Beranda Sumatera Utara Deteksi Dini, Dinas Kesehatan Pemkab Simalungun Laksanakan Skrining TB Terintegrasi CKG di...

Deteksi Dini, Dinas Kesehatan Pemkab Simalungun Laksanakan Skrining TB Terintegrasi CKG di 228 Titik

- Advertisement -

ADVERTORIAL : Sebagai langkah strategis memperkuat upaya deteksi dini serta penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TB), Dinas Kesehatan menyelenggarakan kegiatan Skrining TB Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang akan menjangkau 228 titik lokasi tersebar di seluruh wilayah Kecamatan, mencakup lembaga pemasyarakatan hingga lingkungan pemukiman masyarakat.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata upaya promotif sekaligus preventif di bidang kesehatan, yang difokuskan untuk mendeteksi dini kasus TB, terutama pada kelompok yang memiliki kontak erat maupun tinggal serumah dengan penderita, serta yang menunjukkan gejala atau memiliki faktor resiko tertular penyakit.

Deteksi sejak dini menjadi kunci utama untuk mencegah bertambahnya angka kesakitan, kecacatan, hingga kematian akibat TB.

#Pemeriksaan Menyeluruh Demi Kesehatan Masyarakat

Pelaksanaan Skrining dilakukan melalui pemeriksaan langsung serta penggalian informasi menyeluruh mengenai kondisi kesehatan warga, termasuk identifikasi gejala yang mengarah pada TB. Masyarakat yang ditemukan memenuhi kriteria atau bergejala, diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan sesuai standar pelayanan kesehatan yang berlaku.

Selain Skrining TB, warga juga memperoleh layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang mencakup pengecekan gula darah, tekanan darah, asam urat, hingga pengambilan sampel dahak untuk diperiksa melalui metode TCM (Test Cepat Molekular).

Kegiatan ini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala dan deteksi dini berbagai faktor risiko penyakit, baik menular maupun tidak menular.

#Langkah Nyata di Jawa Maraja Bah Jambi

Salah satu kegiatan yang baru-baru ini telah berlangsung digelar di wilayah kerja Puskesmas Jawa Maraja, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi dan disambut antusiasme tinggi oleh warga setempat.

Tim kesehatan dari Dinas Kesehatan bersama petugas Puskesmas Jawa Maraja turun langsung memberikan pelayanan pemeriksaan sekaligus edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun selaku Ketua Tim Skrining TB terintegrasi CKG, dr. Debora Haloho, didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P), Rosman Saragih, SKM.,MKM menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting, mengingat tingkat kematian akibat TB masih tergolong tinggi.

“Kami telah menyiapkan tim khusus yang akan diturunkan ke 228 titik lokasi di seluruh wilayah Kabupaten Simalungun, demi menjangkau masyarakat secara menyeluruh, tanpa terkecuali,” ujar dr. Debora.

#Memahami Penularan dan Gejala TB

Plt. Kepala dinas kesehatan Pemkab Simalungun dr. Debora menjelaskan bahwa bakteri TB menular melalui percikan ludah (droplet) saat penderita batuk atau bersin, dan berkembang pesat terutama di lingkungan yang lembab, padat penduduk, maupun kurang sehat. Risiko tertular paling tinggi dialami oleh mereka yang tinggal serumah atau berinteraksi erat dengan penderita.

 

Berikut gejala yang patut diwaspadai dan segera diperiksa yakni Batuk berkepanjangan selama 2 minggu atau lebih, Penurunan berat badan secara tidak wajar, Demam yang berlangsung dalam waktu lama, Hilangnya nafsu makan, Berkeringat di tengah malam tanpa sebab yang jelas, Tubuh terasa lemas dan lesu secara terus-menerus.

Kelompok masyarakat yang paling rentan tertular TB meliputi perokok aktif, anak-anak, lanjut usia, penderita diabetes, serta penderita HIV. Risiko semakin meningkat di lingkungan yang padat dan kurang menjaga kebersihan serta sirkulasi udara.

“Apabila mengalami salah satu gejala di atas, jangan menunda untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” tegasnya, Rabu (30/9/2026).

#Hasil Kegiatan dan Harapan

Kegiatan di Nagori Jawa Maraja diikuti oleh 90 orang warga. Dari jumlah tersebut, 37 orang dinyatakan sebagai terduga TB, dan sampel dahak mereka akan diperiksa lebih lanjut melalui pemeriksaan bakteriologis menggunakan metode TCM.

Hasil ini menunjukkan betapa pentingnya kegiatan skrining digelar secara luas agar kasus dapat ditemukan dan ditangani sejak dini.

Selain pemeriksaan, warga juga diberikan pemahaman mengenai etika batuk, pentingnya menjaga sirkulasi udara di rumah, serta pola hidup sehat guna mencegah penularan penyakit.

Ditambahkan dr. Debora bahwa TB bukanlah penyakit yang tidak bisa diobati. TB dapat disembuhkan sepenuhnya dengan pengobatan yang teratur, disiplin, dan dijalankan hingga tuntas sesuai petunjuk tenaga medis.

“Jangan ragu, apalagi bimbang. TB dapat disembuhkan. Mari kita bekerja sama untuk hidup lebih sehat. Temukan, Obati, Sampai Sembuh Tuberkulosis (TOSS-TB),” pesannya.

Melalui integrasi Skrining TB dengan Cek Kesehatan Gratis ini, diharapkan pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, meningkatkan penemuan kasus sejak dini, serta memperkuat upaya bersama mewujudkan masyarakat Kabupaten Simalungun yang lebih sehat, kuat, dan sejahtera. (ADV)