LINK24NEWS-SIMALUNGUN, Wushu Indonesia Kabupaten Simalungun gelar kompetisi kejuaraan cabang (Kejurcab) berlangsung mulai tanggal 1-3 November 2024 di gedung MUI Simalungun, Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.
Wushu adalah salah satu seni bela diri yang lebih akrab disebut “kungfu”, seni bela diri ini gerakannya luwes seperti seseorang sedang menari seperti olahraga lain.
Manfaat berlatih seni bela diri Wushu adalah membantu meningkatkan kekuatan tubuh, meningkatkan kelenturan tubuh, membantu keseimbangan tubuh yang lebih baik, serta menambah stamina tubuh.
Ketua umum Wushu Indonesia Kabupaten Simalungun Drs. Dameanto Purba, MSi ketika diwawancarai menyampaikan kegiatan kompetisi Kejurcab ini, setiap tahunnya dilaksanakan di Kabupaten Simalungun untuk mencari bibit-bibit atlet terkhusus seni bela diri Wushu.
“Event ini setiap tahun kita gelar di Kabupaten Simalungun namanya kejuaraan cabang (Kejurcab). Turnamen ini terdiri dari empat kategori yakni kategori kadeb tingkat SD, pra junior tingkat antar SD dengan SMP, junior tingkat SMP dan senior tingkat SMA sederajat dan mahasiswa” jelas Drs. Dameanto Purba, MSi. Minggu (3/11/2024).
Dalam kompetisi ini, semua tingkat terbagi lagi sesuai dengan kelas-kelas dengan berat badan sesuai tingkat masing-masing peserta yang ikut berkompetisi.
“Dalam kompetisi terdiri dua kelompok yaitu putra dan putri, kedua kelompok tersebut disesuaikan dengan kelas dan berat badan untuk keseimbangan lawan masing-masing dalam bertanding,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, turnamen ini ada beberapa jenjang, tetapi yang kita gelar sekarang turnamen jenjang terbawah yaitu Kejurcab, kemudian lanjutannya Kejurda dan Kejurnas
“Turnamen berjenjang selalu kita gelar setiap tahun, tetapi tahun ini Sumatera Utara tuan rumah PON maka tidak kita gelar tahun ini. Tapi untuk Kejurcab untuk kabupaten Simalungun tetap kita gelar untuk mempersiapkan atlet kita,” ucapnya.
Drs. Dameanto Purba mengatakan pihaknya sudah komit ke depan akan menggelar empat turnamen satelit dari Kejurcab dalam satu tahun penuh. Sehingga dengan tingginya kompetisi, ada gairah anak-anak dari sasana-sasananya untuk berlatih, ditambah jam terbang atlet kita bisa lebih banyak lebih tinggi.
“Kita berharap dari kabupaten Simalungun akan lebih banyak lahir atlet-atlet yang baru, JK-JK yang lain, Rosalina dan rosa-rosa yang lain lahir terkhusus dari Simalungun,” pungkasnya. (Wandi Berutu)


































































