LINK24NEWS-SIANTAR, Sebagai salah satu upaya memperluas kepesertaan dan mempercepat capaian Universal Health Coverage (UHC), BPJS Kesehatan Cabang Pematang Siantar menggelar pertemuan dengan Sekretariat Daerah, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, dan beberapa kecamatan di Kota Pematang Siantar, Jumat (13/1/2023).

Pertemuan ini juga membahas upaya menyamakan data peserta yang telah didaftarkan ke Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Pematang Siantar. Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Pematang Siantar, Maulina Hutajulu menjelaskan bahwa cakupan kepesertaan di wilayah setempat sampai dengan bulan Desember 2022 baru mencapai angka 19.588 jiwa dari segmen PBI APBD. Di Kota Pematang Siantar sendiri, total kepesertaan JKN mencapai 253.619 peserta dari jumlah penduduk sebanyak 274.278 jiwa atau 92,5 persen.
“Dengan adanya penambahan tiap bulan, diharapkan secara signifikan dapat mempercepat upaya mewujudkan UHC. Kami berharap dukungan dari Pemerintah Kota Pematang Siantar untuk membantu mendongkrak jumlah peserta JKN dengan mendaftarkan penduduknya secara bertahap. Dibutuhkan komitmen dan kontribusi semua pihak demi merealisasikan tercapaianya UHC pada 2023 ini,”jelas Maulina.
Sekretaris Daerah Kota Pematang Siantar, Budi Utari mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah mengupayakan berbagai cara untuk meningkatkan cakupan kepesertaan Program JKN menuju UHC.
Salah satunya dengan menggiatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya jaminan kesehatan, terutama kepada masyarakat yang tidak terikat dengan instansi seperti petani, pedagang, dan lain-lainnya.
“Sosialisasi ini juga rencananya akan melibatkan peran perangkat desa ataupun lurah untuk dijadikan agen BPJS Kesehatan, sehingga dapat lebih optimal mengedukasi warganya agar mendaftarkan diri sekeluarga ke Program JKN. Selain itu, mereka juga diharapkan bisa ikut mengingatkan masyarakat untuk membayar iuran JKN tepat waktu. Kami juga berencana mengoptimalkan rekrutmen peserta JKN dari sektor badan usaha setempat,”ungkap Budi Utari. (Rel)
Editor : Franki Siburian


































































