Sebanyak 112 orang masyarakat Kota Pematangsiantar mendapat pelatihan ketrampilan kerja berbasis kompetensi yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja Kota Pematangsiantar.
Pelatihan ketrampilan ini untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri dan meningkatkan kualitas tenaga kerja secara global.
Selain itu, pelatihan ini juga sebagai salah satu upaya mengentaskan pengangguran di Kota Pematangsiantar. Masalah pengangguran yang terjadi pada umumnya disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan antara persediaan dan kebutuhan tenaga kerja , baik dari segi keterampilan/skill, kualitas maupun kuantitas yang dibutuhkan pasar kerja.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Pematangsiantar Robert Sitanggang, SSTP.,MSi mengatakan berbagai pelatihan ketrampilan yakni Pertama, Pelatihan Practical Office Advance diikuti 16 Orang. Kedua, Pelatihan Digital Marketing diikuti 16 Orang. Ketiga Pelatihan Barista dengan peserta 16 Orang. Keempat, Pelatihan Papan Bunga diikuti 16 Orang. Kelima Pelatihan Tata Boga diikuti 48 Orang.
Dijelaskan Robert, pelatihan ketrampilan berlangsung mulai 10 Juni – 5 Juli 2025 atau selama 20 hari (total jam pelajaran pelatihan (JPL) 160 jam.
Adapun pelatihan keterampilan kerja ini merupakan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kota Pematangsiantar Tahun 2025 dengan sasaran menurunnya pengangguran dan ketimpangan, untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat, dengan indikator tingkat pengangguran terbuka.

Sementara itu, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, SH MKn diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Zainal Siahaan, SE MM menutup Pelatihan Keterampilan Kerja Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kota Pematangsiantar Tahun 2025. Penutupan pelatihan berlangsung di Ruang Serbaguna Pemko Pematangsiantar, Rabu (16/07/2025).
Wesly menyampaikan selama 20 hari, semangat belajar dan dedikasi tinggi dari para peserta telah mewarnai setiap sesi pelatihan. Sebanyak tujuh paket pelatihan telah sukses dilaksanakan.
Wesly mengutarakan, masing-masing pelatihan tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, kerja keras, kemandirian, dan ketekunan.
“Ini merupakan modal penting untuk memasuki dunia kerja yang dinamis dan kompetitif,” kata Wesly.
Walikota menyampaikan apresiasi kepada Dinas Ketenagakerjaan Kota Pematangsiantar yang telah menyelenggarakan pelatihan keterampilan kerja berbasis kompetensi. Apresiasi juga disampaikan kepada Pimpinan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta dan instruktur serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pelatihan.
“Melalui pelatihan ini, kita berharap dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengurangi angka pengangguran di Kota Pematangsiantar,” sebut Wesly.
Wesly juga mengajak seluruh peserta untuk mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dalam pelatihan.
“Jadilah agen perubahan yang positif dan berkontribusi aktif dalam memajukan Kota Pematangsiantar,” ajaknya.
Lebih lanjut Wesly menerangkan, di tahun 2025 Dinas Ketenagakerjaan Kota Pematangsiantar menyelenggarakan lebih banyak pelatihan keterampilan kerja dari tahun sebelumnya. Selanjutnya, akan dibuka kembali pelatihan bagi masyarakat di Kota Pematangsiantar, yaitu Pelatihan Bahasa Jepang sebagai persiapan seleksi magang kerja di Jepang, Pelatihan Content Creator, Pelatihan Spa Wajah, dan juga Pelatihan Pembuatan Papan Bunga.
“Semoga di tahun yang akan datang jumlah pelatihan di Kota Pematangsiantar akan lebih bervariasi dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Di tempat terpisah, peserta pelatihan ketrampilan Barista mengapreasiasi kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kawula muda.

Barista ini, menurutnya sangat menjanjikan, di mana pusat tongkrongan sudah merambah sampai daerah terpencil.
Dengan pelatihan ini, kita akan diajari cara meracik kopi hingga diterima konsumen.
“Lihat saja sekarang menjamur cafe-cafe, berarti masyarakat butuh tongkrongan. Belum lagi trendnya di pinggir sawah. Berarti keahlian ini sangat berguna sekali,” kata peserta perempuan tersebut.
Lebih lanjut, pelatihan ini hendaknya dibarengi pemberian modal bagi kawula muda yang baru pertama kali terjun ke dunia usaha. Kemudian dibimbing hingga mandiri, sehingga dapat menciptakan kerja sebanyak-banyaknya.
Sementara peserta merangkai bunga papan, mengucapkan terima kasih kepada Dinas Tenaga Kerja terlebih kepada Walikota yang memberikan perhatian kepada masyarakatnya, untuk mendapatkan ketrampilan.

“Semoga setelah ini, kami berwirausaha papan bunga,” ucapnya. (ADV)


































































