LINK24NEWS-SIANTAR, Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) umum Kota Pematang Siantar pada periode September 2023 mengalami inflasi sebesar 0,16% (mtm). Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi Provinsi Sumatera Utara dan Nasional yang masing-masing mengalami inflasi sebesar 0,37% (mtm) dan 0,19% (mtm). Secara tahunan, Kota Pematang Siantar mengalami inflasi sebesar 2,50% (yoy), sementara secara tahun kalender (ytd) Pematang Siantar mengalami inflasi sebesar 1,50% (ytd).
Demikian siaran pers dari Unit Data Statistik dan Kehumasan (UDSK) KPw BI Pematang Siantar, Selasa (3/10/2023).

Realisasi tersebut membuat Kota Pematang Siantar menjadi Kota IHK dengan realisasi inflasi bulanan terendah di Prov. Sumatera Utara. Disusul oleh Kota Medan, Kota Gunung Sitoli, dan Kota Sibolga yang secara berturut-turut masing-masing mengalami inflasi sebesar 0,38% (mtm), 0,38% (mtm), dan 0,44% (mtm).
Sementara itu, Kota Padang Sidempuan tercatat memiliki realisasi inflasi bulanan tertinggi di Sumatera Utara dengan realisasi inflasi sebesar 0,49% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, secara gabungan Provinsi Sumatera Utara tercatat mengalami inflasi sebesar 0,37%% (mtm) atau secara tahunan mengalami inflasi sebesar 2,15% (yoy).
Inflasi pada periode ini utamanya didorong oleh kenaikan harga komoditas pangan diantaranya beras, ikan asin teri, dan ikan tongkol. Beras mengalami inflasi tertinggi sebesar 2,02% (mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,10%. Diikuti oleh ikan asin teri dan ikan tongkol yang masing masing mengalami inflasi sebesar 7,87% (mtm) dan 16,38% (mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,07% dan 0,06%.
Komoditas beras mulai mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan sejak minggu ke-2 September 2023. Berdasarkan pantauan PIHPS, rata-rata harga beras mengalami kenaikan dari Rp 12.850 di Agustus 2023 menjadi Rp 13.100 di Bulan September 2023. Kenaikan harga beras diprakirakan terjadi akibat (i) adanya sentimen kenaikan harga oleh pedagang di tengah isu penurunan produktivitas beras akibat el nino, serta (ii) peningkatan harga gabah seiring dengan meningkatnya biaya produksi akibat kenaikan BBM dan kelangkaan pupuk bersubsidi. Sementara itu berdasarkan informasi responden SPH (Survei Pemantauan Harga), kenaikan harga ikan tongkol dan ikan asin teri disebabkan oleh kenaikan harga dari distributor seiring dengan hasil tangkapan nelayan yang berkurang.
Tekanan inflasi lebih lanjut, tertahan oleh deflasi pada beberapa komoditas diantaranya bawang merah, telur ayam ras, dan pir. Bawang merah mengalami deflasi sebesar -22,55% (mtm) dengan andil deflasi sebesar -0,13%. Diikuti oleh telur ayam ras dan pir yang masing-masing mengalami deflasi sebesar -8,93% (mtm) dan -19,13% (mtm) dengan andil deflasi masing-masing sebesar -0,08% dan -0,04%.
Komoditas bawang merah melanjutkan trend deflasi dari bulan sebelumnya. Deflasi pada bawang merah utamanya didorong oleh pasokan bawang merah yang terjaga seiring dengan berlangsungnya periode panen di beberapa sentra produksi Simalungun. Berdasarkan hasil survei PIHPS pasokan, pasokan bawang merah mengalami kenaikan sebear 17,5% (mtm) dari rata-rata 80 kwintal di Agustus 2023 menjadi 94 kwintal di September 2023.
Komoditas dengan andil inflasi terbesar:
1. Beras
Inflasi 2,02% (mtm) : Andil Inflasi 0,10%
2. Ikan Asin Teri
Inflasi 7,87% (mtm) : Andil Inflasi 0,07%
3. Ikan Tongkol
Inflasi 16,38% (mtm) : Andil Inflasi 0,06%
4. Tomat
Inflasi 13,81% (mtm) : Andil Inflasi 0,05%
Komoditas dengan andil deflasi terbesar:
1. Bawang Merah
Deflasi -22,55% (mtm) : Andil Deflasi -0,13%
2. Telur Ayam Ras
Deflasi -8,93% (mtm) : Andil Deflasi -0,08%
3. Pir
Deflasi -19,13% (mtm) : Andil Deflasi -0,04%
4. Ikan Lele
Deflasi -6,97% (mtm) : Andil Deflasi -0,04%
Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi pada periode ini didorong oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dan Kelompok Transportasi yang masing-masing mengalami inflasi sebesar 0,27% (mtm) dan 0,40% (mtm) dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,10% dan 0,05%.
Sementara itu, dalam upaya untuk mengendalikan Inflasi di bulan September 2023, TPID Kab/Kota di Wilayah Kerja KPwBI Pematang Siantar telah melaksanakan beberapa program, yaitu sebagai berikut:
1. Monitoring harga komoditas secara harian melalui PIHPS maupun harga Diskoperindag
2. Penyelenggaraan High Level Meeting TPID Pematang Siantar pada 26 September 2023 dengan pembahasan utama yaitu “Perumusan strategi menghadapi kenaikan harga beras melalui penguatan cadangan beras Bulog, sidak Pasar dan Pasar murah, serta penjajakan kerjasama antar daerah.
3. Pelaksanaan Pasar murah selama 3 hari di 4 titik pada 29-31 September 2023. Total komoditas terjual antara lain 8 ton beras, 450 liter minyak goreng, 52 kg gula pasir, dan 340 kg telur ayam ras.
4. Pelaksanaan pasar murah untuk komoditas beras di Kota Tanjung Balai selama 4 hari di Kec. Tanjung Balai Selatang, Kec. Tanjung Balai Utara, Kec. Datuk Bandar, dan Kec. Datuk bandar Timur (4 titik) (Rel)
Editor : Franki Siburian


































































