik antar pendukung, yang bisa berujung timbulnya perpecahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia sangat mengkhawatirkan isu agama dapat merembet ke perpecahan di tengah masyarakat. Untuk itu, kata Novri, peran tokoh lintas agama sangatlah diharapkan untuk meredam gejolak-gejolak sekelompok pihak yang ingin merusak tatanan kehidupan, yang sudah berjalan baik di Tano Habonaron Do Bona.
“Para tokoh agama haruslah waspada sekaligus hati-hati dengan potensi kerawanan ini,” ujarnya.
Novri berharap, kerukunan yang sudah terwujud di Tano Habonaron Do Bona harus terus dirawat dan terus dijaga serta masyarakat jangan mau termakan isu agama dalam Pilkada Simalungun 2024.
Editor : Franki Siburian


































































